<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Larang Ekspor Microchip Canggih, China Langsung Teriak</title><description>Jepang melarang ekspor 23 jenis teknologi semikonduktor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/320/2853434/jepang-larang-ekspor-microchip-canggih-china-langsung-teriak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/320/2853434/jepang-larang-ekspor-microchip-canggih-china-langsung-teriak"/><item><title>Jepang Larang Ekspor Microchip Canggih, China Langsung Teriak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/320/2853434/jepang-larang-ekspor-microchip-canggih-china-langsung-teriak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/28/320/2853434/jepang-larang-ekspor-microchip-canggih-china-langsung-teriak</guid><pubDate>Jum'at 28 Juli 2023 07:21 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/28/320/2853434/jepang-larang-ekspor-microchip-canggih-china-langsung-teriak-18TDNDe7IO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Microchip. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/28/320/2853434/jepang-larang-ekspor-microchip-canggih-china-langsung-teriak-18TDNDe7IO.jpg</image><title>Microchip. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMi8xLzE2NzQyMi81L3g4bHk5bHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jepang melarang ekspor 23 jenis teknologi semikonduktor. Hal ini mencakup piranti manufaktur microchip canggih, mulai dari mesin-mesin yang menyimpan film di silicon wafers, hingga perangkat yang dapat mensketsa sirkuit chip mikroskopik.

Jepang memberlakukan kontrol ekspor terhadap teknologi microchip canggih minggu ini, mengikuti langkah Amerika dan Belanda baru-baru ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investor Jepang Tertarik Danai Proyek Tol Akses Patimban

Bahkan kontrol itu dinilai menarget China. Analis di Japan Institute for International Affairs, Yoshiaki Takayama mengatakan langkah ini akan menimbulkan dampak terhadap kemampuan China membuat cip canggih.

&amp;ldquo;Mengingat jumlah perusahaan yang memiliki kapasitas memproduksi cip-cip mutakhir ini sangat terbatas, langkah Jepang ini akan menyulitkan China, tidak saja untuk mengimpor cip canggih, tetapi juga untuk memproduksinya,&amp;rdquo; ujarnya&amp;nbsp;dilansir VOA di Jakarta, Jumat (28/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Pria asal Jepang Sukses Jadi Pembuat Tempe dengan Kedelai Lokal

Pada Oktober 2022 lalu, Amerika telah melarang ekspor sebagian microchip canggih dan teknologi manufaktur semikonduktor ke China. Belanda, yang juga produser utama semikonduktor, telah memberlakukan larangan ekspor yang sama.

Amerika mengatakan pihaknya ingin menghentikan China menggunakan teknologi itu untuk tujuan-tujuan militer.



Dalam KTT G7 di Jepang pada bulan Mei lalu, negara-negara sekutu menyepakati perlunya &amp;ldquo;menghilangkan risiko&amp;rdquo; potensi pemerasan ekonomi oleh China, dan sekaligus menghindari ketergantungan pada teknologi semikonduktor China.



&amp;ldquo;Jadi kapasitas produksi semikonduktor canggih China tidak akan lumpuh, setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah. Selain itu kemajuan ilmiah saat ini, sebagian besar akibat analisis dan simulasi data besar dibanding uji coba berulang-ulang. Jadi dengan keterbatasan akses pada semikonduktor canggih, dunia penelitian dan pengembangan ilmiah dan teknologi China tampaknya akan tertinggal jauh,&amp;rdquo; jelasnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tanggulangi Pencemaran Minyak di Laut, RI Latihan Bersama Filipina dan Jepang


Namun Jepang tidak menyebut China sebagai target pembatasan ekspornya, yang secara keseluruhan diberlakukan terhadap 160 negara. Namun China bereaksi keras atas kebijakan baru itu.



Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan, dengan mengabaikan keprihatinan serius China, Jepang bersikeras membuat dan menerapkan langkah-langkah pengendalian ekspor yang jelas-jelas ditunjukan pada China.



Sebagian analis khawatir China akan membalas tindakan Jepang itu.



