<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambah Kapasitas Jadi 1 Gigawatt, Pertamina Geothermal Mau Terbitkan Obligasi Rp7,5 Triliun</title><description>PGEO berencana menambah kapasitas pembangkit panas bumi hingga mencapai 1 gigawatt pada 2 tahun ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852593/tambah-kapasitas-jadi-1-gigawatt-pertamina-geothermal-mau-terbitkan-obligasi-rp7-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852593/tambah-kapasitas-jadi-1-gigawatt-pertamina-geothermal-mau-terbitkan-obligasi-rp7-5-triliun"/><item><title>Tambah Kapasitas Jadi 1 Gigawatt, Pertamina Geothermal Mau Terbitkan Obligasi Rp7,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852593/tambah-kapasitas-jadi-1-gigawatt-pertamina-geothermal-mau-terbitkan-obligasi-rp7-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/278/2852593/tambah-kapasitas-jadi-1-gigawatt-pertamina-geothermal-mau-terbitkan-obligasi-rp7-5-triliun</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/278/2852593/tambah-kapasitas-jadi-1-gigawatt-pertamina-geothermal-mau-terbitkan-obligasi-rp7-5-triliun-PkEAIlcmSW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham PGEO (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/278/2852593/tambah-kapasitas-jadi-1-gigawatt-pertamina-geothermal-mau-terbitkan-obligasi-rp7-5-triliun-PkEAIlcmSW.jpg</image><title>Saham PGEO (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC80LzE2ODM1My81L3g4bXFnbm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana menambah kapasitas pembangkit panas bumi hingga mencapai 1 gigawatt pada 2 tahun ke depan.
PGEO tercatat memiliki kapasitas sebesar 672 megawatt (MW). Maka itu, ada total 340 MW lagi pembangkit panas bumi yang ditargetkan terpasang untuk memenuhi rencana itu.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah, Cek Saham Pilihannya

Direktur Keuangan PGE Nelwin Aldriansyah menyatakan bahwa, proyek itu dibiayai dari berbagai sumber pendanaan. Seperti dari sisa dana segar yang diperoleh dari usai emiten berkode PGEO melantai di bursa, keuangan internal hingga rencana penerbitan obligasi.

&quot;340 MW apabila kita rata-rata power plan geothermal. Jadi rata-rata 2,5 juta-3 juta per megawatt. Hal ini butuh capex kurang lebih USD1 miliar,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
IPO, Mutuagung Lestari Tetapkan Harga Rp110/Saham Bidik Rp103,7 Miliar

Dia menjelaskan PGEO saat ini masih punya sisa dana yang diperoleh dari IPO sebesar USD450 juta. Apabila ditambah dengan kas internal, maka setengah dari kebutuhan pendanaan sudah terpenuhi.Kemudian, lanjut dia PGEO berencana menerbitkan green bond alias obligasi hijau jilid II. Penerbitan obligasi ditargetkan terlaksana pada akhir 2024 atau awal 2025.
&quot;Jadi kurang lebih USD500 atau setara Rp7,5 triliun (Kurs Rp15.000) juta kita akan kombinasi dengan internal cash dan penerbitan utang baru. Dan kita prediksi penerbitan utang baru di akhir 2024 atau selambatnya awal 2025,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC80LzE2ODM1My81L3g4bXFnbm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana menambah kapasitas pembangkit panas bumi hingga mencapai 1 gigawatt pada 2 tahun ke depan.
PGEO tercatat memiliki kapasitas sebesar 672 megawatt (MW). Maka itu, ada total 340 MW lagi pembangkit panas bumi yang ditargetkan terpasang untuk memenuhi rencana itu.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah, Cek Saham Pilihannya

Direktur Keuangan PGE Nelwin Aldriansyah menyatakan bahwa, proyek itu dibiayai dari berbagai sumber pendanaan. Seperti dari sisa dana segar yang diperoleh dari usai emiten berkode PGEO melantai di bursa, keuangan internal hingga rencana penerbitan obligasi.

&quot;340 MW apabila kita rata-rata power plan geothermal. Jadi rata-rata 2,5 juta-3 juta per megawatt. Hal ini butuh capex kurang lebih USD1 miliar,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
IPO, Mutuagung Lestari Tetapkan Harga Rp110/Saham Bidik Rp103,7 Miliar

Dia menjelaskan PGEO saat ini masih punya sisa dana yang diperoleh dari IPO sebesar USD450 juta. Apabila ditambah dengan kas internal, maka setengah dari kebutuhan pendanaan sudah terpenuhi.Kemudian, lanjut dia PGEO berencana menerbitkan green bond alias obligasi hijau jilid II. Penerbitan obligasi ditargetkan terlaksana pada akhir 2024 atau awal 2025.
&quot;Jadi kurang lebih USD500 atau setara Rp7,5 triliun (Kurs Rp15.000) juta kita akan kombinasi dengan internal cash dan penerbitan utang baru. Dan kita prediksi penerbitan utang baru di akhir 2024 atau selambatnya awal 2025,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
