<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astra Agro (AALI) Raup Laba Rp367,57 Miliar, Merosot 54,58% di Semester I-2023</title><description>PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meraup laba bersih sebesar Rp367,57 miliar di semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853800/astra-agro-aali-raup-laba-rp367-57-miliar-merosot-54-58-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853800/astra-agro-aali-raup-laba-rp367-57-miliar-merosot-54-58-di-semester-i-2023"/><item><title>Astra Agro (AALI) Raup Laba Rp367,57 Miliar, Merosot 54,58% di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853800/astra-agro-aali-raup-laba-rp367-57-miliar-merosot-54-58-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/278/2853800/astra-agro-aali-raup-laba-rp367-57-miliar-merosot-54-58-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/278/2853800/astra-agro-aali-raup-laba-rp367-57-miliar-merosot-54-58-di-semester-i-2023-ogiT49GAAf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba AALI alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/278/2853800/astra-agro-aali-raup-laba-rp367-57-miliar-merosot-54-58-di-semester-i-2023-ogiT49GAAf.jpg</image><title>Laba AALI alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meraup laba bersih sebesar Rp367,57 miliar di semester I 2023. Laba AALI turun 54,58% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp809,31 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan bersih AALI per Juni 2023 juga turun sebesar 14,35% menjadi Rp9,39 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp10,96 triliun. Produk minyak sawit mentah dan turunannya mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,65 triliun. Kemudian, pendapatan dari produk inti sawit dan turunannya tercatat sebesar Rp698,82 miliar, serta pendapatan lainnya sebesar Rp39,10 miliar.

BACA JUGA:
Emiten Produsen Bir Bintang (MLBI) Raup Laba Rp457 Miliar di Semester I-2023


Sementara itu, berdasarkan segmen geografisnya, pendapatan di wilayah Sulawesi mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp5,36 triliun, disusul wilayah Sumatera yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,28 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp3,57 triliun. Sedangkan, pendapatan kantor pusat dan lainnya tercatat sebesar Rp1,72 miliar. Adapun, perseroan mencatatkan eliminasi pendapatan sebesar Rp3,83 triliun.

BACA JUGA:
Tak Bagi Dividen, Emiten Bali United (BOLA) Tahan Laba Jadi Modal


Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan AALI susut menjadi Rp8,36 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp9,14 triliun. Kemudian, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp406,88 miliar, serta beban penjualan sebesar Rp289,47 miliar.
Di sisi lain, total nilai aset AALI per Juni 2023 turun tipis 0,11%  menjadi Rp29,21 triliun, dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar  Rp29,24 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp7,22  triliun, dan ekuitas sebesar Rp21,98 triliun.
Tahun 2023 ini, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital  expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun-Rp1,7 triliun. Adapun,  sebagian besar capex dialokasikan untuk perawatan tanaman belum  menghasilkan, sementara sisanya digunakan untuk perawatan infrastruktur  dan maintenance alat mesin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meraup laba bersih sebesar Rp367,57 miliar di semester I 2023. Laba AALI turun 54,58% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp809,31 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan bersih AALI per Juni 2023 juga turun sebesar 14,35% menjadi Rp9,39 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp10,96 triliun. Produk minyak sawit mentah dan turunannya mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,65 triliun. Kemudian, pendapatan dari produk inti sawit dan turunannya tercatat sebesar Rp698,82 miliar, serta pendapatan lainnya sebesar Rp39,10 miliar.

BACA JUGA:
Emiten Produsen Bir Bintang (MLBI) Raup Laba Rp457 Miliar di Semester I-2023


Sementara itu, berdasarkan segmen geografisnya, pendapatan di wilayah Sulawesi mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp5,36 triliun, disusul wilayah Sumatera yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,28 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp3,57 triliun. Sedangkan, pendapatan kantor pusat dan lainnya tercatat sebesar Rp1,72 miliar. Adapun, perseroan mencatatkan eliminasi pendapatan sebesar Rp3,83 triliun.

BACA JUGA:
Tak Bagi Dividen, Emiten Bali United (BOLA) Tahan Laba Jadi Modal


Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan AALI susut menjadi Rp8,36 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp9,14 triliun. Kemudian, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp406,88 miliar, serta beban penjualan sebesar Rp289,47 miliar.
Di sisi lain, total nilai aset AALI per Juni 2023 turun tipis 0,11%  menjadi Rp29,21 triliun, dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar  Rp29,24 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp7,22  triliun, dan ekuitas sebesar Rp21,98 triliun.
Tahun 2023 ini, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital  expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun-Rp1,7 triliun. Adapun,  sebagian besar capex dialokasikan untuk perawatan tanaman belum  menghasilkan, sementara sisanya digunakan untuk perawatan infrastruktur  dan maintenance alat mesin.</content:encoded></item></channel></rss>
