<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Ramal Ekonomi Global Hanya Tumbuh 2,7%, Ini Alasannya</title><description>Perry Warjiyo menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global tetap tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851961/gubernur-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851961/gubernur-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-ini-alasannya"/><item><title>Gubernur BI Ramal Ekonomi Global Hanya Tumbuh 2,7%, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851961/gubernur-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851961/gubernur-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2023 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/25/320/2851961/gubernur-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-ini-alasannya-R3Id7rkF8N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/25/320/2851961/gubernur-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-ini-alasannya-R3Id7rkF8N.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC80LzE2ODM1My81L3g4bXFnbm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global tetap tinggi.
Menurutnya pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap sebesar 2,7%, namun disertai dengan pergeseran sumber pertumbuhan.

BACA JUGA:
Gubernur BI Ungkap Langkah Strategis Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Ngegas

&quot;Pertumbuhan Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara maju di Eropa diprakirakan lebih baik, dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga seiring dengan perbaikan upah dan keyakinan konsumen,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jepang diprakirakan masih kuat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor yang membaik.

BACA JUGA:
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China lebih rendah sejalan dengan tertahannya konsumsi dan investasi terutama sektor properti,&quot; ungkap Perry.Dia melanjutkan, tekanan inflasi di negara maju masih relatif tinggi dipengaruhi oleh perekonomian yang lebih kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat. Hal ini diprakirakan akan mendorong kenaikan lebih lanjut suku bunga kebijakan moneter di negara maju, termasuk Federal Funds Rate (FFR).
Perkembangan tersebut mendorong aliran modal ke negara berkembang lebih selektif dan meningkatkan tekanan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.
&quot;Menghadapi situasi ini, maka kita memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko rambatan global,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC80LzE2ODM1My81L3g4bXFnbm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global tetap tinggi.
Menurutnya pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap sebesar 2,7%, namun disertai dengan pergeseran sumber pertumbuhan.

BACA JUGA:
Gubernur BI Ungkap Langkah Strategis Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Ngegas

&quot;Pertumbuhan Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara maju di Eropa diprakirakan lebih baik, dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga seiring dengan perbaikan upah dan keyakinan konsumen,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jepang diprakirakan masih kuat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor yang membaik.

BACA JUGA:
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China lebih rendah sejalan dengan tertahannya konsumsi dan investasi terutama sektor properti,&quot; ungkap Perry.Dia melanjutkan, tekanan inflasi di negara maju masih relatif tinggi dipengaruhi oleh perekonomian yang lebih kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat. Hal ini diprakirakan akan mendorong kenaikan lebih lanjut suku bunga kebijakan moneter di negara maju, termasuk Federal Funds Rate (FFR).
Perkembangan tersebut mendorong aliran modal ke negara berkembang lebih selektif dan meningkatkan tekanan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.
&quot;Menghadapi situasi ini, maka kita memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko rambatan global,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
