<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Perusahaan Milik Soegiarto Adikoesoemo, Raja Minyak Berharta Rp14,5 Triliun</title><description>Ternyata ini perusahaan milik Soegiarto Adikoesoemo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/455/2853259/ternyata-ini-perusahaan-milik-soegiarto-adikoesoemo-raja-minyak-berharta-rp14-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/455/2853259/ternyata-ini-perusahaan-milik-soegiarto-adikoesoemo-raja-minyak-berharta-rp14-5-triliun"/><item><title>Ternyata Ini Perusahaan Milik Soegiarto Adikoesoemo, Raja Minyak Berharta Rp14,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/455/2853259/ternyata-ini-perusahaan-milik-soegiarto-adikoesoemo-raja-minyak-berharta-rp14-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/27/455/2853259/ternyata-ini-perusahaan-milik-soegiarto-adikoesoemo-raja-minyak-berharta-rp14-5-triliun</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2023 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/27/455/2853259/ternyata-ini-perusahaan-milik-soegiarto-adikoesoemo-raja-minyak-berharta-rp14-5-triliun-dJU4PzXCgp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan milik Soegiarto Adikoesoemo (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/27/455/2853259/ternyata-ini-perusahaan-milik-soegiarto-adikoesoemo-raja-minyak-berharta-rp14-5-triliun-dJU4PzXCgp.jpg</image><title>Perusahaan milik Soegiarto Adikoesoemo (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNS8xLzE0NDMzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ternyata ini perusahaan milik Soegiarto Adikoesoemo.  Soegiarto Adikoesoemo adalah pengusaha di bidang bahan kimia.
Sosok yang merupakan pemilik dari PT AKR Corporindo Tbk atau AKR. Sebuah bisnis yang bergerak dalam bidang distribusi produksi minyak bumi kepada pelanggan industri, distribusi, dan perdagangan produk kimia. Perusahaan ini merupakan distributor minyak (hilir) swasta terbesar di Indonesia.

BACA JUGA:
Penjual Biskuit dan Permen Kini Jadi Orang Terkaya RI Berharta Rp58 Triliun


Biasanya produk yang dijual pada perusahaan tersebut digunakan oleh berbagai industri di Indonesia, yang disesuaikan dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan Gudang, kendaraan transportasi, tank, serta layanan logistik lainnya.
Soegiarto memulai bisnis kimia kecil-kecilan di Surabaya dan memadukannya menjadi PT Aneka Kimia Raya, lalu memperdagangkan dan mendistribusikan bahan kimia dasar di Indonesia.

BACA JUGA:
4 Orang Terkaya Indonesia Punya Harta Triliunan Rupiah dari Jualan Rokok, Ini Daftarnya


PT Aneka Kimia Raya berganti nama menjadi PT AKR Corporindo TBK. Perusahaan ini memulai operasinya secara komersial pada bulan Juni 1978.
Dengan menjalankan bisnis tersebut, Soegiarto berhasil menjadi orang terkaya di Indonesia menurut perhitungan Forbes.
Memiliki nilai kekayaan mencapai USD1 miliar atau setara dengan  Rp14,5 triliun (kurs Rp14.500 per dollar). Berhasil membuatnya dirinya  menduduki peringkat 48 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.
Perusahaan berkode saham AKRA ini membukukan laba bersih per tahun  yang berjalan dan didistribusikan ke entitas induk senilai Rp924,91  miliar sepanjang tahun 2020. Capaian tersebut meningkat sebesar 29,6  persen dari realisasi laba bersih AKR Corporindo pada tahun 2019 yang  hanya Rp713,62 miliar.
Dikutip dari laporan keuangan AKRA yang dipublikasikan di laman Bursa  Efek Indonesia (BEI), laba bersih per saham AKRA tahun 2020 naik  menjadi Rp233,53 dari sebelumnya Rp180,28 per saham.
Saat ini, PT AKR Corporindo Tbk atau AKR telah merambah bisnis  penjualan minyak mereka. Hal itu membuat jaringan SPBU mereka tersebar  di berbagai pelosok Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8yNS8xLzE0NDMzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ternyata ini perusahaan milik Soegiarto Adikoesoemo.  Soegiarto Adikoesoemo adalah pengusaha di bidang bahan kimia.
Sosok yang merupakan pemilik dari PT AKR Corporindo Tbk atau AKR. Sebuah bisnis yang bergerak dalam bidang distribusi produksi minyak bumi kepada pelanggan industri, distribusi, dan perdagangan produk kimia. Perusahaan ini merupakan distributor minyak (hilir) swasta terbesar di Indonesia.

BACA JUGA:
Penjual Biskuit dan Permen Kini Jadi Orang Terkaya RI Berharta Rp58 Triliun


Biasanya produk yang dijual pada perusahaan tersebut digunakan oleh berbagai industri di Indonesia, yang disesuaikan dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan Gudang, kendaraan transportasi, tank, serta layanan logistik lainnya.
Soegiarto memulai bisnis kimia kecil-kecilan di Surabaya dan memadukannya menjadi PT Aneka Kimia Raya, lalu memperdagangkan dan mendistribusikan bahan kimia dasar di Indonesia.

BACA JUGA:
4 Orang Terkaya Indonesia Punya Harta Triliunan Rupiah dari Jualan Rokok, Ini Daftarnya


PT Aneka Kimia Raya berganti nama menjadi PT AKR Corporindo TBK. Perusahaan ini memulai operasinya secara komersial pada bulan Juni 1978.
Dengan menjalankan bisnis tersebut, Soegiarto berhasil menjadi orang terkaya di Indonesia menurut perhitungan Forbes.
Memiliki nilai kekayaan mencapai USD1 miliar atau setara dengan  Rp14,5 triliun (kurs Rp14.500 per dollar). Berhasil membuatnya dirinya  menduduki peringkat 48 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.
Perusahaan berkode saham AKRA ini membukukan laba bersih per tahun  yang berjalan dan didistribusikan ke entitas induk senilai Rp924,91  miliar sepanjang tahun 2020. Capaian tersebut meningkat sebesar 29,6  persen dari realisasi laba bersih AKR Corporindo pada tahun 2019 yang  hanya Rp713,62 miliar.
Dikutip dari laporan keuangan AKRA yang dipublikasikan di laman Bursa  Efek Indonesia (BEI), laba bersih per saham AKRA tahun 2020 naik  menjadi Rp233,53 dari sebelumnya Rp180,28 per saham.
Saat ini, PT AKR Corporindo Tbk atau AKR telah merambah bisnis  penjualan minyak mereka. Hal itu membuat jaringan SPBU mereka tersebar  di berbagai pelosok Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
