<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BUMN Incar Sektor Pertambangan dan Logistik di Afrika</title><description>Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengincar investasi setor pertambangan dan logistik di Afrika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852572/bumn-incar-sektor-pertambangan-dan-logistik-di-afrika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852572/bumn-incar-sektor-pertambangan-dan-logistik-di-afrika"/><item><title>BUMN Incar Sektor Pertambangan dan Logistik di Afrika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852572/bumn-incar-sektor-pertambangan-dan-logistik-di-afrika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/320/2852572/bumn-incar-sektor-pertambangan-dan-logistik-di-afrika</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/320/2852572/bumn-incar-sektor-pertambangan-dan-logistik-di-afrika-O6HXt3hUsT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BUMN incar investasi tambang dan logistik di Afrika (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/320/2852572/bumn-incar-sektor-pertambangan-dan-logistik-di-afrika-O6HXt3hUsT.jpg</image><title>BUMN incar investasi tambang dan logistik di Afrika (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMC8xLzE2ODI1OS81L3g4bW53ZnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengincar investasi setor pertambangan dan logistik di Afrika. Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, rencana investasi BUMN di Afrika belum spesifik merujuk ke sektor mana saja, namun pertambangan dan infrastruktur logistik menjadi fokus pembahasan pemerintah saat ini.
&quot;Belum ada yang spesifik, tapi kan kita kan ada dua hal yang memang kita diskusikan, pertama itu mengenai infrastruktur seperti jaringan logistik. Kedua untuk mining (pertambangan),&quot; ujar Tiko saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
155 Pejabat BUMN Belum Laporkan Harta Kekayaan, Erick Thohir: Kita Lagi Cek


Kedua aspek itu dipandang krusial, khususnya di bidang pertambangan. Tiko menyebut Indonesia adalah negara yang fokus mengembangkan pabrik baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sehingga membutuhkan mineral pertambangan.

BACA JUGA:
Pegawai di BUMN Karya Tak Bisa Ajukan Kredit Motor, Erick Thohir Panggil Dirut Bank Mandiri


&quot;Karena kita kan sebagai negara yang ingin mendorong EV, kan perlu juga butuh mineral-mineral yang melengkapi seperti lithium, cobalt,&quot; ucapnya.
&quot;Itu kita ada dua hal yang coba kita diskusikan, tetapi belum ada yang spesifik,&quot; lanjut dia.
Pada 2019 lalu, Indonesia dan Afrika telah menyepakati kerja sama  dengan nilai investasi sebesar USD822 juta atau sekitar Rp 11,7 triliun,  dalam bidang infrastruktur dan transportasi.
Adapun BUMN terlibat dalam kerja sama tersebut antara lain, PT Wijaya  Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kimia Farma  Tbk, PT Bio Farma (Persero) Tbk, PT INKA (Persero), PT Len Industri  (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Melalui BUMN tersebut, Pemerintah Indonesia dipercaya menggarap sejumlah proyek yang ada di negara-negara Afrika.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMC8xLzE2ODI1OS81L3g4bW53ZnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengincar investasi setor pertambangan dan logistik di Afrika. Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, rencana investasi BUMN di Afrika belum spesifik merujuk ke sektor mana saja, namun pertambangan dan infrastruktur logistik menjadi fokus pembahasan pemerintah saat ini.
&quot;Belum ada yang spesifik, tapi kan kita kan ada dua hal yang memang kita diskusikan, pertama itu mengenai infrastruktur seperti jaringan logistik. Kedua untuk mining (pertambangan),&quot; ujar Tiko saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
155 Pejabat BUMN Belum Laporkan Harta Kekayaan, Erick Thohir: Kita Lagi Cek


Kedua aspek itu dipandang krusial, khususnya di bidang pertambangan. Tiko menyebut Indonesia adalah negara yang fokus mengembangkan pabrik baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sehingga membutuhkan mineral pertambangan.

BACA JUGA:
Pegawai di BUMN Karya Tak Bisa Ajukan Kredit Motor, Erick Thohir Panggil Dirut Bank Mandiri


&quot;Karena kita kan sebagai negara yang ingin mendorong EV, kan perlu juga butuh mineral-mineral yang melengkapi seperti lithium, cobalt,&quot; ucapnya.
&quot;Itu kita ada dua hal yang coba kita diskusikan, tetapi belum ada yang spesifik,&quot; lanjut dia.
Pada 2019 lalu, Indonesia dan Afrika telah menyepakati kerja sama  dengan nilai investasi sebesar USD822 juta atau sekitar Rp 11,7 triliun,  dalam bidang infrastruktur dan transportasi.
Adapun BUMN terlibat dalam kerja sama tersebut antara lain, PT Wijaya  Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kimia Farma  Tbk, PT Bio Farma (Persero) Tbk, PT INKA (Persero), PT Len Industri  (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Melalui BUMN tersebut, Pemerintah Indonesia dipercaya menggarap sejumlah proyek yang ada di negara-negara Afrika.</content:encoded></item></channel></rss>
