<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandiaga Uno Tawarkan Investasi Hijau ke 355 Investor Potensial di ITIF 2023</title><description>Sandiaga Uno menawarkan investasi hijau kepada 355 investor potensial  yang hadir di International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852476/sandiaga-uno-tawarkan-investasi-hijau-ke-355-investor-potensial-di-itif-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852476/sandiaga-uno-tawarkan-investasi-hijau-ke-355-investor-potensial-di-itif-2023"/><item><title>Sandiaga Uno Tawarkan Investasi Hijau ke 355 Investor Potensial di ITIF 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852476/sandiaga-uno-tawarkan-investasi-hijau-ke-355-investor-potensial-di-itif-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852476/sandiaga-uno-tawarkan-investasi-hijau-ke-355-investor-potensial-di-itif-2023</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/320/2852476/sandiaga-uno-tawarkan-investasi-hijau-ke-355-investor-potensial-di-itif-2023-GqZsZqb1fr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno tawarkan investasi hijau (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/320/2852476/sandiaga-uno-tawarkan-investasi-hijau-ke-355-investor-potensial-di-itif-2023-GqZsZqb1fr.jpg</image><title>Sandiaga Uno tawarkan investasi hijau (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xLzE2ODA5My81L3g4bWl4YXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALI &amp;ndash; Menparekraf Sandiaga Uno menawarkan investasi hijau kepada 355 investor potensial yang hadir di International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023.  Tawaran yang disampaikan Sandiaga sejalan dengan konsep ekonomi hijau dalam pariwisata era baru.
&quot;Kita mengharapkan bahwa pariwisata era baru ini, selain lebih berkualitas dan berkelanjutan juga membuka lapangan kerja yang luas dengan target 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,&quot; ungkap Sandiaga Uno usai membuka ITIF 2023 di Bali pada Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
Relawan Sandiaga Uno Hadirkan Pekanbaru Culinary Festival untuk UMKM Naik Kelas


&quot;Saya ucapkan terima kasih kolaborasinya dari seluruh pihak yang sudah menghadirkan destinasi-destinasi baru selain tentunya Bali sebagai tawaran investasi-investasi dengan target antara USD 6-8 miliar,&quot; ujarnya.
Tawaran investasi hijau tersebut katanya meliputi sejumlah proyek strategis di sejumlah destinasi wisata Nusantara.  Di antaranya Bali sebagai destinasi tulang punggung nasional.

BACA JUGA:
Sandiaga Uno Terkesan dengan Karya Santri di Bogor: Konten Digitalnya Sudah Sekelas Kementerian


Selanjutnya, lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang meliputi, Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo.
Selain itu, investasi hijau juga akan dihadirkan di sepuluh destinasi wisata unggulan yang tersebar di Indonesia.
&quot;Target kita sampai 2025 itu USD 6-8 miliar, ini ditopang oleh Bali, lima destinasi super prioritas dan sepuluh kawasan ekonomi khusus,&quot; ungkap Sandiaga.
Menurutnya, minat investor untuk Bali selalu tinggi karena Bali ini  memang destinasi unggulan-top of mind. Namun, Sandi ingin mendorong juga  konsep Bali and Beyond ini ke lima destinasi super prioritas dan  beberapa destinasi-destinasi unggulan.
&quot;Kita melihat sampai dengan pertengahan tahun realisasinya sudah on  track, tapi kita harus bekerja lebih keras lagi, karena tipe-tipe  investasi yang diinginkan ini adalah tipe investasi baru yang masa balik  modalnya itu lebih cepat dengan pendekatan lebih inklusif, dan lebih  hijau, itu yang menjadi target dari kita untuk membangun investasi di  pariwisata,&quot; jelasnya.
Lewat investasi hijau yang berkelanjutan, dirinya optimis ekonomi hijau yang menjadi masa depan Indonesia akan tercapai.
Sejalan dengan ekonomi hijau, dirinya pun berharap kondisi politik  bangsa sepanjang kontestasi demokrasi 2024 dapat berlangsung sejuk dan  kondusif.  Sehingga iklim investasi nasional terjaga, pembangunan  dipercepat dan bonus demografi tahun 2030 dapat dimanfaatkan dengan  optimal untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045.
&quot;Pariwisata hijau dan ekonomi hijau adalah masa depan ekonomi kita,  jadi itu yang dilambangkan dalam Investment Forum ini, saya ingin kita  fokusnya itu agar kontestasi demokrasi itu sejuk, dan kontestasi  demokrasi ini dibawa dengan riang gembira, jadi saya menyampaikan bahwa  ke depan kita harus lebih berkolaborasi, warna-warna yang terepresentasi  ini tetap terbangun,&quot; ungkap Sandiaga Uno.
&quot;Tapi kalau kita lihat berdasarkan Forum Investasi ini kan masa depan  dari ekonomi kita kan ekonomi hijau, jadi kita menuju ke ekonomi  hijau,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xLzE2ODA5My81L3g4bWl4YXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALI &amp;ndash; Menparekraf Sandiaga Uno menawarkan investasi hijau kepada 355 investor potensial yang hadir di International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023.  Tawaran yang disampaikan Sandiaga sejalan dengan konsep ekonomi hijau dalam pariwisata era baru.
&quot;Kita mengharapkan bahwa pariwisata era baru ini, selain lebih berkualitas dan berkelanjutan juga membuka lapangan kerja yang luas dengan target 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,&quot; ungkap Sandiaga Uno usai membuka ITIF 2023 di Bali pada Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
Relawan Sandiaga Uno Hadirkan Pekanbaru Culinary Festival untuk UMKM Naik Kelas


