<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Negara untuk Masyarakat Cair Rp492 Triliun, Ada Bansos PKH hingga BLT Sembako</title><description>Sri Mulyani menyatakan bahwa belanja negara melalui belanja pemerintah pusat yang ditujukan langsung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851163/belanja-negara-untuk-masyarakat-cair-rp492-triliun-ada-bansos-pkh-hingga-blt-sembako</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851163/belanja-negara-untuk-masyarakat-cair-rp492-triliun-ada-bansos-pkh-hingga-blt-sembako"/><item><title>Belanja Negara untuk Masyarakat Cair Rp492 Triliun, Ada Bansos PKH hingga BLT Sembako</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851163/belanja-negara-untuk-masyarakat-cair-rp492-triliun-ada-bansos-pkh-hingga-blt-sembako</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851163/belanja-negara-untuk-masyarakat-cair-rp492-triliun-ada-bansos-pkh-hingga-blt-sembako</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851163/belanja-negara-untuk-masyarakat-cair-rp492-triliun-ada-bansos-pkh-hingga-blt-sembako-ohY4hRo1lb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Negara RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851163/belanja-negara-untuk-masyarakat-cair-rp492-triliun-ada-bansos-pkh-hingga-blt-sembako-ohY4hRo1lb.jpg</image><title>Belanja Negara RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMy8xLzE2ODMzNC81L3g4bXB5Nm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa belanja negara melalui belanja pemerintah pusat yang ditujukan langsung untuk masyarakat telah mencapai Rp492 triliun per semester I-2023.
Realisasi perlindungan sosial, petani dan UMKM mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp14,7 triliun untuk 9,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), Kartu Sembako sebesar Rp22,3 triliun untuk 18,7 juta KPM, dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sebesar Rp23,2 triliun untuk 96,7 juta jiwa.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tambah Anggaran Bansos Beras Rp8 Triliun, Disalurkan Oktober-Desember

&amp;ldquo;Kemudian, bantuan benih, mulsa, dan pupuk organik sebesar Rp463,7 miliar; bantuan alat dan mesin pertanian Rp250 miliar; bantuan ternak Rp62,4 miliar; serta bantuan benih ikan, kepiting, dan udang Rp19,2 miliar,&amp;rdquo; ujarnya dikutip Antara, Senin (24/7/2023).
Berikutnya, belanja yang disalurkan untuk pendidikan dengan rincian Program Indonesia Pintar sebesar Rp6,1 triliun untuk 10,9 juta siswa, Program KIP Kuliah sebesar Rp6,0 triliun untuk 710,7 ribu mahasiswa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui Kementerian Agama sebesar Rp6,9 triliun untuk 6 juta siswa, dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar Rp2,3 triliun untuk 197 PTN.

BACA JUGA:
Dana Asing Banjiri Indonesia Rp86,1 Triliun, Sri Mulyani Antisipasi Kebijakan The Fed Akhir Juli

Realisasi berikutnya adalah infrastruktur dengan rincian pembangunan/rehabilitasi infrastruktur sebesar Rp60,7 triliun dan bantuan bencana Rp1,5 triliun.Adapun realisasi belanja pemerintah pusat yang disalurkan melalui non-kementerian/lembaga di antaranya subsidi dan kompensasi listrik Rp42,9 triliun, subsidi.
Dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) Rp57,7 triliun, subsidi LPG 3 kilogram Rp32,5 triliun, subsidi perumahan Rp344,7 miliar dan Kartu Prakerja Rp2,28 triliun</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMy8xLzE2ODMzNC81L3g4bXB5Nm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa belanja negara melalui belanja pemerintah pusat yang ditujukan langsung untuk masyarakat telah mencapai Rp492 triliun per semester I-2023.
Realisasi perlindungan sosial, petani dan UMKM mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp14,7 triliun untuk 9,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), Kartu Sembako sebesar Rp22,3 triliun untuk 18,7 juta KPM, dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sebesar Rp23,2 triliun untuk 96,7 juta jiwa.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tambah Anggaran Bansos Beras Rp8 Triliun, Disalurkan Oktober-Desember

&amp;ldquo;Kemudian, bantuan benih, mulsa, dan pupuk organik sebesar Rp463,7 miliar; bantuan alat dan mesin pertanian Rp250 miliar; bantuan ternak Rp62,4 miliar; serta bantuan benih ikan, kepiting, dan udang Rp19,2 miliar,&amp;rdquo; ujarnya dikutip Antara, Senin (24/7/2023).
Berikutnya, belanja yang disalurkan untuk pendidikan dengan rincian Program Indonesia Pintar sebesar Rp6,1 triliun untuk 10,9 juta siswa, Program KIP Kuliah sebesar Rp6,0 triliun untuk 710,7 ribu mahasiswa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui Kementerian Agama sebesar Rp6,9 triliun untuk 6 juta siswa, dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar Rp2,3 triliun untuk 197 PTN.

BACA JUGA:
Dana Asing Banjiri Indonesia Rp86,1 Triliun, Sri Mulyani Antisipasi Kebijakan The Fed Akhir Juli

Realisasi berikutnya adalah infrastruktur dengan rincian pembangunan/rehabilitasi infrastruktur sebesar Rp60,7 triliun dan bantuan bencana Rp1,5 triliun.Adapun realisasi belanja pemerintah pusat yang disalurkan melalui non-kementerian/lembaga di antaranya subsidi dan kompensasi listrik Rp42,9 triliun, subsidi.
Dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) Rp57,7 triliun, subsidi LPG 3 kilogram Rp32,5 triliun, subsidi perumahan Rp344,7 miliar dan Kartu Prakerja Rp2,28 triliun</content:encoded></item></channel></rss>
