<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemulihan Pasar Obligasi Indonesia Berlanjut hingga Akhir Tahun</title><description>Pemulihan pasar obligasi Indonesia diproyeksi berlanjut hingga akhir tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/278/2853235/pemulihan-pasar-obligasi-indonesia-berlanjut-hingga-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/278/2853235/pemulihan-pasar-obligasi-indonesia-berlanjut-hingga-akhir-tahun"/><item><title>Pemulihan Pasar Obligasi Indonesia Berlanjut hingga Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/278/2853235/pemulihan-pasar-obligasi-indonesia-berlanjut-hingga-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/278/2853235/pemulihan-pasar-obligasi-indonesia-berlanjut-hingga-akhir-tahun</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2023 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/27/278/2853235/pemulihan-pasar-obligasi-indonesia-berlanjut-hingga-akhir-tahun-w7aTXSCSQO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar obligasi dalam negeri (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/27/278/2853235/pemulihan-pasar-obligasi-indonesia-berlanjut-hingga-akhir-tahun-w7aTXSCSQO.jpg</image><title>Pasar obligasi dalam negeri (Foto: Shutterstock)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Pemulihan pasar obligasi Indonesia diproyeksi berlanjut hingga akhir tahun. PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) memproyeksikan hal itu didorong oleh terjaganya kondisi makro domestik, serta adanya ekspektasi puncak siklus kenaikan suku bunga global dan dalam negeri.

BACA JUGA:
Tambah Kapasitas Jadi 1 Gigawatt, Pertamina Geothermal Mau Terbitkan Obligasi Rp7,5 Triliun

&amp;ldquo;Kami melihat bahwa secara tren yield akan turun, ini bagus, artinya pasar lagi bullish. Kami melihat masih ada potensi penurunan lebih lanjut, tapi jika dibandingkan historis tidak sedalam tahun-tahun sebelumnya,&amp;rdquo; kata Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PHEI, Roby Rushandie di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:
Emiten Pertambangan Merdeka Copper (MDKA) Terbitkan Obligasi Rp2,55 Triliun

Meski demikian, Rudy mengatakan volatilitas diperkirakan masih membayangi pasar obligasi dalam negeri. Adapun, yang menjadi faktor pendorong volatilitas pasar obligasi hingga akhir tahun ini yaitu potensi persistennya inflasi negara-negara maju, arah kebijakan The Fed, serta sikap wait and see terhadap geopolitik dan Pemilu 2024.
Sementara itu, hingga semester I 2023 pasar obligasi masih bergerak  positif yang ditopang oleh tren penurunan level inflasi di global  terutama di Amerika Serikat (AS), sehingga turut mendorong ekspektasi  jika The Fed maupun Bank Sentral utama lainnya di global mulai akan  memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.Di samping itu, ekspektasi pelonggaran moneter di global juga dipicu  oleh melambatnya ekonomi yang saat ini terjadi di global. &amp;ldquo;Terjaganya  fundamental ekonomi dalam negeri turut menjadi penopang penguatan pasar,  seperti terkendalinya nilai tukar Rupiah,&amp;rdquo; ujar Roby.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Indonesia Composite Bond  Index (ICBI) naik sebesar +6,48% year to date (ytd) ke level 367,1162.  Kenaikan ICBI didorong oleh indeks return obligasi pemerintah  (INDOBeXG-TR) yang naik +6,61% year to date, dan indeks return obligasi  korporasi (INDOBeXC-TR) naik +4,64% year to date.
Roby menambahkan bahwa, kurva yield PHEI-IGSYC juga menunjukkan pola  bullish dengan penurunan rata-rata yield terbesar dialami kelompok tenor  menengah (5-7 tahun), yakni -59,95 bps year to date. Kemudian disusul  oleh kelompok tenor panjang (lebih dari 7 tahun) yang turun -57,25 bps  year to date, serta tenor pendek (kurang dari 5 tahun) turun -21,17 bps  year to date.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Pemulihan pasar obligasi Indonesia diproyeksi berlanjut hingga akhir tahun. PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) memproyeksikan hal itu didorong oleh terjaganya kondisi makro domestik, serta adanya ekspektasi puncak siklus kenaikan suku bunga global dan dalam negeri.

BACA JUGA:
Tambah Kapasitas Jadi 1 Gigawatt, Pertamina Geothermal Mau Terbitkan Obligasi Rp7,5 Triliun

&amp;ldquo;Kami melihat bahwa secara tren yield akan turun, ini bagus, artinya pasar lagi bullish. Kami melihat masih ada potensi penurunan lebih lanjut, tapi jika dibandingkan historis tidak sedalam tahun-tahun sebelumnya,&amp;rdquo; kata Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PHEI, Roby Rushandie di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:
Emiten Pertambangan Merdeka Copper (MDKA) Terbitkan Obligasi Rp2,55 Triliun

Meski demikian, Rudy mengatakan volatilitas diperkirakan masih membayangi pasar obligasi dalam negeri. Adapun, yang menjadi faktor pendorong volatilitas pasar obligasi hingga akhir tahun ini yaitu potensi persistennya inflasi negara-negara maju, arah kebijakan The Fed, serta sikap wait and see terhadap geopolitik dan Pemilu 2024.
Sementara itu, hingga semester I 2023 pasar obligasi masih bergerak  positif yang ditopang oleh tren penurunan level inflasi di global  terutama di Amerika Serikat (AS), sehingga turut mendorong ekspektasi  jika The Fed maupun Bank Sentral utama lainnya di global mulai akan  memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.Di samping itu, ekspektasi pelonggaran moneter di global juga dipicu  oleh melambatnya ekonomi yang saat ini terjadi di global. &amp;ldquo;Terjaganya  fundamental ekonomi dalam negeri turut menjadi penopang penguatan pasar,  seperti terkendalinya nilai tukar Rupiah,&amp;rdquo; ujar Roby.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Indonesia Composite Bond  Index (ICBI) naik sebesar +6,48% year to date (ytd) ke level 367,1162.  Kenaikan ICBI didorong oleh indeks return obligasi pemerintah  (INDOBeXG-TR) yang naik +6,61% year to date, dan indeks return obligasi  korporasi (INDOBeXC-TR) naik +4,64% year to date.
Roby menambahkan bahwa, kurva yield PHEI-IGSYC juga menunjukkan pola  bullish dengan penurunan rata-rata yield terbesar dialami kelompok tenor  menengah (5-7 tahun), yakni -59,95 bps year to date. Kemudian disusul  oleh kelompok tenor panjang (lebih dari 7 tahun) yang turun -57,25 bps  year to date, serta tenor pendek (kurang dari 5 tahun) turun -21,17 bps  year to date.</content:encoded></item></channel></rss>
