<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Rp10,3 Triliun tapi Krakatau Steel Masih Rugi, Ini Penjelasan Manajemen</title><description>PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat pendapatan Rp10,33 triliun meski terdapat rugi bersih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853744/pendapatan-rp10-3-triliun-tapi-krakatau-steel-masih-rugi-ini-penjelasan-manajemen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853744/pendapatan-rp10-3-triliun-tapi-krakatau-steel-masih-rugi-ini-penjelasan-manajemen"/><item><title>Pendapatan Rp10,3 Triliun tapi Krakatau Steel Masih Rugi, Ini Penjelasan Manajemen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853744/pendapatan-rp10-3-triliun-tapi-krakatau-steel-masih-rugi-ini-penjelasan-manajemen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853744/pendapatan-rp10-3-triliun-tapi-krakatau-steel-masih-rugi-ini-penjelasan-manajemen</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/278/2853744/pendapatan-rp10-3-triliun-tapi-krakatau-steel-masih-rugi-ini-penjelasan-manajemen-64J5O7fj2T.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">KRAS catat rugi bersih (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/278/2853744/pendapatan-rp10-3-triliun-tapi-krakatau-steel-masih-rugi-ini-penjelasan-manajemen-64J5O7fj2T.jpeg</image><title>KRAS catat rugi bersih (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat pendapatan Rp10,33 triliun meski terdapat rugi bersih. Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo menyampaikan bahwa terdapat rugi atas selisih kurs sebesar USD26 juta di awal tahun 2023.
Dengan begitu Krakatau Steel mencatatkan rugi bersih sebesar USD20 juta di kuartal I 2023. Turun dibandingkan dengan realisasi periode yang sama di tahun 2022 yakni laba sebesar USD27 juta.

BACA JUGA:
BEI Denda Krakatau Steel (KRAS) Rp150 Juta Gegara Laporan Keuangan


&amp;ldquo;Kami terus berupaya meningkatkan pencapaian kinerja dengan memaksimalkan potensi sinergi Krakatau Steel dan Group,&amp;rdquo; kata Purwono dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/7/2023).
KRAS mencatatkan pendapatan sebesar USD690 juta atau setara dengan Rp10,33 triliun meningkat 2% dari pendapatan di periode sebelumnya sebesar USD676 juta atau setara dengan Rp9,71 triliun.

BACA JUGA:
Anak Usaha Krakatau Steel Incar Pembangunan Kawasan Industri di Gresik


&amp;ldquo;Pendapatan yang meningkat di kuartal I Tahun 2023 ini seiring dengan peningkatan volume penjualan yang mencapai 10% menjadi 611.000 ton dibandingkan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 554.000 ton,&amp;rdquo; jelas Purwono.
Purwono menambahkan bahwa di kuartal I tahun 2023 ini Krakatau Steel  mencatatkan nilai EBITDA sebesar USD29 juta atau setara dengan Rp433,95  miliar.
Ekuitas Krakatau Steel meningkat 11,7% menjadi USD617 juta atau  setara dengan Rp9,25 triliun dibandingkan periode Desember 2022 sebesar  USD552 juta atau setara dengan Rp8,62 triliun.
&amp;ldquo;Cash flow dari aktivitas operasi perusahaan di kuartal I Tahun 2023  ini juga mengalami kenaikan dari semula sebesar USD67 juta (setara  dengan Rp961,92 miliar) pada Triwulan I 2022 menjadi USD102 juta (setara  dengan Rp1,53 triliun),&amp;rdquo; lanjut Purwono.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat pendapatan Rp10,33 triliun meski terdapat rugi bersih. Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo menyampaikan bahwa terdapat rugi atas selisih kurs sebesar USD26 juta di awal tahun 2023.
Dengan begitu Krakatau Steel mencatatkan rugi bersih sebesar USD20 juta di kuartal I 2023. Turun dibandingkan dengan realisasi periode yang sama di tahun 2022 yakni laba sebesar USD27 juta.

BACA JUGA:
BEI Denda Krakatau Steel (KRAS) Rp150 Juta Gegara Laporan Keuangan


&amp;ldquo;Kami terus berupaya meningkatkan pencapaian kinerja dengan memaksimalkan potensi sinergi Krakatau Steel dan Group,&amp;rdquo; kata Purwono dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/7/2023).
KRAS mencatatkan pendapatan sebesar USD690 juta atau setara dengan Rp10,33 triliun meningkat 2% dari pendapatan di periode sebelumnya sebesar USD676 juta atau setara dengan Rp9,71 triliun.

BACA JUGA:
Anak Usaha Krakatau Steel Incar Pembangunan Kawasan Industri di Gresik


&amp;ldquo;Pendapatan yang meningkat di kuartal I Tahun 2023 ini seiring dengan peningkatan volume penjualan yang mencapai 10% menjadi 611.000 ton dibandingkan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 554.000 ton,&amp;rdquo; jelas Purwono.
Purwono menambahkan bahwa di kuartal I tahun 2023 ini Krakatau Steel  mencatatkan nilai EBITDA sebesar USD29 juta atau setara dengan Rp433,95  miliar.
Ekuitas Krakatau Steel meningkat 11,7% menjadi USD617 juta atau  setara dengan Rp9,25 triliun dibandingkan periode Desember 2022 sebesar  USD552 juta atau setara dengan Rp8,62 triliun.
&amp;ldquo;Cash flow dari aktivitas operasi perusahaan di kuartal I Tahun 2023  ini juga mengalami kenaikan dari semula sebesar USD67 juta (setara  dengan Rp961,92 miliar) pada Triwulan I 2022 menjadi USD102 juta (setara  dengan Rp1,53 triliun),&amp;rdquo; lanjut Purwono.
</content:encoded></item></channel></rss>
