<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Belum Terima Dokumen IPO PalmCo</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menerima dokumen IPO Sub Holding PT Perkebunan Nusantara III, PalmCo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/278/2851227/bei-belum-terima-dokumen-ipo-palmco</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/278/2851227/bei-belum-terima-dokumen-ipo-palmco"/><item><title>BEI Belum Terima Dokumen IPO PalmCo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/278/2851227/bei-belum-terima-dokumen-ipo-palmco</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/278/2851227/bei-belum-terima-dokumen-ipo-palmco</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/278/2851227/bei-belum-terima-dokumen-ipo-palmco-6fU0uhqqpx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI belum terima dokumen IPO Palmco (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/278/2851227/bei-belum-terima-dokumen-ipo-palmco-6fU0uhqqpx.jpg</image><title>BEI belum terima dokumen IPO Palmco (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menerima dokumen IPO Sub Holding PT Perkebunan Nusantara III, PalmCo. IPO Palm Co saat ini dinantikan pelaku pasar setelah sebelumnya diungkap oleh Menteri Erick Thohir.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya belum menerima dokumen perusahaan perkebunan pelat merah itu.

BACA JUGA:
PHE Jadi IPO? BEI: Kami Masih Menunggu


&quot;Kalau state-owned enteprises dan subsidiaries ada beberapa. Untuk PalmCo, kami belum terima dokumennya,&quot; kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Senin (24/7/2023).
Sebelumnya Erick Thohir menyebut proses go publik Palm Co dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PalmCo ditargetkan akan melakukan aksi korporasi itu pada kuartal IV-2023.

BACA JUGA:
Raup Dana IPO Rp151 Miliar, Intip Rencana Sinergi Inti Andalan Prima (INET)


&quot;Kalau PTPN dan Pertamina, ya kalau bisa tahun ini, kenapa tidak karena ini momentum kita fokus meningkatkan ketahanan energi yang kita harus pastikan dan rencana ini tidak lain kan untuk meningkatkan produksi minyak kita,&quot; kata Erick di gedung DPR RI.Salah satu alasan utama Erik membawa PalmCo listing adalah terkait  alternatif pendanaan untuk membiayai sejumlah program di sektor energi,  termasuk energi baru dan terbarukan (EBT).
Pelepasan saham juga dinilai dapat mendorong perkembangan industri  kelapa sawit. Erick menilai aspek tersebut berhubungan dengan ketahanan  pangan nasional.
&quot;Tidak hanya untuk pangan, tapi juga energi, dan ini menjadi tren  kalau kita lihat banyak perusahaan minyak yang mengakuisisi perkebunan  sekarang di dunia, nah ini yang saya rasa dunia mengharapkan adanya  green energy, dan kebetulan kita punya banyak potensi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menerima dokumen IPO Sub Holding PT Perkebunan Nusantara III, PalmCo. IPO Palm Co saat ini dinantikan pelaku pasar setelah sebelumnya diungkap oleh Menteri Erick Thohir.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya belum menerima dokumen perusahaan perkebunan pelat merah itu.

BACA JUGA:
PHE Jadi IPO? BEI: Kami Masih Menunggu


&quot;Kalau state-owned enteprises dan subsidiaries ada beberapa. Untuk PalmCo, kami belum terima dokumennya,&quot; kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Senin (24/7/2023).
Sebelumnya Erick Thohir menyebut proses go publik Palm Co dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PalmCo ditargetkan akan melakukan aksi korporasi itu pada kuartal IV-2023.

BACA JUGA:
Raup Dana IPO Rp151 Miliar, Intip Rencana Sinergi Inti Andalan Prima (INET)


&quot;Kalau PTPN dan Pertamina, ya kalau bisa tahun ini, kenapa tidak karena ini momentum kita fokus meningkatkan ketahanan energi yang kita harus pastikan dan rencana ini tidak lain kan untuk meningkatkan produksi minyak kita,&quot; kata Erick di gedung DPR RI.Salah satu alasan utama Erik membawa PalmCo listing adalah terkait  alternatif pendanaan untuk membiayai sejumlah program di sektor energi,  termasuk energi baru dan terbarukan (EBT).
Pelepasan saham juga dinilai dapat mendorong perkembangan industri  kelapa sawit. Erick menilai aspek tersebut berhubungan dengan ketahanan  pangan nasional.
&quot;Tidak hanya untuk pangan, tapi juga energi, dan ini menjadi tren  kalau kita lihat banyak perusahaan minyak yang mengakuisisi perkebunan  sekarang di dunia, nah ini yang saya rasa dunia mengharapkan adanya  green energy, dan kebetulan kita punya banyak potensi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
