<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan Digitalisasi dan Inklusi Keuangan di Wilayah Pedesaan, Pemerintah Dorong Kolaborasi Multistakeholders </title><description>Pemanfaatan teknologi digital terus didorong untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke wilayah pedesaan dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/11/2853704/tingkatkan-digitalisasi-dan-inklusi-keuangan-di-wilayah-pedesaan-pemerintah-dorong-kolaborasi-multistakeholders</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/11/2853704/tingkatkan-digitalisasi-dan-inklusi-keuangan-di-wilayah-pedesaan-pemerintah-dorong-kolaborasi-multistakeholders"/><item><title>Tingkatkan Digitalisasi dan Inklusi Keuangan di Wilayah Pedesaan, Pemerintah Dorong Kolaborasi Multistakeholders </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/11/2853704/tingkatkan-digitalisasi-dan-inklusi-keuangan-di-wilayah-pedesaan-pemerintah-dorong-kolaborasi-multistakeholders</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/11/2853704/tingkatkan-digitalisasi-dan-inklusi-keuangan-di-wilayah-pedesaan-pemerintah-dorong-kolaborasi-multistakeholders</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/11/2853704/tingkatkan-digitalisasi-dan-inklusi-keuangan-di-wilayah-pedesaan-pemerintah-dorong-kolaborasi-multistakeholders-TgKWAjfAp5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok Golkar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/11/2853704/tingkatkan-digitalisasi-dan-inklusi-keuangan-di-wilayah-pedesaan-pemerintah-dorong-kolaborasi-multistakeholders-TgKWAjfAp5.jpeg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok Golkar)</title></images><description>JAKARTA-Pemanfaatan teknologi digital terus didorong untuk meningkatkan akses terhadap layanan  keuangan yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke wilayah  pedesaan dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang memiliki peran  krusial dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan 90% pada tahun 2024.
Upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi digital tersebut juga akan mendorong  peningkatan nilai ekonomi digital Indonesia. Tercatat, menurut hasil studi Google Temasek,  Bain &amp;amp; Company, nilai ekonomi digital Indonesia sendiri pada tahun 2022 telah mencapai USD 77 miliar atau tumbuh 22% (yoy) dan diprediksi akan meningkat hampir dua  kali lipat  hingga USD 130 miliar pada tahun 2025.
&amp;ldquo;Dalam menyambut besarnya kesempatan tersebut, kita juga harus menyadari bahwa  terdapat juga tantangan-tantangan dalam pengembangan ekonomi platform, terutama di  wilayah pedesaan dan daerah 3T. Tantangan tersebut diantaranya adalah akses terhadap  teknologi dan koneksi internet yang terbatas, serta kurangnya pemahaman tentang  penggunaan platform-platform ini,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual dalam acara Peluncuran Hasil Studi  Penggunaan Platform Digital di Pedesaan Indonesia oleh DFS Lab, pada Selasa (25/7/2023).
Untuk itu, Menko Airlangga memberikan apresiasi atas penelitian yang telah dilakukan oleh  DFS Lab dan RISE Indonesia dengan dukungan Bill and Melinda Gates Foundation. Studi  yang melibatkan multipihak tersebut akan mengeksplorasi dan mendokumentasikan kondisi  ekonomi platform di daerah peri-urban dan pedesaan Indonesia saat ini, dengan fokus  khusus pada mata pencaharian yang didukung secara digital dan inklusi keuangan.
Studi tersebut juga menyoroti hubungan antara mata pencaharian melalui platform dan  inklusi keuangan, serta peluang dan hambatan yang dihadapi oleh perempuan pedesaan,  serta intervensi yang dapat diprioritaskan untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam  ekosistem platform Indonesia. Kedepannya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat  menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta menguatkan peranan platform-platform digital dalam  memajukan perekonomian pedesaan.

