<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut RI Jadi Negara yang Diandalkan G20</title><description>Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara yang diandalkan dalam pertemuan Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851264/sri-mulyani-sebut-ri-jadi-negara-yang-diandalkan-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851264/sri-mulyani-sebut-ri-jadi-negara-yang-diandalkan-g20"/><item><title>Sri Mulyani Sebut RI Jadi Negara yang Diandalkan G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851264/sri-mulyani-sebut-ri-jadi-negara-yang-diandalkan-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/24/320/2851264/sri-mulyani-sebut-ri-jadi-negara-yang-diandalkan-g20</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851264/sri-mulyani-sebut-ri-jadi-negara-yang-diandalkan-g20-vwd6AYUJb3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/320/2851264/sri-mulyani-sebut-ri-jadi-negara-yang-diandalkan-g20-vwd6AYUJb3.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC80LzE2ODM1My81L3g4bXFnbm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara yang diandalkan dalam pertemuan Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20 ke tiga (3rd G20 FMCBG) di bawah Presidensi India.
&amp;ldquo;Kita selalu diminta menjadi pembicara awal atau pembicara utama dalam pertemuan. Ini menggambarkan pandangan Indonesia sangat menentukan dan diperhatikan,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2023 dikutip Antara, Senin (24/7/2023).

BACA JUGA:
Bikin Senyum Sri Mulyani, Ini Rapor Ekonomi RI di Semester I-2023

Indonesia memberikan pandangan terkait sejumlah isu perekonomian, seperti kolaborasi sektor keuangan dan kesehatan; pemanfaatan pembangunan multilateral dan investasi swasta, termasuk keuangan berkelanjutan; pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan, serta perpajakan internasional.
Selain itu, Indonesia, melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, juga menjadi pembiacara dalam tiga kegiatan, yaitu Achieving Growth-Friendly Climate Action and Financing for Emerging and Developing Economies, G20 Infrastructure Investor&amp;rsquo;s Dialogue, dan Tax Symposium.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Hanya Tarik Utang Rp166,5 Triliun Selama 6 Bulan

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia juga memperkuat hubungan bilateral dengan melakukan pertemuan bersama menteri keuangan sejumlah negara, seperti India dan Australia.Bersama India, Menkeu membentuk Dialog Kerja Sama Ekonomi dan Keuangan (Economic and Financial Dialogue/EFD) di Gandhinagar, Gujarat, India.
Dalam diskusi tersebut, keduanya membahas tentang mempertahankan kinerja pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, serta meningkatkan kerja sama, tidak hanya dalam kerangka bilateral tetapi juga tingkat multilateral.
Selain itu juga membahas upaya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara serta membahas upaya untuk mengatasi isu pembangunan secara bersama-sama, termasuk terkait isu perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.
Sementara dengan Australia, Menkeu berdiskusi tentang reformasi perpajakan, pembiayaan perubahan iklim, dan pembiayaan infrastruktur.
Di samping India dan Australia, Menkeu juga melakukan pertemuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF), Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dan Bank Dunia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC80LzE2ODM1My81L3g4bXFnbm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara yang diandalkan dalam pertemuan Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20 ke tiga (3rd G20 FMCBG) di bawah Presidensi India.
&amp;ldquo;Kita selalu diminta menjadi pembicara awal atau pembicara utama dalam pertemuan. Ini menggambarkan pandangan Indonesia sangat menentukan dan diperhatikan,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2023 dikutip Antara, Senin (24/7/2023).

BACA JUGA:
Bikin Senyum Sri Mulyani, Ini Rapor Ekonomi RI di Semester I-2023

Indonesia memberikan pandangan terkait sejumlah isu perekonomian, seperti kolaborasi sektor keuangan dan kesehatan; pemanfaatan pembangunan multilateral dan investasi swasta, termasuk keuangan berkelanjutan; pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan, serta perpajakan internasional.
Selain itu, Indonesia, melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, juga menjadi pembiacara dalam tiga kegiatan, yaitu Achieving Growth-Friendly Climate Action and Financing for Emerging and Developing Economies, G20 Infrastructure Investor&amp;rsquo;s Dialogue, dan Tax Symposium.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Hanya Tarik Utang Rp166,5 Triliun Selama 6 Bulan

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia juga memperkuat hubungan bilateral dengan melakukan pertemuan bersama menteri keuangan sejumlah negara, seperti India dan Australia.Bersama India, Menkeu membentuk Dialog Kerja Sama Ekonomi dan Keuangan (Economic and Financial Dialogue/EFD) di Gandhinagar, Gujarat, India.
Dalam diskusi tersebut, keduanya membahas tentang mempertahankan kinerja pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, serta meningkatkan kerja sama, tidak hanya dalam kerangka bilateral tetapi juga tingkat multilateral.
Selain itu juga membahas upaya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara serta membahas upaya untuk mengatasi isu pembangunan secara bersama-sama, termasuk terkait isu perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.
Sementara dengan Australia, Menkeu berdiskusi tentang reformasi perpajakan, pembiayaan perubahan iklim, dan pembiayaan infrastruktur.
Di samping India dan Australia, Menkeu juga melakukan pertemuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF), Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dan Bank Dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
