<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi hingga Desember! Anggaran Rp8 Triliun</title><description>Presiden Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  menambahkan anggaran bantuan pangan untuk masyarakat kelompok miskin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851259/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-hingga-desember-anggaran-rp8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851259/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-hingga-desember-anggaran-rp8-triliun"/><item><title>Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi hingga Desember! Anggaran Rp8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851259/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-hingga-desember-anggaran-rp8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851259/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-hingga-desember-anggaran-rp8-triliun</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851259/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-hingga-desember-anggaran-rp8-triliun-J44NikF5HN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani tambah anggaran bansos (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851259/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-hingga-desember-anggaran-rp8-triliun-J44NikF5HN.jpg</image><title>Sri Mulyani tambah anggaran bansos (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan anggaran bantuan pangan untuk masyarakat kelompok miskin. Anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp8 triliun untuk bansos beras.

BACA JUGA:
Belanja Negara untuk Masyarakat Cair Rp492 Triliun, Ada Bansos PKH hingga BLT Sembako


&quot;Jadi nanti pada bulan Oktober hingga Desember, kita akan menambahkan Rp8 triliun yang akan diberikan kepada 21,35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) rentan,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Juli 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (24/7/2023).
Dia mengatakan, setiap keluarga akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kg per bulannya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tambah Anggaran Bansos Beras Rp8 Triliun, Disalurkan Oktober-Desember


&quot;Jadi mereka akan mendapatkan bantuan selama 3 bulan dengan total bantuan 30 kg beras,&quot; ungkap Sri.
Ini merupakan tambahan bansos yang perlu diperkuat di saat guncangan dan tekanan masih terlihat. Sri pun berpesan bahwa pemulihan ekonomi jangan sampai meninggalkan kelompok yang paling rentan.
&quot;Sehingga, kita melindungi dan memperkuat kelompok yang paling rentan yaitu kelompok paling miskin,&quot; tambah Sri.
Sementara itu, upaya Jokowi untuk terus memperbaiki infrastruktur  jalan yang merupakan salah satu infrastruktur yang mempengaruhi  produktivitas mobilitas juga sudah mulai dieksekusi.
&quot;Dari usulan Rp14,64 triliun, kita telah menyiapkan DIPA-nya dan akan  segera dicairkan atau bahkan sudah dimulai kontraknya sebesar Rp7,45  triliun, sementara Rp7,20 triliun sisanya masih dalam proses  penyelesaian,&quot; jelas Sri.
Ini berarti sepanjang 2.740,8 km jalan akan diperbaiki, dan sepanjang 1.350 meter jembatan juga akan diperkuat dan diperbaiki.
&quot;Dengan langkah ini, diharapkan di semester II ini akan ada  akselerasi kegiatan ekonomi yang berkualitas dan juga penyerapan  anggaran,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan anggaran bantuan pangan untuk masyarakat kelompok miskin. Anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp8 triliun untuk bansos beras.

BACA JUGA:
Belanja Negara untuk Masyarakat Cair Rp492 Triliun, Ada Bansos PKH hingga BLT Sembako


&quot;Jadi nanti pada bulan Oktober hingga Desember, kita akan menambahkan Rp8 triliun yang akan diberikan kepada 21,35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) rentan,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Juli 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (24/7/2023).
Dia mengatakan, setiap keluarga akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kg per bulannya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tambah Anggaran Bansos Beras Rp8 Triliun, Disalurkan Oktober-Desember


&quot;Jadi mereka akan mendapatkan bantuan selama 3 bulan dengan total bantuan 30 kg beras,&quot; ungkap Sri.
Ini merupakan tambahan bansos yang perlu diperkuat di saat guncangan dan tekanan masih terlihat. Sri pun berpesan bahwa pemulihan ekonomi jangan sampai meninggalkan kelompok yang paling rentan.
&quot;Sehingga, kita melindungi dan memperkuat kelompok yang paling rentan yaitu kelompok paling miskin,&quot; tambah Sri.
Sementara itu, upaya Jokowi untuk terus memperbaiki infrastruktur  jalan yang merupakan salah satu infrastruktur yang mempengaruhi  produktivitas mobilitas juga sudah mulai dieksekusi.
&quot;Dari usulan Rp14,64 triliun, kita telah menyiapkan DIPA-nya dan akan  segera dicairkan atau bahkan sudah dimulai kontraknya sebesar Rp7,45  triliun, sementara Rp7,20 triliun sisanya masih dalam proses  penyelesaian,&quot; jelas Sri.
Ini berarti sepanjang 2.740,8 km jalan akan diperbaiki, dan sepanjang 1.350 meter jembatan juga akan diperkuat dan diperbaiki.
&quot;Dengan langkah ini, diharapkan di semester II ini akan ada  akselerasi kegiatan ekonomi yang berkualitas dan juga penyerapan  anggaran,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
