<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baru Kantongi Rp970 Triliun, Sri Mulyani Curhat Penerimaan Pajak Melambat</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan penerimaan pajak naik hingga Rp970,20 triliun di semester I-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851182/baru-kantongi-rp970-triliun-sri-mulyani-curhat-penerimaan-pajak-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851182/baru-kantongi-rp970-triliun-sri-mulyani-curhat-penerimaan-pajak-melambat"/><item><title>Baru Kantongi Rp970 Triliun, Sri Mulyani Curhat Penerimaan Pajak Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851182/baru-kantongi-rp970-triliun-sri-mulyani-curhat-penerimaan-pajak-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851182/baru-kantongi-rp970-triliun-sri-mulyani-curhat-penerimaan-pajak-melambat</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851182/baru-kantongi-rp970-triliun-sri-mulyani-curhat-penerimaan-pajak-melambat-ZNr4uSwjAz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerimaan Pajak (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851182/baru-kantongi-rp970-triliun-sri-mulyani-curhat-penerimaan-pajak-melambat-ZNr4uSwjAz.jpg</image><title>Penerimaan Pajak (Foto: Freepik)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan penerimaan pajak naik hingga Rp970,20 triliun di semester I-2023. Angka ini sebesar 56,47% dari target APBN.
Hanya saja, lanjut dia kinerja penerimaan pajak melambat ke pertumbuhan single digit di 9,9%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tambah Anggaran Bansos Beras Rp8 Triliun, Disalurkan Oktober-Desember

&quot;Ini terdiri dari, yang pertama, penerimaan PPh non migas sebesar Rp565,01 triliun atau 64,67% dari target, tumbuh 7,85%,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Juli 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (24/7/2023).
Kemudian, penerimaan PPN dan PPnBM tercatat sebesar Rp356,77 triliun, atau sebesar 48,02% dari target, tumbuh 14,63%. Penerimaan PBB dan pajak lainnya sebesar Rp7,50 triliun, atau 18,74% dari target, tumbuh 54,41%.

BACA JUGA:
Dana Asing Banjiri Indonesia Rp86,1 Triliun, Sri Mulyani Antisipasi Kebijakan The Fed Akhir Juli

Sementara itu, PPh migas mencatatkan penerimaan sebesar Rp40,93 triliun atau 66,62% dari target, terkontraksi 3,86%.&quot;Kinerja penerimaan akhir Juni yang telah melambat ke pertumbuhan single digit ini didorong oleh penurunan harga minyak bumi, yang terlihat dari kontraksi PPh migas sebesar 3,86%,&quot; ujarnya.
Selain itu, perlambatan ini juga disebabkan oleh penurunan impor karena kontraksi PPh 22 impor dan PPN Impor, masing-masing sebesar -2,4% dan -0,4%.
&quot;Dari sisi sektoral, penurunan impor sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor pertambangan melambat akibat penurunan harga komoditas,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan penerimaan pajak naik hingga Rp970,20 triliun di semester I-2023. Angka ini sebesar 56,47% dari target APBN.
Hanya saja, lanjut dia kinerja penerimaan pajak melambat ke pertumbuhan single digit di 9,9%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tambah Anggaran Bansos Beras Rp8 Triliun, Disalurkan Oktober-Desember

&quot;Ini terdiri dari, yang pertama, penerimaan PPh non migas sebesar Rp565,01 triliun atau 64,67% dari target, tumbuh 7,85%,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Juli 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (24/7/2023).
Kemudian, penerimaan PPN dan PPnBM tercatat sebesar Rp356,77 triliun, atau sebesar 48,02% dari target, tumbuh 14,63%. Penerimaan PBB dan pajak lainnya sebesar Rp7,50 triliun, atau 18,74% dari target, tumbuh 54,41%.

BACA JUGA:
Dana Asing Banjiri Indonesia Rp86,1 Triliun, Sri Mulyani Antisipasi Kebijakan The Fed Akhir Juli

Sementara itu, PPh migas mencatatkan penerimaan sebesar Rp40,93 triliun atau 66,62% dari target, terkontraksi 3,86%.&quot;Kinerja penerimaan akhir Juni yang telah melambat ke pertumbuhan single digit ini didorong oleh penurunan harga minyak bumi, yang terlihat dari kontraksi PPh migas sebesar 3,86%,&quot; ujarnya.
Selain itu, perlambatan ini juga disebabkan oleh penurunan impor karena kontraksi PPh 22 impor dan PPN Impor, masing-masing sebesar -2,4% dan -0,4%.
&quot;Dari sisi sektoral, penurunan impor sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor pertambangan melambat akibat penurunan harga komoditas,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
