<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tajak Sumur Migas di Blok Rokan, Pertamina Diyakini Mampu Bersaing dengan IOC</title><description>Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil melakukan pengeboran perdana sumur Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/30/320/2854369/tajak-sumur-migas-di-blok-rokan-pertamina-diyakini-mampu-bersaing-dengan-ioc</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/30/320/2854369/tajak-sumur-migas-di-blok-rokan-pertamina-diyakini-mampu-bersaing-dengan-ioc"/><item><title>Tajak Sumur Migas di Blok Rokan, Pertamina Diyakini Mampu Bersaing dengan IOC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/30/320/2854369/tajak-sumur-migas-di-blok-rokan-pertamina-diyakini-mampu-bersaing-dengan-ioc</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/30/320/2854369/tajak-sumur-migas-di-blok-rokan-pertamina-diyakini-mampu-bersaing-dengan-ioc</guid><pubDate>Minggu 30 Juli 2023 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/30/320/2854369/tajak-sumur-migas-di-blok-rokan-pertamina-diyakini-mampu-bersaing-dengan-ioc-IBB5mJnjCS.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Migas. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/30/320/2854369/tajak-sumur-migas-di-blok-rokan-pertamina-diyakini-mampu-bersaing-dengan-ioc-IBB5mJnjCS.JPG</image><title>Migas. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNy8xLzE2NTYyMi81L3g4a2d3eHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Energi/Subholding Upstream Pertamina berhasil melakukan pengeboran perdana sumur Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Melalui unconventional drilling tersebut, diyakini bahwa industri hulu migas dalam negeri akan mampu bersaing dengan international oil company (IOC).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

IPO PHE Ditunda, Begini Penjelasan Pertamina

&amp;ldquo;Pengeboran sumur MNK ini tentu membanggakan. Saya kira, kita mulai terus membangun kemampuan diri kita, kapasitas diri kita, sekaligus juga kualitas kita sehingga bisa sejajar dan bersaing dengan industri internasional,&amp;rdquo; kata Anggota Komisi VII DPR Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (30/7/2023).

Optimisme karena pengeboran MNK memang berbeda dengan pengeboran konvensional. Dalam hal ini, tentu saja tajak MNK memerlukan teknologi yang cukup baik, sumber daya manusia yang juga bagus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta BBM Terbaru Pertamina Langsung Diborong Raffi Ahmad

Dengan demikian, pengeboran MNK sekaligus menjadi bukti kemampuan Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai  Subholding Upstream Pertamina.

&amp;ldquo;Pengeboran MNK ini akan menjadi sesuatu yang positif bagi industri energi nasional dan sangat positif bagi Pertamina khususnya PHE,&amp;rdquo; katanya.

Dalam konteks dia berharap, ke depan, PHE akan terus meningkatkan upaya eksplorasi. Tidak hanya melalui tajak sumur konvensional tetapi juga non konvensional, seperti dilakukan PHR yang notabene merupakan bagian dari Pertamina Hulu Energi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Komitmen SKK Migas Turunkan Emisi Karbon


&amp;ldquo;Akan kita dorong ke depan untuk meningkatkan eksplorasi. Termasuk melalui model pengeboran MNK,&amp;rdquo; katanya.



Dia juga menyebut, banyak manfaat didapat dari pengeboran MNK. Antara lain, bisa mengurangi impor minyak. Selain itu, juga bisa melakukan efisiensi dari sisi keuangan.



&amp;ldquo;Karena jika mengimpor minyak, terus terang kita banyak mengeluarkan anggaran,&amp;rdquo; kata Kadir.



&amp;ldquo;Keuntungan lain MNK akan mendukung pula ketahanan energi nasional,&quot; katanya.



Sebelumnya, 27 Juli 2023, PHR sebagai bagian dari Pertamina Hulu Energi (PHE), melakukan tajak perdana sumur Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Tajak perdana sumur MNK berada di Lapangan Gulamo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Tajak sumur diresmikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Dirjen Migas Tutuka Ariadji, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro, Direktur Utama PHR Chalid Said Salim, dan Gubernur Riau Syamsuar.



