<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TikTok Tak Akan Luncurkan Project S di Indonesia, Begini Respons Menkop Teten</title><description>TikTok Indonesia telah berjanji bahwa Project S tidak akan diluncurkan di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853194/tiktok-tak-akan-luncurkan-project-s-di-indonesia-begini-respons-menkop-teten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853194/tiktok-tak-akan-luncurkan-project-s-di-indonesia-begini-respons-menkop-teten"/><item><title>TikTok Tak Akan Luncurkan Project S di Indonesia, Begini Respons Menkop Teten</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853194/tiktok-tak-akan-luncurkan-project-s-di-indonesia-begini-respons-menkop-teten</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/320/2853194/tiktok-tak-akan-luncurkan-project-s-di-indonesia-begini-respons-menkop-teten</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2023 16:57 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/27/320/2853194/tiktok-tak-akan-luncurkan-project-s-di-indonesia-begini-respons-menkop-teten-0tBVu9nCbe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Respons Tetens soal Project S TikTok (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/27/320/2853194/tiktok-tak-akan-luncurkan-project-s-di-indonesia-begini-respons-menkop-teten-0tBVu9nCbe.jpg</image><title>Respons Tetens soal Project S TikTok (Foto: Setkab)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMi8xLzE2ODAxNy81L3g4bWd1YzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; TikTok Indonesia telah berjanji bahwa Project S tidak akan diluncurkan di Indonesia. MenkopUKM Teten Masduki mengatakan Project S sangat berpotensi untuk memukul produk-produk lokal.
&quot;Itu kan saya melihatnya di Inggris dan beberapa negara lain kan sangat memukul produk lokal, kecanggihan teknologi algoritma mereka. TikTok berjanji project S tidak akan dilakukan di Indonesia,&quot; kata Teten kepada awak media di Jakarta, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:
UMKM Jual Produk Impor, TikTok: Aturannya Tidak Ada


Teten menegaskan, platform digital tidak diperbolehkan menjual produk mereka sendiri, dan tidak diperbolehkan memiliki merek dagang atau menjual produk dari afiliasi bisnisnya.
&quot;Kalau mereka jualan barang juga, algoritma mereka akan mengarahkan pada produk-produk mereka, sehingga konsumen di pasar digital akan membeli produk afiliasi bisnis,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Menteri Teten Tak Hadir Pertemuan dengan TikTok soal Project S, Ini Alasannya


Teten juga meminta retail online tidak boleh melakukan cross border atau perdagangan lintas batas. Mereka harus menjalankan mekanisme impor untuk bisa menjual produknya di Indonesia.
&quot;Kalau langsung seperti itu pasti enggak bisa bersaing UMKM kita, karena UMKM di dalam negeri harus ngurus izin edar, SNI, sertifikasi halal dan sebagainya,&quot; terangnya.
Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan Kementerian Koperasi dan UKM  pada Rabu (26/7), TikTok Indonesia menegaskan bahwa tidak ada rencana  untuk meluncurkan Project S di Indonesia.
&quot;Kami sampaikan juga kami tidak punya niatan untuk menciptakan produk  e-commerce sendiri atau untuk menjadi whole seller (Project S) yang  akan berkompetisi dengan para penjual lokal di Indonesia,&quot; kata Head of  Communications TikTok Indonesia Anggini Setiawan.
Dia menambahkan, pihaknya juga memutuskan untuk tidak membuka bisnis  cross border atau bisnis lintas batas di Indonesia demi melindungi  porduk UMKM.
&quot;Tidak benar bahwa kami akan meluncurkan inisiatif lintas batas  Indonesia dan kami senang sekali akhirnya hari ini hal tersebut bisa  kami sampaikan langsung kepada Kementerian Koperasi dan UKM,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMi8xLzE2ODAxNy81L3g4bWd1YzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; TikTok Indonesia telah berjanji bahwa Project S tidak akan diluncurkan di Indonesia. MenkopUKM Teten Masduki mengatakan Project S sangat berpotensi untuk memukul produk-produk lokal.
&quot;Itu kan saya melihatnya di Inggris dan beberapa negara lain kan sangat memukul produk lokal, kecanggihan teknologi algoritma mereka. TikTok berjanji project S tidak akan dilakukan di Indonesia,&quot; kata Teten kepada awak media di Jakarta, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:
UMKM Jual Produk Impor, TikTok: Aturannya Tidak Ada


Teten menegaskan, platform digital tidak diperbolehkan menjual produk mereka sendiri, dan tidak diperbolehkan memiliki merek dagang atau menjual produk dari afiliasi bisnisnya.
&quot;Kalau mereka jualan barang juga, algoritma mereka akan mengarahkan pada produk-produk mereka, sehingga konsumen di pasar digital akan membeli produk afiliasi bisnis,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Menteri Teten Tak Hadir Pertemuan dengan TikTok soal Project S, Ini Alasannya


Teten juga meminta retail online tidak boleh melakukan cross border atau perdagangan lintas batas. Mereka harus menjalankan mekanisme impor untuk bisa menjual produknya di Indonesia.
&quot;Kalau langsung seperti itu pasti enggak bisa bersaing UMKM kita, karena UMKM di dalam negeri harus ngurus izin edar, SNI, sertifikasi halal dan sebagainya,&quot; terangnya.
Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan Kementerian Koperasi dan UKM  pada Rabu (26/7), TikTok Indonesia menegaskan bahwa tidak ada rencana  untuk meluncurkan Project S di Indonesia.
&quot;Kami sampaikan juga kami tidak punya niatan untuk menciptakan produk  e-commerce sendiri atau untuk menjadi whole seller (Project S) yang  akan berkompetisi dengan para penjual lokal di Indonesia,&quot; kata Head of  Communications TikTok Indonesia Anggini Setiawan.
Dia menambahkan, pihaknya juga memutuskan untuk tidak membuka bisnis  cross border atau bisnis lintas batas di Indonesia demi melindungi  porduk UMKM.
&quot;Tidak benar bahwa kami akan meluncurkan inisiatif lintas batas  Indonesia dan kami senang sekali akhirnya hari ini hal tersebut bisa  kami sampaikan langsung kepada Kementerian Koperasi dan UKM,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
