<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Bersih PGEO Turun Tajam di Semester I-2023, Sisa Segini</title><description>Utang bersih PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan secara signifikan pada semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852547/utang-bersih-pgeo-turun-tajam-di-semester-i-2023-sisa-segini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852547/utang-bersih-pgeo-turun-tajam-di-semester-i-2023-sisa-segini"/><item><title>Utang Bersih PGEO Turun Tajam di Semester I-2023, Sisa Segini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852547/utang-bersih-pgeo-turun-tajam-di-semester-i-2023-sisa-segini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852547/utang-bersih-pgeo-turun-tajam-di-semester-i-2023-sisa-segini</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/278/2852547/utang-bersih-pgeo-turun-tajam-di-semester-i-2023-sisa-segini-TZ9ap0qyed.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang PGEO turun signifikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/278/2852547/utang-bersih-pgeo-turun-tajam-di-semester-i-2023-sisa-segini-TZ9ap0qyed.jpg</image><title>Utang PGEO turun signifikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Utang bersih PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan secara signifikan pada semester I 2023. Utang PGEO tercatat turun dari USD683 juta pada Desember 2022 menjadi USD66,95 juta.
Direktur Keuangan PGEO Nelwin Aldriansyah mengatakan, perseroan mampu melanjutkan ekspansi seiring selesainya masalah pinjaman jangka pendek usai penerbitan green bond pada kuartal kedua tahun ini. Penurunan utang bersih yang diperkuat dengan peningkatan laba bersih sepanjang 6 bulan hingga Juni 2023 itu menunjukkan performa bisnis PGE yang semakin tumbuh dan berkembang.

BACA JUGA:
Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp1,3 Triliun di Semester I-2023, Naik 30%


Dikatakannya, rasio utang bersih terhadap ekuitas atau debt to equity ratio turun dari 74 persen menjadi 39% pada semester I 2023. Sementara itu, pinjaman jangka pendek yang pada kuartal I tahun ini masih tercatat sebesar USD400 juta dan semester I tahun lalu USD 600 juta, sudah tidak ada lagi dalam pembukuan pada periode yang berakhir hingga Juni 2023. Hal ini memungkinkan PGE untuk berekspansi seiring dengan membaiknya arus kas Perseroan.

BACA JUGA:
Intip Kinerja Keuangan PGEO, Catat Laba Rp704 Miliar


&quot;Penurunan utang bersih ini menandakan posisi keuangan yang solid. Pada periode ini Perseroan kembali melanjutkan tren penurunan utang. Performa yang sudah baik ini menjadi jawaban atas keraguan yang sebelumnya menyebut kinerja Perseroan terganggu akibat utang jatuh tempo. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menjaga performa yang sudah baik ini,&quot; jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Nelwin menambahkan, terjadinya penurunan utang bersih pada semester I  2023 ini juga menunjukkan penerbitan obligasi berwawasan hijau (green  bond) sebesar USD400 juta pada April 2023 telah berjalan efektif. Dana  yang didapat dari pasar global ini telah digunakan secara efektif untuk  membiayai kembali (refinancing) pinjaman jangka pendek dan melanjutkan  target pengembangan proyek panas bumi ke depan.
Adapun pada semester I 2023, EBITDA perseroan meningkat menjadi  USD175,55 juta dari USD154,88 pada Juni 2022. Dengan begitu, arus kas  bebas meningkat menjadi USD150,3 juta dari USD143,5 juta.
Dia mengungkapkan, dengan program efisiensi yang dijalankan maka  perseroan optimis akan mampu meningkatkan kinerja finansial dan  operasional guna menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan  yang andal dan terjangkau.
&amp;ldquo;Keunggulan operasional merupakan prioritas kami untuk menjadi world class green energy company,&amp;rdquo; tutup Nelwin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Utang bersih PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan secara signifikan pada semester I 2023. Utang PGEO tercatat turun dari USD683 juta pada Desember 2022 menjadi USD66,95 juta.
Direktur Keuangan PGEO Nelwin Aldriansyah mengatakan, perseroan mampu melanjutkan ekspansi seiring selesainya masalah pinjaman jangka pendek usai penerbitan green bond pada kuartal kedua tahun ini. Penurunan utang bersih yang diperkuat dengan peningkatan laba bersih sepanjang 6 bulan hingga Juni 2023 itu menunjukkan performa bisnis PGE yang semakin tumbuh dan berkembang.

BACA JUGA:
Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp1,3 Triliun di Semester I-2023, Naik 30%


Dikatakannya, rasio utang bersih terhadap ekuitas atau debt to equity ratio turun dari 74 persen menjadi 39% pada semester I 2023. Sementara itu, pinjaman jangka pendek yang pada kuartal I tahun ini masih tercatat sebesar USD400 juta dan semester I tahun lalu USD 600 juta, sudah tidak ada lagi dalam pembukuan pada periode yang berakhir hingga Juni 2023. Hal ini memungkinkan PGE untuk berekspansi seiring dengan membaiknya arus kas Perseroan.

BACA JUGA:
Intip Kinerja Keuangan PGEO, Catat Laba Rp704 Miliar


&quot;Penurunan utang bersih ini menandakan posisi keuangan yang solid. Pada periode ini Perseroan kembali melanjutkan tren penurunan utang. Performa yang sudah baik ini menjadi jawaban atas keraguan yang sebelumnya menyebut kinerja Perseroan terganggu akibat utang jatuh tempo. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menjaga performa yang sudah baik ini,&quot; jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Nelwin menambahkan, terjadinya penurunan utang bersih pada semester I  2023 ini juga menunjukkan penerbitan obligasi berwawasan hijau (green  bond) sebesar USD400 juta pada April 2023 telah berjalan efektif. Dana  yang didapat dari pasar global ini telah digunakan secara efektif untuk  membiayai kembali (refinancing) pinjaman jangka pendek dan melanjutkan  target pengembangan proyek panas bumi ke depan.
Adapun pada semester I 2023, EBITDA perseroan meningkat menjadi  USD175,55 juta dari USD154,88 pada Juni 2022. Dengan begitu, arus kas  bebas meningkat menjadi USD150,3 juta dari USD143,5 juta.
Dia mengungkapkan, dengan program efisiensi yang dijalankan maka  perseroan optimis akan mampu meningkatkan kinerja finansial dan  operasional guna menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan  yang andal dan terjangkau.
&amp;ldquo;Keunggulan operasional merupakan prioritas kami untuk menjadi world class green energy company,&amp;rdquo; tutup Nelwin.</content:encoded></item></channel></rss>
