<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Dinilai Punya Ruang Tahan Suku Bunga saat The Fed Tancap Gas</title><description>Bank Indonesia dinilai memiliki ruang untuk menahan suku bunga acuan ketika The Fed menaikkan fed rate.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853186/bi-dinilai-punya-ruang-tahan-suku-bunga-saat-the-fed-tancap-gas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853186/bi-dinilai-punya-ruang-tahan-suku-bunga-saat-the-fed-tancap-gas"/><item><title>BI Dinilai Punya Ruang Tahan Suku Bunga saat The Fed Tancap Gas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853186/bi-dinilai-punya-ruang-tahan-suku-bunga-saat-the-fed-tancap-gas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853186/bi-dinilai-punya-ruang-tahan-suku-bunga-saat-the-fed-tancap-gas</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2023 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/27/320/2853186/bi-dinilai-punya-ruang-tahan-suku-bunga-saat-the-fed-tancap-gas-zaZTHReZ5X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI punya ruang tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/27/320/2853186/bi-dinilai-punya-ruang-tahan-suku-bunga-saat-the-fed-tancap-gas-zaZTHReZ5X.jpg</image><title>BI punya ruang tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia dinilai memiliki ruang untuk menahan suku bunga acuan ketika The Fed menaikkan fed rate. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga FFR (Fed Fund Rate) sebesar 25bps ke level 5,50% sudah diperkirakan oleh para pelaku pasar.
Sehingga, kinerja Dollar terhadap mata uang utama yaitu dollar index cenderung bergerak flat, dan bahkan mengalami pelemahan setelah pengumuman tersebut.

BACA JUGA:
The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Tertinggi sejak 2001


Dikatakan Josua, salah satu pendorongnya adalah pernyataan dari Chairman Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga Fed dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada kondisi perekonomian AS terkini.
&quot;Pernyataan tersebut berimplikasi bahwa bila tren penurunan inflasi AS berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, maka Fed berpotensi untuk menahan suku bunganya di level 5,50% hingga akhir tahun 2023,&quot; jelasnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:
Bank Raksasa AS Siap Naikkan Suku Bunga Pinjaman Usai Kenaikan Fed Rate


Menurut Josua, dampak dari kebijakan kenaikan suku Bunga The Fed itu di antaranya adalah ruang yang lebih luas bagi BI untuk mempertahankan suku bunganya.
Seperti diketahui, pada RDG BI bulan Juli ini, BI masih mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI7RR di tengah proyeksi BI bahwa Fed masih akan menaikkan suku bunganya hingga 5,75% hingga akhir tahun ini.
BI sendiri menyatakan bahwa BI akan mendorong stabilitas nilai tukar  melalui kebijakan triple intervention dan operasi twist. Pernyataan BI  tersebut berimplikasi pada probabilitas BI untuk menaikkan suku bunganya  relatif kecil di tengah interest rate differential yang semakin  menipis.
Adapun bila dicermati pada tahun 2023, BI hanya menaikkan suku bunga  sebesar 25bps di bulan Januari, sementara Fed sudah menaikkan suku bunga  sebanyak 75bps, yang mana berarti selisih suku bunga sudah menyempit  setidaknya 50bps.
Josua menambahkan, di tengah penurunan interest rate differential  tersebut, Rupiah menjadi mata uang yang mengalami apresiasi paling besar  di antara mata uang Asia lainnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa  dampak dari interest rate differential cenderung terbatas di tahun 2023.
Dia pun menilai, salah satu yang menjadi penopang nilai tukar Rupiah  di antaranya kondisi fundamental perekonomian yang cenderung solid  terindikasi dari tren penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan,  serta kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti revisi kebijakan DHE oleh  Pemerintah, operasi moneter TD DHE Valas yang sebelumnya sudah  diluncurkan oleh BI serta langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan BI  seperti triple intervention dan operation twist.
&quot;Mencermati kondisi pasar dan stabilitas nilai tukar Rupiah tersebut,  kami perkirakan bahwa BI masih akan cenderung mempertahankan suku bunga  kebijakannya hingga akhir tahun,&quot; pungkas Josua.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia dinilai memiliki ruang untuk menahan suku bunga acuan ketika The Fed menaikkan fed rate. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga FFR (Fed Fund Rate) sebesar 25bps ke level 5,50% sudah diperkirakan oleh para pelaku pasar.
Sehingga, kinerja Dollar terhadap mata uang utama yaitu dollar index cenderung bergerak flat, dan bahkan mengalami pelemahan setelah pengumuman tersebut.

BACA JUGA:
The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Tertinggi sejak 2001


Dikatakan Josua, salah satu pendorongnya adalah pernyataan dari Chairman Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga Fed dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada kondisi perekonomian AS terkini.
&quot;Pernyataan tersebut berimplikasi bahwa bila tren penurunan inflasi AS berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, maka Fed berpotensi untuk menahan suku bunganya di level 5,50% hingga akhir tahun 2023,&quot; jelasnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:
Bank Raksasa AS Siap Naikkan Suku Bunga Pinjaman Usai Kenaikan Fed Rate


Menurut Josua, dampak dari kebijakan kenaikan suku Bunga The Fed itu di antaranya adalah ruang yang lebih luas bagi BI untuk mempertahankan suku bunganya.
Seperti diketahui, pada RDG BI bulan Juli ini, BI masih mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI7RR di tengah proyeksi BI bahwa Fed masih akan menaikkan suku bunganya hingga 5,75% hingga akhir tahun ini.
BI sendiri menyatakan bahwa BI akan mendorong stabilitas nilai tukar  melalui kebijakan triple intervention dan operasi twist. Pernyataan BI  tersebut berimplikasi pada probabilitas BI untuk menaikkan suku bunganya  relatif kecil di tengah interest rate differential yang semakin  menipis.
Adapun bila dicermati pada tahun 2023, BI hanya menaikkan suku bunga  sebesar 25bps di bulan Januari, sementara Fed sudah menaikkan suku bunga  sebanyak 75bps, yang mana berarti selisih suku bunga sudah menyempit  setidaknya 50bps.
Josua menambahkan, di tengah penurunan interest rate differential  tersebut, Rupiah menjadi mata uang yang mengalami apresiasi paling besar  di antara mata uang Asia lainnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa  dampak dari interest rate differential cenderung terbatas di tahun 2023.
Dia pun menilai, salah satu yang menjadi penopang nilai tukar Rupiah  di antaranya kondisi fundamental perekonomian yang cenderung solid  terindikasi dari tren penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan,  serta kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti revisi kebijakan DHE oleh  Pemerintah, operasi moneter TD DHE Valas yang sebelumnya sudah  diluncurkan oleh BI serta langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan BI  seperti triple intervention dan operation twist.
&quot;Mencermati kondisi pasar dan stabilitas nilai tukar Rupiah tersebut,  kami perkirakan bahwa BI masih akan cenderung mempertahankan suku bunga  kebijakannya hingga akhir tahun,&quot; pungkas Josua.</content:encoded></item></channel></rss>
