<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Pemerintah Pusat Rp891,6 Triliun Selama 6 Bulan, Dipakai Buat Apa Saja?</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mencatat belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp891,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851147/belanja-pemerintah-pusat-rp891-6-triliun-selama-6-bulan-dipakai-buat-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851147/belanja-pemerintah-pusat-rp891-6-triliun-selama-6-bulan-dipakai-buat-apa-saja"/><item><title>Belanja Pemerintah Pusat Rp891,6 Triliun Selama 6 Bulan, Dipakai Buat Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851147/belanja-pemerintah-pusat-rp891-6-triliun-selama-6-bulan-dipakai-buat-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851147/belanja-pemerintah-pusat-rp891-6-triliun-selama-6-bulan-dipakai-buat-apa-saja</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851147/belanja-pemerintah-pusat-rp891-6-triliun-selama-6-bulan-dipakai-buat-apa-saja-dHfnt7wNLc.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851147/belanja-pemerintah-pusat-rp891-6-triliun-selama-6-bulan-dipakai-buat-apa-saja-dHfnt7wNLc.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1My81L3g4ajVldDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mencatat belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp891,6 triliun dalam realisasi semester I-2023.

Angka ini sebesar 39,7% dari total belanja yang dianggarkan tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Dijuluki Menkeu Suka Utang, Begini Jawabannya

Hal ini berarti 71% dari belanja negara adalah BPP. Dia mengatakan, kecepatan BPP sampai akhir Juni belum mencapai 40%, sementara penerimaan negara sudah mencapai 57% dari target.

&quot;Ini terdiri atas, yang pertama, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp417,2 triliun, atau 41,7% dari target APBN,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Juli 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (24/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

APBN Surplus Rp152,3 Triliun di Semester I-2023, Sri Mulyani: Didesain Defisit

Dia mengatakan, belanja K/L ini dipengaruhi dukungan persiapan pelaksanaan Pemilu, pelaksanaan pembangunan IKN serta percepatan penyelesaian infrastruktur prioritas.


Sementara itu, belanja non K/L yang dikelola sebesar Rp474,4 triliun, atau 38,1% dari target APBN.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Kucurkan Dana Jumbo untuk Kesejahteraan Anak-Anak Indonesia


&quot;Belanja non K/L ini terdiri dari belanja yang biasanya langsung diterima oleh masyarakat, seperti subsidi BBM, Kartu Prakerja, serta subsidi pupuk,&quot; ungkap Sri.



Dia mengatakan, angka belanja Rp891,6 triliun ini tumbuh tipis, 1,6% dibandingkan semester I 2022.



&quot;Mayoritas belanja non K/L langsung dinikmati oleh masyarakat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1My81L3g4ajVldDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mencatat belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp891,6 triliun dalam realisasi semester I-2023.

Angka ini sebesar 39,7% dari total belanja yang dianggarkan tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Dijuluki Menkeu Suka Utang, Begini Jawabannya

Hal ini berarti 71% dari belanja negara adalah BPP. Dia mengatakan, kecepatan BPP sampai akhir Juni belum mencapai 40%, sementara penerimaan negara sudah mencapai 57% dari target.

&quot;Ini terdiri atas, yang pertama, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp417,2 triliun, atau 41,7% dari target APBN,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Juli 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (24/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

APBN Surplus Rp152,3 Triliun di Semester I-2023, Sri Mulyani: Didesain Defisit

Dia mengatakan, belanja K/L ini dipengaruhi dukungan persiapan pelaksanaan Pemilu, pelaksanaan pembangunan IKN serta percepatan penyelesaian infrastruktur prioritas.


Sementara itu, belanja non K/L yang dikelola sebesar Rp474,4 triliun, atau 38,1% dari target APBN.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Kucurkan Dana Jumbo untuk Kesejahteraan Anak-Anak Indonesia


&quot;Belanja non K/L ini terdiri dari belanja yang biasanya langsung diterima oleh masyarakat, seperti subsidi BBM, Kartu Prakerja, serta subsidi pupuk,&quot; ungkap Sri.



Dia mengatakan, angka belanja Rp891,6 triliun ini tumbuh tipis, 1,6% dibandingkan semester I 2022.



&quot;Mayoritas belanja non K/L langsung dinikmati oleh masyarakat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
