<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Digital Banking di RI Tembus Rp13.827 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851972/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp13-827-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851972/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp13-827-triliun"/><item><title>Transaksi Digital Banking di RI Tembus Rp13.827 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851972/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp13-827-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/25/320/2851972/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp13-827-triliun</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2023 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/25/320/2851972/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp13-827-triliun-bOQivT5z1X.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Uang digital. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/25/320/2851972/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp13-827-triliun-bOQivT5z1X.JPG</image><title>Uang digital. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

&quot;Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada triwulan II 2023 meningkat 14,82% (yoy) sehingga mencapai Rp111,35 triliun, sementara nilai transaksi digital banking tercatat Rp13.827 triliun atau tumbuh sebesar 11,6% (yoy),&quot; ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indeks Dolar AS Kokoh di Tengah Pelemahan Euro

Dia menyebut, nominal transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan sebesar 104,64% (yoy) sehingga mencapai Rp49,65 triliun, dengan jumlah pengguna 37,0 juta dan jumlah merchant 26,7 juta yang sebagian besar UMKM.

&quot;Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk inklusi ekonomi keuangan dan kerja sama antarnegara,&quot; tambah Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% di 2023

Selain itu, BI mencatat nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp2.115,57 triliun atau tumbuh sebesar 3,0% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada triwulan II 2023 meningkat 8,74% (yoy) sehingga menjadi Rp992,2 triliun.

Tak hanya itu, BI terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI.



&quot;Antara lain dengan melanjutkan kerja sama kelembagaan dalam pengedaran uang Rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil) melalui kegiatan kas keliling, kas titipan, dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

&quot;Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada triwulan II 2023 meningkat 14,82% (yoy) sehingga mencapai Rp111,35 triliun, sementara nilai transaksi digital banking tercatat Rp13.827 triliun atau tumbuh sebesar 11,6% (yoy),&quot; ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indeks Dolar AS Kokoh di Tengah Pelemahan Euro

Dia menyebut, nominal transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan sebesar 104,64% (yoy) sehingga mencapai Rp49,65 triliun, dengan jumlah pengguna 37,0 juta dan jumlah merchant 26,7 juta yang sebagian besar UMKM.

&quot;Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk inklusi ekonomi keuangan dan kerja sama antarnegara,&quot; tambah Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% di 2023

Selain itu, BI mencatat nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp2.115,57 triliun atau tumbuh sebesar 3,0% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada triwulan II 2023 meningkat 8,74% (yoy) sehingga menjadi Rp992,2 triliun.

Tak hanya itu, BI terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI.



&quot;Antara lain dengan melanjutkan kerja sama kelembagaan dalam pengedaran uang Rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil) melalui kegiatan kas keliling, kas titipan, dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