BACA JUGA:
Belanja Produk UMKM Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi RI

&amp;ldquo;Saya ingin menekankan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus memanfaatkan hasil  penelitian dan kolaborasi dari DFS Lab, RISE Indonesia, dan Bill &amp;amp; Melinda Gates  Foundation ini dalam proses perumusan kebijakan di masa depan yang diharapkan dapat  mendorong digitalisasi dan inklusi keuangan lebih lanjut di wilayah pedesaan Indonesia,&amp;rdquo;  tutur Menko Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan  Kemenko Perekonomian Ferry Irawan juga menyampaikan bahwa kerja sama antara sektor  publik dan swasta, serta pelibatan masyarakat pedesaan sebagai mitra utama, memainkan  peranan kunci untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan sehingga dapat  mewujudkan pedesaan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber dan panelis diantaranya yakni  Partner DFS Lab, Direktur RISE Indonesia, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi  Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi KemendesPDTT, Kepala Group Pengembangan  UMKM dan Keuangan Inklusif, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi  KemenPPA, Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha KemenkopUKM, EVP PT PNM, Head of PR idea, dan CFO JIVA Ashish Agarwal.
</description><content:encoded>JAKARTA-Pemanfaatan teknologi digital terus didorong untuk meningkatkan akses terhadap layanan  keuangan yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke wilayah  pedesaan dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang memiliki peran  krusial dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan 90% pada tahun 2024.
Upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi digital tersebut juga akan mendorong  peningkatan nilai ekonomi digital Indonesia. Tercatat, menurut hasil studi Google Temasek,  Bain &amp;amp; Company, nilai ekonomi digital Indonesia sendiri pada tahun 2022 telah mencapai USD 77 miliar atau tumbuh 22% (yoy) dan diprediksi akan meningkat hampir dua  kali lipat  hingga USD 130 miliar pada tahun 2025.
&amp;ldquo;Dalam menyambut besarnya kesempatan tersebut, kita juga harus menyadari bahwa  terdapat juga tantangan-tantangan dalam pengembangan ekonomi platform, terutama di  wilayah pedesaan dan daerah 3T. Tantangan tersebut diantaranya adalah akses terhadap  teknologi dan koneksi internet yang terbatas, serta kurangnya pemahaman tentang  penggunaan platform-platform ini,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual dalam acara Peluncuran Hasil Studi  Penggunaan Platform Digital di Pedesaan Indonesia oleh DFS Lab, pada Selasa (25/7/2023).
Untuk itu, Menko Airlangga memberikan apresiasi atas penelitian yang telah dilakukan oleh  DFS Lab dan RISE Indonesia dengan dukungan Bill and Melinda Gates Foundation. Studi  yang melibatkan multipihak tersebut akan mengeksplorasi dan mendokumentasikan kondisi  ekonomi platform di daerah peri-urban dan pedesaan Indonesia saat ini, dengan fokus  khusus pada mata pencaharian yang didukung secara digital dan inklusi keuangan.
Studi tersebut juga menyoroti hubungan antara mata pencaharian melalui platform dan  inklusi keuangan, serta peluang dan hambatan yang dihadapi oleh perempuan pedesaan,  serta intervensi yang dapat diprioritaskan untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam  ekosistem platform Indonesia. Kedepannya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat  menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta menguatkan peranan platform-platform digital dalam  memajukan perekonomian pedesaan.

BACA JUGA:
Belanja Produk UMKM Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi RI

&amp;ldquo;Saya ingin menekankan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus memanfaatkan hasil  penelitian dan kolaborasi dari DFS Lab, RISE Indonesia, dan Bill &amp;amp; Melinda Gates  Foundation ini dalam proses perumusan kebijakan di masa depan yang diharapkan dapat  mendorong digitalisasi dan inklusi keuangan lebih lanjut di wilayah pedesaan Indonesia,&amp;rdquo;  tutur Menko Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan  Kemenko Perekonomian Ferry Irawan juga menyampaikan bahwa kerja sama antara sektor  publik dan swasta, serta pelibatan masyarakat pedesaan sebagai mitra utama, memainkan  peranan kunci untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan sehingga dapat  mewujudkan pedesaan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber dan panelis diantaranya yakni  Partner DFS Lab, Direktur RISE Indonesia, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi  Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi KemendesPDTT, Kepala Group Pengembangan  UMKM dan Keuangan Inklusif, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi  KemenPPA, Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha KemenkopUKM, EVP PT PNM, Head of PR idea, dan CFO JIVA Ashish Agarwal.
</content:encoded></item></channel></rss>
