<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lapor pak Jokowi, 58 Proyek Strategis Nasional Berpotensi Mangkrak</title><description>Sebanyak 58 Proyek Strategis Nasional (PSN) berpotensi mangkrak alias tidak rampung hingga 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852732/lapor-pak-jokowi-58-proyek-strategis-nasional-berpotensi-mangkrak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852732/lapor-pak-jokowi-58-proyek-strategis-nasional-berpotensi-mangkrak"/><item><title>Lapor pak Jokowi, 58 Proyek Strategis Nasional Berpotensi Mangkrak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852732/lapor-pak-jokowi-58-proyek-strategis-nasional-berpotensi-mangkrak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/26/470/2852732/lapor-pak-jokowi-58-proyek-strategis-nasional-berpotensi-mangkrak</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 20:43 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNS8xLzE2ODEyMS81L3g4bWpqazg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 58 Proyek Strategis Nasional (PSN) berpotensi mangkrak alias tidak rampung hingga 2024. Pemerintah bakal mengevaluasi 58 PSN yang berpotensi mangkrak.
&quot;BPKP kan hitungnya ada 58 (PSN berpotensi mangkrak) di media. Kita sudah lakukan penajaman. Tapi saya belum bisa ngomong (jenis proyeknya) karena BPKP setelah menyerap masukan dari kami dia harus cek lagi dengan BPKP di daerah,&quot; ujar Deputi Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
Masuk PSN, Proyek Tol Semarang-Demak Bakal Dipercepat


Wahyu Utomo menjelaskan pihaknya akan segera melapor ke Presiden terlebih dahulu mana saja proyek-proyek yang berpotensi tidak dapat dibangun atau dirampungkan hingga 2024 mendatang.
&quot;Kan presiden maunya hari Selasa ini rapat, tapi gak jadi. Mudah-mudahan setelah pulang dari China kita rapatkan untuk angka berapanya. Tapi sepertinya tidak 58 PSN. Bisa turun dari 58. Tapi saya tidak mau buka dulu lah. Kalau belum dari presiden saya tidak mau lah,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
58 PSN Mandek, Menko Airlangga Buka Suara


Pada kesempatan tersebut Wahyu juga membocorkan setidaknya ada dua proyek yang kemungkinan tidak bakal rampung atau sulit dikerjakan hingga 2024 mendatang. Seperti proyek Kereta Api Semi Cepat Jakarta - Surabaya dan Pelabuhan Ambon Baru/New Ambon.
Wahyu menjelaskan kedua proyek tersebut terkendala masalah pendanaan sebab kurang dilirik oleh para investor. Sedangkan apabila digarap menggunakan APBN memiliki nilai investasi yang tidak murah.
&quot;Waktu itu kan pak Luhut sampaikan, ini harus dibangun (pelabuhan ambon) tapi kalau ada swasta mau masuk. Nah ini swastanya belum bersedia masuk di sana. Jadi ga mungkin juga kayaknya itu selesai di 2024. Itu yang mungkin akan didrop,&quot; lanjutnya.
Sedangkan untuk Kereta Api Semi Cepat Jakarta- Surabaya, Wahyu Utomo  mengaku sudah mengantongi surat rekomendasi dari Kementerian  Perhubungan, terkait belum adanya financial close alias minat swasta  investasi di sana.
&quot;Kalau usulan Kemenhub begitu ya, ada suratnya. Itu karena belum ada  financial closing. Pembiayaannya saja kita belum tahu,&quot; katanya.
Selain masalah pembiayaannya, Wahyu Utomo memaparkan hambatan lainnya  terkait penyelesaian proyek PSN ini adalah dari sisi pengadaan lahan.  Ketersediaan lahan yang terbatas membuat ongkos pembebasan lahan suatu  proyek menjadi cukup mahal.
&quot;Jadi paling tidak untuk pengadaan tanah kita sudah bereskan yang  tanah musnah sudah keluar. Lalu PP revisi PP 19/2021 mudah-mudahan  selesai urusan lahan, tapi ya kita lihat sendiri ya kemarin prosesnya  cukup lama,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNS8xLzE2ODEyMS81L3g4bWpqazg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 58 Proyek Strategis Nasional (PSN) berpotensi mangkrak alias tidak rampung hingga 2024. Pemerintah bakal mengevaluasi 58 PSN yang berpotensi mangkrak.
&quot;BPKP kan hitungnya ada 58 (PSN berpotensi mangkrak) di media. Kita sudah lakukan penajaman. Tapi saya belum bisa ngomong (jenis proyeknya) karena BPKP setelah menyerap masukan dari kami dia harus cek lagi dengan BPKP di daerah,&quot; ujar Deputi Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:
Masuk PSN, Proyek Tol Semarang-Demak Bakal Dipercepat


Wahyu Utomo menjelaskan pihaknya akan segera melapor ke Presiden terlebih dahulu mana saja proyek-proyek yang berpotensi tidak dapat dibangun atau dirampungkan hingga 2024 mendatang.
&quot;Kan presiden maunya hari Selasa ini rapat, tapi gak jadi. Mudah-mudahan setelah pulang dari China kita rapatkan untuk angka berapanya. Tapi sepertinya tidak 58 PSN. Bisa turun dari 58. Tapi saya tidak mau buka dulu lah. Kalau belum dari presiden saya tidak mau lah,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
58 PSN Mandek, Menko Airlangga Buka Suara


Pada kesempatan tersebut Wahyu juga membocorkan setidaknya ada dua proyek yang kemungkinan tidak bakal rampung atau sulit dikerjakan hingga 2024 mendatang. Seperti proyek Kereta Api Semi Cepat Jakarta - Surabaya dan Pelabuhan Ambon Baru/New Ambon.
Wahyu menjelaskan kedua proyek tersebut terkendala masalah pendanaan sebab kurang dilirik oleh para investor. Sedangkan apabila digarap menggunakan APBN memiliki nilai investasi yang tidak murah.
&quot;Waktu itu kan pak Luhut sampaikan, ini harus dibangun (pelabuhan ambon) tapi kalau ada swasta mau masuk. Nah ini swastanya belum bersedia masuk di sana. Jadi ga mungkin juga kayaknya itu selesai di 2024. Itu yang mungkin akan didrop,&quot; lanjutnya.
Sedangkan untuk Kereta Api Semi Cepat Jakarta- Surabaya, Wahyu Utomo  mengaku sudah mengantongi surat rekomendasi dari Kementerian  Perhubungan, terkait belum adanya financial close alias minat swasta  investasi di sana.
&quot;Kalau usulan Kemenhub begitu ya, ada suratnya. Itu karena belum ada  financial closing. Pembiayaannya saja kita belum tahu,&quot; katanya.
Selain masalah pembiayaannya, Wahyu Utomo memaparkan hambatan lainnya  terkait penyelesaian proyek PSN ini adalah dari sisi pengadaan lahan.  Ketersediaan lahan yang terbatas membuat ongkos pembebasan lahan suatu  proyek menjadi cukup mahal.
&quot;Jadi paling tidak untuk pengadaan tanah kita sudah bereskan yang  tanah musnah sudah keluar. Lalu PP revisi PP 19/2021 mudah-mudahan  selesai urusan lahan, tapi ya kita lihat sendiri ya kemarin prosesnya  cukup lama,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
