<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendaraan Listrik RI Sepi Peminat, Jokowi Ajak Luhut Cs Rapat Insentif Besok</title><description>Pemerintah Indonesia akan mengevaluasi kebijakan insentif kendaraan listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851258/kendaraan-listrik-ri-sepi-peminat-jokowi-ajak-luhut-cs-rapat-insentif-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851258/kendaraan-listrik-ri-sepi-peminat-jokowi-ajak-luhut-cs-rapat-insentif-besok"/><item><title>Kendaraan Listrik RI Sepi Peminat, Jokowi Ajak Luhut Cs Rapat Insentif Besok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851258/kendaraan-listrik-ri-sepi-peminat-jokowi-ajak-luhut-cs-rapat-insentif-besok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851258/kendaraan-listrik-ri-sepi-peminat-jokowi-ajak-luhut-cs-rapat-insentif-besok</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851258/kendaraan-listrik-ri-sepi-peminat-jokowi-ajak-luhut-cs-rapat-insentif-besok-z5o3cK4tA4.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851258/kendaraan-listrik-ri-sepi-peminat-jokowi-ajak-luhut-cs-rapat-insentif-besok-z5o3cK4tA4.JPG</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNy80LzE2NTYwOC81L3g4a2dpMDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia akan mengevaluasi kebijakan insentif kendaraan listrik. Hal tersebut lantaran saat kendaraan listrik sepi peminatnya.

Luhut mengatakan evaluasi kebijakan tersebut akan dilakukan melalui rapat tersebut bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Urgensi Transformasi Industri Otomotif Menuju Kendaraan Listrik

&quot;Ya ini kita mau ratasin (rapat terbatas) besok. Jadi mau finalkan,&quot; kata Luhut saat ditemui di Menara Danareksa, Senin (24/7/2023).

Luhut menyampaikan bahwa dalam ratas tersebut pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan kebijakan negara-negara tetangga dalam memberikan insentif kendaraan listrik sebagai bahan perbandingan.

&quot;Pada dasarnya semua ketentuan-ketentuan insentif yang dibikin oleh negara-negara di sekitar, kita match,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Kualitas Udara Jakarta, Luhut: Percepat Populasi Kendaraan Listrik

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) sekaligus Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko mengatakan bahwa pembelian sepeda motor listrik saat ini masih lambat. Oleh karenanya pihaknya meminta agar penyaluran subsidi pembelian motor listrik perlu dievaluasi.

&amp;ldquo;Pertumbuhan pembelian sepeda motor khususnya sampai saat ini masih lambat. kemarin dalam rapat terakhir itu 108 unit sepeda motor yang baru terbeli,&amp;rdquo; jelasnya dalam acara di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (22/5) lalu.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Holding Industri Tambang Percepat Hilirisasi Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Adapun berdasarkan data di situs Sisapira pada Senin 22 Mei 2023 sisa kuota motor listrik sebanyak 199.509 unit, 2 unit dalam proses verifikasi, 489 dalam proses pendaftaran, dan motor listrik yang tersalurkan ke pembeli belum ada.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNy80LzE2NTYwOC81L3g4a2dpMDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia akan mengevaluasi kebijakan insentif kendaraan listrik. Hal tersebut lantaran saat kendaraan listrik sepi peminatnya.

Luhut mengatakan evaluasi kebijakan tersebut akan dilakukan melalui rapat tersebut bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Urgensi Transformasi Industri Otomotif Menuju Kendaraan Listrik

&quot;Ya ini kita mau ratasin (rapat terbatas) besok. Jadi mau finalkan,&quot; kata Luhut saat ditemui di Menara Danareksa, Senin (24/7/2023).

Luhut menyampaikan bahwa dalam ratas tersebut pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan kebijakan negara-negara tetangga dalam memberikan insentif kendaraan listrik sebagai bahan perbandingan.

&quot;Pada dasarnya semua ketentuan-ketentuan insentif yang dibikin oleh negara-negara di sekitar, kita match,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Kualitas Udara Jakarta, Luhut: Percepat Populasi Kendaraan Listrik

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) sekaligus Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko mengatakan bahwa pembelian sepeda motor listrik saat ini masih lambat. Oleh karenanya pihaknya meminta agar penyaluran subsidi pembelian motor listrik perlu dievaluasi.

&amp;ldquo;Pertumbuhan pembelian sepeda motor khususnya sampai saat ini masih lambat. kemarin dalam rapat terakhir itu 108 unit sepeda motor yang baru terbeli,&amp;rdquo; jelasnya dalam acara di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (22/5) lalu.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Holding Industri Tambang Percepat Hilirisasi Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Adapun berdasarkan data di situs Sisapira pada Senin 22 Mei 2023 sisa kuota motor listrik sebanyak 199.509 unit, 2 unit dalam proses verifikasi, 489 dalam proses pendaftaran, dan motor listrik yang tersalurkan ke pembeli belum ada.</content:encoded></item></channel></rss>
