<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Targetkan Pengendali Banjir Sungai Loji dan Banger Rampung 2023</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852250/menteri-basuki-targetkan-pengendali-banjir-sungai-loji-dan-banger-rampung-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852250/menteri-basuki-targetkan-pengendali-banjir-sungai-loji-dan-banger-rampung-2023"/><item><title>Menteri Basuki Targetkan Pengendali Banjir Sungai Loji dan Banger Rampung 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852250/menteri-basuki-targetkan-pengendali-banjir-sungai-loji-dan-banger-rampung-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852250/menteri-basuki-targetkan-pengendali-banjir-sungai-loji-dan-banger-rampung-2023</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/470/2852250/menteri-basuki-targetkan-pengendali-banjir-sungai-loji-dan-banger-rampung-2023-gqzXx43HRu.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pengendali banjir. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/470/2852250/menteri-basuki-targetkan-pengendali-banjir-sungai-loji-dan-banger-rampung-2023-gqzXx43HRu.JPG</image><title>Pengendali banjir. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xLzE2ODA5Mi81L3g4bWl4ODI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Wilayah pesisir Kota Pekalongan kerap menghadapi potensi banjir rob akibat pasang air laut Utara Jawa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Diguyur Hujan Deras, Banjir Setengah Meter Terjang Periuk Tangerang

Penanganan banjir dan limpasan rob Kota Pekalongan menggunakan sistem polder dengan komponen meliputi pembangunan tanggul laut, bendung gerak, peningkatan tanggul, pembuatan kolam retensi, dan pemasangan rumah pompa.

&quot;Biasanya polder itu berbentuk kolam, tetapi karena berada di wilayah permukiman dan tambak, kita buat long storage di mana pada bagian ujungnya kita pasang pompa,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Dahsyat Landa Provinsi Kanada, Sebabkan Kerusakan Parah dan 4 Orang Hilang

Pembangunan pengendali banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger terbagi menjadi tiga paket kontraktual.

Paket I di antaranya pembangunan kolam retensi dan kolam tambat kapal, area pelimpah, rumah pompa, bendung gerak, parapet Sungai Loji, dan bangunan regulator gate.

Pekerjaan dilakukan kontraktor PT Waskita Karya-Agung (KSO) dengan pendanaan APBN 2021-2023 senilai Rp460,74 miliar. Progres fisik hingga 11 Juni 2023 untuk Paket I mencapai 57,4%.

Paket II di antaranya pekerjaan normalisasi Sungai Banger, pemasangan parapet Sungai Banger, pemasangan parapet dan normalisasi Sungai Mati, pekerjaan tanggul Pantai Slamaran, pekerjaan tanggul Pantai Degayu, pembangunan rumah pompa Seruni, pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Pabean, dan pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Sengkarang-Silempeng. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya-Maju (KSO) dengan nilai kontrak Rp282,67 miliar dan progres fisik 66,43%.
Paket III di antaranya berupa pekerjaan tanggul dan long storage Sibulanan (Zona 1,2,3 dan 4), pembangunan rumah pompa Sibulanan, pekerjaan long storage dan rumah pompa Susukan, long storage dan rumah pompa Clumprit, tanggul Sungai Loji, pekerjaan jalan trem Gabus-Susukan serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah DBD dan Banjir, Gardu Ganjar Kompak Gotong Royong Bersama Warga Serang


Paket III dikerjakan oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi-BRP-APTA (KSO) dengan pendanaan APBN 2021-2023 senilai Rp393,64 miliar dan progres konstruksinya sudah mencapai 79,13%.



Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam menangani permasalahan sosial yang muncul. Salah satu tantangan dalam proyek ini adalah pembebasan lahan pada pembangunan tanggul rob Pantai Degayu dan masih adanya 4 kapal rusak yang berada di trase pekerjaan parapet Sungai Loji.



Pembangunan tanggul di wilayah pesisir Kota Pekalongan bertujuan untuk mengeringkan kawasan yang selama ini selalu tergenang rob, serta memisahkan antara zona pemukiman penduduk yang kering dan zona tambak yang dibiarkan tergenang. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xLzE2ODA5Mi81L3g4bWl4ODI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Wilayah pesisir Kota Pekalongan kerap menghadapi potensi banjir rob akibat pasang air laut Utara Jawa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Diguyur Hujan Deras, Banjir Setengah Meter Terjang Periuk Tangerang

Penanganan banjir dan limpasan rob Kota Pekalongan menggunakan sistem polder dengan komponen meliputi pembangunan tanggul laut, bendung gerak, peningkatan tanggul, pembuatan kolam retensi, dan pemasangan rumah pompa.

&quot;Biasanya polder itu berbentuk kolam, tetapi karena berada di wilayah permukiman dan tambak, kita buat long storage di mana pada bagian ujungnya kita pasang pompa,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Dahsyat Landa Provinsi Kanada, Sebabkan Kerusakan Parah dan 4 Orang Hilang

Pembangunan pengendali banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger terbagi menjadi tiga paket kontraktual.

Paket I di antaranya pembangunan kolam retensi dan kolam tambat kapal, area pelimpah, rumah pompa, bendung gerak, parapet Sungai Loji, dan bangunan regulator gate.

Pekerjaan dilakukan kontraktor PT Waskita Karya-Agung (KSO) dengan pendanaan APBN 2021-2023 senilai Rp460,74 miliar. Progres fisik hingga 11 Juni 2023 untuk Paket I mencapai 57,4%.

Paket II di antaranya pekerjaan normalisasi Sungai Banger, pemasangan parapet Sungai Banger, pemasangan parapet dan normalisasi Sungai Mati, pekerjaan tanggul Pantai Slamaran, pekerjaan tanggul Pantai Degayu, pembangunan rumah pompa Seruni, pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Pabean, dan pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Sengkarang-Silempeng. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya-Maju (KSO) dengan nilai kontrak Rp282,67 miliar dan progres fisik 66,43%.
Paket III di antaranya berupa pekerjaan tanggul dan long storage Sibulanan (Zona 1,2,3 dan 4), pembangunan rumah pompa Sibulanan, pekerjaan long storage dan rumah pompa Susukan, long storage dan rumah pompa Clumprit, tanggul Sungai Loji, pekerjaan jalan trem Gabus-Susukan serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah DBD dan Banjir, Gardu Ganjar Kompak Gotong Royong Bersama Warga Serang


Paket III dikerjakan oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi-BRP-APTA (KSO) dengan pendanaan APBN 2021-2023 senilai Rp393,64 miliar dan progres konstruksinya sudah mencapai 79,13%.



Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam menangani permasalahan sosial yang muncul. Salah satu tantangan dalam proyek ini adalah pembebasan lahan pada pembangunan tanggul rob Pantai Degayu dan masih adanya 4 kapal rusak yang berada di trase pekerjaan parapet Sungai Loji.



Pembangunan tanggul di wilayah pesisir Kota Pekalongan bertujuan untuk mengeringkan kawasan yang selama ini selalu tergenang rob, serta memisahkan antara zona pemukiman penduduk yang kering dan zona tambak yang dibiarkan tergenang. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