&quot;Saya ucapkan terima kasih kolaborasinya dari seluruh pihak yang sudah menghadirkan destinasi-destinasi baru selain tentunya Bali sebagai tawaran investasi-investasi dengan target antara USD 6-8 miliar,&quot; ujarnya.
Tawaran investasi hijau tersebut katanya meliputi sejumlah proyek strategis di sejumlah destinasi wisata Nusantara.  Di antaranya Bali sebagai destinasi tulang punggung nasional.

BACA JUGA:
Sandiaga Uno Terkesan dengan Karya Santri di Bogor: Konten Digitalnya Sudah Sekelas Kementerian


Selanjutnya, lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang meliputi, Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo.
Selain itu, investasi hijau juga akan dihadirkan di sepuluh destinasi wisata unggulan yang tersebar di Indonesia.
&quot;Target kita sampai 2025 itu USD 6-8 miliar, ini ditopang oleh Bali, lima destinasi super prioritas dan sepuluh kawasan ekonomi khusus,&quot; ungkap Sandiaga.
Menurutnya, minat investor untuk Bali selalu tinggi karena Bali ini  memang destinasi unggulan-top of mind. Namun, Sandi ingin mendorong juga  konsep Bali and Beyond ini ke lima destinasi super prioritas dan  beberapa destinasi-destinasi unggulan.
&quot;Kita melihat sampai dengan pertengahan tahun realisasinya sudah on  track, tapi kita harus bekerja lebih keras lagi, karena tipe-tipe  investasi yang diinginkan ini adalah tipe investasi baru yang masa balik  modalnya itu lebih cepat dengan pendekatan lebih inklusif, dan lebih  hijau, itu yang menjadi target dari kita untuk membangun investasi di  pariwisata,&quot; jelasnya.
Lewat investasi hijau yang berkelanjutan, dirinya optimis ekonomi hijau yang menjadi masa depan Indonesia akan tercapai.
Sejalan dengan ekonomi hijau, dirinya pun berharap kondisi politik  bangsa sepanjang kontestasi demokrasi 2024 dapat berlangsung sejuk dan  kondusif.  Sehingga iklim investasi nasional terjaga, pembangunan  dipercepat dan bonus demografi tahun 2030 dapat dimanfaatkan dengan  optimal untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045.
&quot;Pariwisata hijau dan ekonomi hijau adalah masa depan ekonomi kita,  jadi itu yang dilambangkan dalam Investment Forum ini, saya ingin kita  fokusnya itu agar kontestasi demokrasi itu sejuk, dan kontestasi  demokrasi ini dibawa dengan riang gembira, jadi saya menyampaikan bahwa  ke depan kita harus lebih berkolaborasi, warna-warna yang terepresentasi  ini tetap terbangun,&quot; ungkap Sandiaga Uno.
&quot;Tapi kalau kita lihat berdasarkan Forum Investasi ini kan masa depan  dari ekonomi kita kan ekonomi hijau, jadi kita menuju ke ekonomi  hijau,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