MNK merupakan minyak dan gas bumi yang diusahakan dari reservoir tempat terbentuknya minyak dan gas bumi dengan permeabilitas yang rendah ( low permeability). Perbedaan utama eksplorasi migas konvensional dengan eksplorasi MNK terletak pada lokasi minyak di lapisan bumi. Migas konvensional lebih mudah terlihat karena letaknya tidak terlalu dalam dari permukaan. Sedangkan MNK berada di lapisan yang lebih dalam. Karenanya, MNK hanya bernilai ekonomi apabila diproduksikan melalui pengeboran horizontal dengan teknik stimulasi multi-stage hydraulic fracturing</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNy8xLzE2NTYyMi81L3g4a2d3eHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Energi/Subholding Upstream Pertamina berhasil melakukan pengeboran perdana sumur Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Melalui unconventional drilling tersebut, diyakini bahwa industri hulu migas dalam negeri akan mampu bersaing dengan international oil company (IOC).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

IPO PHE Ditunda, Begini Penjelasan Pertamina

&amp;ldquo;Pengeboran sumur MNK ini tentu membanggakan. Saya kira, kita mulai terus membangun kemampuan diri kita, kapasitas diri kita, sekaligus juga kualitas kita sehingga bisa sejajar dan bersaing dengan industri internasional,&amp;rdquo; kata Anggota Komisi VII DPR Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (30/7/2023).

Optimisme karena pengeboran MNK memang berbeda dengan pengeboran konvensional. Dalam hal ini, tentu saja tajak MNK memerlukan teknologi yang cukup baik, sumber daya manusia yang juga bagus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta BBM Terbaru Pertamina Langsung Diborong Raffi Ahmad

Dengan demikian, pengeboran MNK sekaligus menjadi bukti kemampuan Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai  Subholding Upstream Pertamina.

&amp;ldquo;Pengeboran MNK ini akan menjadi sesuatu yang positif bagi industri energi nasional dan sangat positif bagi Pertamina khususnya PHE,&amp;rdquo; katanya.

Dalam konteks dia berharap, ke depan, PHE akan terus meningkatkan upaya eksplorasi. Tidak hanya melalui tajak sumur konvensional tetapi juga non konvensional, seperti dilakukan PHR yang notabene merupakan bagian dari Pertamina Hulu Energi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Komitmen SKK Migas Turunkan Emisi Karbon


&amp;ldquo;Akan kita dorong ke depan untuk meningkatkan eksplorasi. Termasuk melalui model pengeboran MNK,&amp;rdquo; katanya.



Dia juga menyebut, banyak manfaat didapat dari pengeboran MNK. Antara lain, bisa mengurangi impor minyak. Selain itu, juga bisa melakukan efisiensi dari sisi keuangan.



&amp;ldquo;Karena jika mengimpor minyak, terus terang kita banyak mengeluarkan anggaran,&amp;rdquo; kata Kadir.



&amp;ldquo;Keuntungan lain MNK akan mendukung pula ketahanan energi nasional,&quot; katanya.



Sebelumnya, 27 Juli 2023, PHR sebagai bagian dari Pertamina Hulu Energi (PHE), melakukan tajak perdana sumur Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Tajak perdana sumur MNK berada di Lapangan Gulamo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Tajak sumur diresmikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Dirjen Migas Tutuka Ariadji, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro, Direktur Utama PHR Chalid Said Salim, dan Gubernur Riau Syamsuar.



MNK merupakan minyak dan gas bumi yang diusahakan dari reservoir tempat terbentuknya minyak dan gas bumi dengan permeabilitas yang rendah ( low permeability). Perbedaan utama eksplorasi migas konvensional dengan eksplorasi MNK terletak pada lokasi minyak di lapisan bumi. Migas konvensional lebih mudah terlihat karena letaknya tidak terlalu dalam dari permukaan. Sedangkan MNK berada di lapisan yang lebih dalam. Karenanya, MNK hanya bernilai ekonomi apabila diproduksikan melalui pengeboran horizontal dengan teknik stimulasi multi-stage hydraulic fracturing</content:encoded></item></channel></rss>
