<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Stop Ekspor Gas, Luhut: Tunggu Rapat dengan Presiden</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah menyetop ekspor gas alam cair (LNG).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851177/ri-stop-ekspor-gas-luhut-tunggu-rapat-dengan-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851177/ri-stop-ekspor-gas-luhut-tunggu-rapat-dengan-presiden"/><item><title>RI Stop Ekspor Gas, Luhut: Tunggu Rapat dengan Presiden</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851177/ri-stop-ekspor-gas-luhut-tunggu-rapat-dengan-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851177/ri-stop-ekspor-gas-luhut-tunggu-rapat-dengan-presiden</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851177/ri-stop-ekspor-gas-luhut-tunggu-rapat-dengan-presiden-tmVA3WThOS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851177/ri-stop-ekspor-gas-luhut-tunggu-rapat-dengan-presiden-tmVA3WThOS.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMy8xLzE2ODMzNC81L3g4bXB5Nm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah menyetop ekspor gas alam cair (LNG) akan ditentukan dalam rapat dengan Presiden Joko Widodo.
Luhut mengatakan penghentian ekspor akan diberlakukan bagi kontrak-kontrak yang telah selesai.

BACA JUGA:
Diisukan Jadi Ketum Golkar, Menko Luhut Buka Suara

&amp;ldquo;Ya nanti kalau kontrak-kontrak yang sudah selesai, kita tidak perpanjang, tapi nanti tunggu rapat dengan Presiden,&amp;rdquo; katanya dikutip Antara, Senin (24/7/2023).
Luhut mengemukakan penghentian ekspor LNG dilakukan agar gas yang ada di dalam negeri bisa diolah terlebih dahulu. Namun, ia memastikan pemerintah tetap menghormati kontrak-kontrak yang telah diteken sehingga larangan ekspor hanya berlaku bagi kontrak baru.

BACA JUGA:
Luhut Siapkan Skema Uji Coba Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung

&amp;ldquo;Jadi ini semua gas kita yang bisa kita downstreaming di industri kenapa musti diekspor? Kan kita selama ini ekspor LNG, kita impor lagi LPG, kenapa nggak kita buat dalam negeri? Tapi kita akan menghormati semua kontrak yang ada. Tapi, selesai expired kontrak itu tidak ada kontrak baru lagi seperti itu,&amp;rdquo; katanya.Luhut pun tidak bisa memastikan kapan rencana penghentian ekspor dilakukan. Pasalnya, kontrak jual beli gas memiliki tenor waktu yang berbeda.
Dia hanya menegaskan bahwa pemerintah fokus untuk mendorong hilirisasi di semua sektor, termasuk gas.
&amp;ldquo;Ya kita enggak tahu kontrak-kontrak nya itu macam macam. Tapi yang ada sekarang semua kita bikin downstreaming industri karena itu value added-nya (nilai tambah) buat negeri ini,&amp;rdquo; katanya.
Luhut juga menambahkan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke depannya.
&amp;ldquo;Ya kita akan mempertimbangkan untuk tidak lagi, ujar Luhut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMy8xLzE2ODMzNC81L3g4bXB5Nm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah menyetop ekspor gas alam cair (LNG) akan ditentukan dalam rapat dengan Presiden Joko Widodo.
Luhut mengatakan penghentian ekspor akan diberlakukan bagi kontrak-kontrak yang telah selesai.

BACA JUGA:
Diisukan Jadi Ketum Golkar, Menko Luhut Buka Suara

&amp;ldquo;Ya nanti kalau kontrak-kontrak yang sudah selesai, kita tidak perpanjang, tapi nanti tunggu rapat dengan Presiden,&amp;rdquo; katanya dikutip Antara, Senin (24/7/2023).
Luhut mengemukakan penghentian ekspor LNG dilakukan agar gas yang ada di dalam negeri bisa diolah terlebih dahulu. Namun, ia memastikan pemerintah tetap menghormati kontrak-kontrak yang telah diteken sehingga larangan ekspor hanya berlaku bagi kontrak baru.

BACA JUGA:
Luhut Siapkan Skema Uji Coba Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung

&amp;ldquo;Jadi ini semua gas kita yang bisa kita downstreaming di industri kenapa musti diekspor? Kan kita selama ini ekspor LNG, kita impor lagi LPG, kenapa nggak kita buat dalam negeri? Tapi kita akan menghormati semua kontrak yang ada. Tapi, selesai expired kontrak itu tidak ada kontrak baru lagi seperti itu,&amp;rdquo; katanya.Luhut pun tidak bisa memastikan kapan rencana penghentian ekspor dilakukan. Pasalnya, kontrak jual beli gas memiliki tenor waktu yang berbeda.
Dia hanya menegaskan bahwa pemerintah fokus untuk mendorong hilirisasi di semua sektor, termasuk gas.
&amp;ldquo;Ya kita enggak tahu kontrak-kontrak nya itu macam macam. Tapi yang ada sekarang semua kita bikin downstreaming industri karena itu value added-nya (nilai tambah) buat negeri ini,&amp;rdquo; katanya.
Luhut juga menambahkan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke depannya.
&amp;ldquo;Ya kita akan mempertimbangkan untuk tidak lagi, ujar Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
