<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelolaan Blok Masela Bisa Gerakkan Roda Ekonomi Indonesia Timur</title><description>PHE dalam pengelolaan Lapangan Abadi di Blok Masela akan memiliki manfaat ekonomi yang sangat besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853054/pengelolaan-blok-masela-bisa-gerakkan-roda-ekonomi-indonesia-timur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853054/pengelolaan-blok-masela-bisa-gerakkan-roda-ekonomi-indonesia-timur"/><item><title>Pengelolaan Blok Masela Bisa Gerakkan Roda Ekonomi Indonesia Timur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853054/pengelolaan-blok-masela-bisa-gerakkan-roda-ekonomi-indonesia-timur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853054/pengelolaan-blok-masela-bisa-gerakkan-roda-ekonomi-indonesia-timur</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2023 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/27/320/2853054/pengelolaan-blok-masela-bisa-gerakkan-roda-ekonomi-indonesia-timur-kxjgoOYfwg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengelolaan Blok Masela (Foto: Ditjen Migas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/27/320/2853054/pengelolaan-blok-masela-bisa-gerakkan-roda-ekonomi-indonesia-timur-kxjgoOYfwg.jpg</image><title>Pengelolaan Blok Masela (Foto: Ditjen Migas)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3NC81L3g4ajVnZHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Keterlibatan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina dalam pengelolaan Lapangan Abadi di Blok Masela akan memiliki manfaat ekonomi yang sangat besar termasuk bagi Indonesia bagian timur.

&amp;ldquo;Tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, tapi diharapkan juga  semakin menggerakkan roda ekonomi,&amp;rdquo; kata pengamat ekonomi pembangunan &amp;#8234;Izaac Tonny Matitaputty dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:Pertamina Diharapkan Segera Temukan Cadangan Gas di Blok Masela&amp;nbsp;


Menurutnya, eksplorasi sumber daya alam memang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Terlebih dengan keterlibatan PHE pada pengelolaan Blok Masela, Izaac berharap kondisi demikian akan terwujud.

&amp;ldquo;Saya yakin, karena BUMN Pertamina turut hadir dalam pengelolaan Blok Masela. Roda ekonomi akan bergerak. Karena jika dikelola dengan baik, maka ketimpangan semakin kecil, pengangguran kecil, kemiskinan semakin kecil. Saya yakin hal itu sesuai dengan visi dan misi Pertamina,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:Resmi! Pertamina dan Petronas Caplok Saham Shell di Blok Masela Rp9,75 Triliun&amp;nbsp;


Kehadiran PHE di Blok Masela, akan mampu meningkat kesejahteraan masyarakat setempat. Hal itu sangat berarti bagi Maluku dan juga Indonesia bagian timur. &amp;ldquo;Makanya, dengan Pertamina di Blok Masela, diharapkan eksplorasi akan memberikan efek domino. Misal sekarang Maluku posisi keempat termiskin, mudah-mudahan bisa menurun jauh,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia menyebut, pentingnya perhatian terhadap daerah. Misal dari sisi participating interest maupun upaya penyerapan tenaga lokal.

Salah satu contoh, kata dia, jasa catering untuk karyawan Blok Masela. Jika dipercayakan kepada UMKM lokal, maka dampaknya luar biasa. Karena jasa tersebut, akan terkait dengan pasokan bahan baku, seperti sayur dan lauk. Kalau seluruh bahan baku juga didapatkan dari sumber-sumber lokal, betapa luar biasa dampaknya. &amp;ldquo;Belum lagi di hilir ketika terjadi spend money, maka semua akan bergerak,&amp;rdquo; lanjutnya.



