<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Dunia Merosot Jelang Keputusan The Fed</title><description>Harga emas dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851627/harga-emas-dunia-merosot-jelang-keputusan-the-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851627/harga-emas-dunia-merosot-jelang-keputusan-the-fed"/><item><title>Harga Emas Dunia Merosot Jelang Keputusan The Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851627/harga-emas-dunia-merosot-jelang-keputusan-the-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851627/harga-emas-dunia-merosot-jelang-keputusan-the-fed</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2023 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/25/320/2851627/harga-emas-dunia-merosot-jelang-keputusan-the-fed-w0xvtmFU9x.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/25/320/2851627/harga-emas-dunia-merosot-jelang-keputusan-the-fed-w0xvtmFU9x.jpeg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut dan menetap di level terendah dalam seminggu tertekan dolar AS yang lebih kuat menjelang keputusan kebijakan Fed minggu ini.
Melansir Antara, Selasa (25/7/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terpangkas USD4,40 atau 0,20% menjadi USD1.962,20 per ounce.

BACA JUGA:
Daftar Harga Emas Antam Awal Pekan Ini, Termahal Tembus Rp1 Miliar


Dolar AS menguat menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan dirilis pada Rabu (26/7). Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin pada tetapi investor juga akan mencari petunjuk bahwa langkah tersebut mungkin yang terakhir dari siklus kenaikan suku bunga.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,247% menjadi 101,330, sementara pasar berjangka memperkirakan suku bunga Fed akan naik menjadi 5,43% pada November dan tetap di atas 5,0% hingga Juni 2024.

BACA JUGA:
Harga Emas Dunia Tertekan Jelang Pertemuan The Fed


&quot;The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku lagi pada pertemuan September setelah kenaikan minggu ini, tetapi dengan ekonomi AS dalam kondisi yang lebih baik untuk saat ini, euro menanggung beban kekuatan dolar yang luas,&quot; kata John Velis, kepala strategi makro Amerika di BNY Mellon Markets di New York.
Pasar secara luas terfokus pada keputusan Fed atas suku bunga, pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu (26/7).
Tetapi investor juga bertaruh bahwa bank sentral akan mengumumkan  jeda yang diperpanjang dalam kenaikan suku bunga di masa depan,  mengingat bahwa Fed mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga  selama hampir 16 bulan.
Skenario seperti itu menjadi pertanda baik untuk emas, mengingat  kenaikan suku bunga mendorong peluang kerugian investasi dalam emas.  Tetapi apakah logam kuning akan dapat merebut kembali rekor tertinggi  masih belum pasti, mengingat suku bunga AS juga diperkirakan akan tetap  lebih tinggi lebih lama.
Ketidakpastian apakah Fed akan menghentikan siklus kenaikan suku  bunganya juga tetap ada, mengingat inflasi AS masih cenderung di atas  target tahunan bank sentral sebesar 2,0%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut dan menetap di level terendah dalam seminggu tertekan dolar AS yang lebih kuat menjelang keputusan kebijakan Fed minggu ini.
Melansir Antara, Selasa (25/7/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terpangkas USD4,40 atau 0,20% menjadi USD1.962,20 per ounce.

BACA JUGA:
Daftar Harga Emas Antam Awal Pekan Ini, Termahal Tembus Rp1 Miliar


Dolar AS menguat menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan dirilis pada Rabu (26/7). Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin pada tetapi investor juga akan mencari petunjuk bahwa langkah tersebut mungkin yang terakhir dari siklus kenaikan suku bunga.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,247% menjadi 101,330, sementara pasar berjangka memperkirakan suku bunga Fed akan naik menjadi 5,43% pada November dan tetap di atas 5,0% hingga Juni 2024.

BACA JUGA:
Harga Emas Dunia Tertekan Jelang Pertemuan The Fed


&quot;The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku lagi pada pertemuan September setelah kenaikan minggu ini, tetapi dengan ekonomi AS dalam kondisi yang lebih baik untuk saat ini, euro menanggung beban kekuatan dolar yang luas,&quot; kata John Velis, kepala strategi makro Amerika di BNY Mellon Markets di New York.
Pasar secara luas terfokus pada keputusan Fed atas suku bunga, pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu (26/7).
Tetapi investor juga bertaruh bahwa bank sentral akan mengumumkan  jeda yang diperpanjang dalam kenaikan suku bunga di masa depan,  mengingat bahwa Fed mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga  selama hampir 16 bulan.
Skenario seperti itu menjadi pertanda baik untuk emas, mengingat  kenaikan suku bunga mendorong peluang kerugian investasi dalam emas.  Tetapi apakah logam kuning akan dapat merebut kembali rekor tertinggi  masih belum pasti, mengingat suku bunga AS juga diperkirakan akan tetap  lebih tinggi lebih lama.
Ketidakpastian apakah Fed akan menghentikan siklus kenaikan suku  bunganya juga tetap ada, mengingat inflasi AS masih cenderung di atas  target tahunan bank sentral sebesar 2,0%.</content:encoded></item></channel></rss>