Takayama melanjutkan China dapat mengambil langkah-langkah terhadap perusahaan-perusahaan Jepang secara individu, seperti dalam kasus sanksi terhadap pembuat cip Amerika &amp;ndash; Micron. Atau China mungkin akan membatasi perdagangan produk-produk tertentu dengan Jepang.



Para analis mengatakan bahwa sangat penting bagi sekutu-sekutu Barat untuk mengkoordinasikan kontrol ekspor mereka.



Amerika diperkirakan akan memperbarui daftar teknologi semikonduktor yang dilarang dalam beberapa minggu mendatang.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMi8xLzE2NzQyMi81L3g4bHk5bHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jepang melarang ekspor 23 jenis teknologi semikonduktor. Hal ini mencakup piranti manufaktur microchip canggih, mulai dari mesin-mesin yang menyimpan film di silicon wafers, hingga perangkat yang dapat mensketsa sirkuit chip mikroskopik.

Jepang memberlakukan kontrol ekspor terhadap teknologi microchip canggih minggu ini, mengikuti langkah Amerika dan Belanda baru-baru ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investor Jepang Tertarik Danai Proyek Tol Akses Patimban

Bahkan kontrol itu dinilai menarget China. Analis di Japan Institute for International Affairs, Yoshiaki Takayama mengatakan langkah ini akan menimbulkan dampak terhadap kemampuan China membuat cip canggih.

&amp;ldquo;Mengingat jumlah perusahaan yang memiliki kapasitas memproduksi cip-cip mutakhir ini sangat terbatas, langkah Jepang ini akan menyulitkan China, tidak saja untuk mengimpor cip canggih, tetapi juga untuk memproduksinya,&amp;rdquo; ujarnya&amp;nbsp;dilansir VOA di Jakarta, Jumat (28/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Pria asal Jepang Sukses Jadi Pembuat Tempe dengan Kedelai Lokal

Pada Oktober 2022 lalu, Amerika telah melarang ekspor sebagian microchip canggih dan teknologi manufaktur semikonduktor ke China. Belanda, yang juga produser utama semikonduktor, telah memberlakukan larangan ekspor yang sama.

Amerika mengatakan pihaknya ingin menghentikan China menggunakan teknologi itu untuk tujuan-tujuan militer.



Dalam KTT G7 di Jepang pada bulan Mei lalu, negara-negara sekutu menyepakati perlunya &amp;ldquo;menghilangkan risiko&amp;rdquo; potensi pemerasan ekonomi oleh China, dan sekaligus menghindari ketergantungan pada teknologi semikonduktor China.



&amp;ldquo;Jadi kapasitas produksi semikonduktor canggih China tidak akan lumpuh, setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah. Selain itu kemajuan ilmiah saat ini, sebagian besar akibat analisis dan simulasi data besar dibanding uji coba berulang-ulang. Jadi dengan keterbatasan akses pada semikonduktor canggih, dunia penelitian dan pengembangan ilmiah dan teknologi China tampaknya akan tertinggal jauh,&amp;rdquo; jelasnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tanggulangi Pencemaran Minyak di Laut, RI Latihan Bersama Filipina dan Jepang


Namun Jepang tidak menyebut China sebagai target pembatasan ekspornya, yang secara keseluruhan diberlakukan terhadap 160 negara. Namun China bereaksi keras atas kebijakan baru itu.



Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan, dengan mengabaikan keprihatinan serius China, Jepang bersikeras membuat dan menerapkan langkah-langkah pengendalian ekspor yang jelas-jelas ditunjukan pada China.



Sebagian analis khawatir China akan membalas tindakan Jepang itu.



Takayama melanjutkan China dapat mengambil langkah-langkah terhadap perusahaan-perusahaan Jepang secara individu, seperti dalam kasus sanksi terhadap pembuat cip Amerika &amp;ndash; Micron. Atau China mungkin akan membatasi perdagangan produk-produk tertentu dengan Jepang.



Para analis mengatakan bahwa sangat penting bagi sekutu-sekutu Barat untuk mengkoordinasikan kontrol ekspor mereka.



Amerika diperkirakan akan memperbarui daftar teknologi semikonduktor yang dilarang dalam beberapa minggu mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