Sebelumnya, 25 Juli 2023 Pertamina melalui Subholding Upstream Pertamina bersama Petronas dipastikan mengambil alih 35% saham Shell Upstream Overseas Services Limited (SUOS) di Blok Masela. Dalam hal ini, PHE dengan porsi 20% dan Petronas 15%.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sah! Pertamina dan Petronas Gantikan Shell Kelola Blok Masela


Mengenai manfaat ekonomi Lapangan Abadi di Blok Masela, sebelumnya pernah disampaikan Lembaga Penyelidikan Ekonomi &amp;amp; Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia 2016 dan Balitbang Kemenaker tahun 2017.



Data keduanya memproyeksikan, manfaat ekonomi Lapangan Abadi memang besar. Yakni, dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD153 miliar serta meningkatkan pendapatan rumah tangga pada tahap konstruksi sebesar USD3 miliar dan tahap produksi sebesar USD30 miliar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3NC81L3g4ajVnZHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Keterlibatan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina dalam pengelolaan Lapangan Abadi di Blok Masela akan memiliki manfaat ekonomi yang sangat besar termasuk bagi Indonesia bagian timur.

&amp;ldquo;Tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, tapi diharapkan juga  semakin menggerakkan roda ekonomi,&amp;rdquo; kata pengamat ekonomi pembangunan &amp;#8234;Izaac Tonny Matitaputty dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:Pertamina Diharapkan Segera Temukan Cadangan Gas di Blok Masela&amp;nbsp;


Menurutnya, eksplorasi sumber daya alam memang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Terlebih dengan keterlibatan PHE pada pengelolaan Blok Masela, Izaac berharap kondisi demikian akan terwujud.

&amp;ldquo;Saya yakin, karena BUMN Pertamina turut hadir dalam pengelolaan Blok Masela. Roda ekonomi akan bergerak. Karena jika dikelola dengan baik, maka ketimpangan semakin kecil, pengangguran kecil, kemiskinan semakin kecil. Saya yakin hal itu sesuai dengan visi dan misi Pertamina,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:Resmi! Pertamina dan Petronas Caplok Saham Shell di Blok Masela Rp9,75 Triliun&amp;nbsp;


Kehadiran PHE di Blok Masela, akan mampu meningkat kesejahteraan masyarakat setempat. Hal itu sangat berarti bagi Maluku dan juga Indonesia bagian timur. &amp;ldquo;Makanya, dengan Pertamina di Blok Masela, diharapkan eksplorasi akan memberikan efek domino. Misal sekarang Maluku posisi keempat termiskin, mudah-mudahan bisa menurun jauh,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia menyebut, pentingnya perhatian terhadap daerah. Misal dari sisi participating interest maupun upaya penyerapan tenaga lokal.

Salah satu contoh, kata dia, jasa catering untuk karyawan Blok Masela. Jika dipercayakan kepada UMKM lokal, maka dampaknya luar biasa. Karena jasa tersebut, akan terkait dengan pasokan bahan baku, seperti sayur dan lauk. Kalau seluruh bahan baku juga didapatkan dari sumber-sumber lokal, betapa luar biasa dampaknya. &amp;ldquo;Belum lagi di hilir ketika terjadi spend money, maka semua akan bergerak,&amp;rdquo; lanjutnya.



Sebelumnya, 25 Juli 2023 Pertamina melalui Subholding Upstream Pertamina bersama Petronas dipastikan mengambil alih 35% saham Shell Upstream Overseas Services Limited (SUOS) di Blok Masela. Dalam hal ini, PHE dengan porsi 20% dan Petronas 15%.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sah! Pertamina dan Petronas Gantikan Shell Kelola Blok Masela


Mengenai manfaat ekonomi Lapangan Abadi di Blok Masela, sebelumnya pernah disampaikan Lembaga Penyelidikan Ekonomi &amp;amp; Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia 2016 dan Balitbang Kemenaker tahun 2017.



Data keduanya memproyeksikan, manfaat ekonomi Lapangan Abadi memang besar. Yakni, dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD153 miliar serta meningkatkan pendapatan rumah tangga pada tahap konstruksi sebesar USD3 miliar dan tahap produksi sebesar USD30 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
