<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapitalisasi Bursa Tembus Rp10 Ribu Triliun, BEI: Sinyal Positif Pasar Modal Indonesia</title><description>Kapitalisasi pasar (market caps) Bursa Efek Indonesia (BEI) cetak rekor menembus level Rp10.000 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2854933/kapitalisasi-bursa-tembus-rp10-ribu-triliun-bei-sinyal-positif-pasar-modal-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2854933/kapitalisasi-bursa-tembus-rp10-ribu-triliun-bei-sinyal-positif-pasar-modal-indonesia"/><item><title>Kapitalisasi Bursa Tembus Rp10 Ribu Triliun, BEI: Sinyal Positif Pasar Modal Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2854933/kapitalisasi-bursa-tembus-rp10-ribu-triliun-bei-sinyal-positif-pasar-modal-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2854933/kapitalisasi-bursa-tembus-rp10-ribu-triliun-bei-sinyal-positif-pasar-modal-indonesia</guid><pubDate>Senin 31 Juli 2023 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/278/2854933/kapitalisasi-bursa-tembus-rp10-ribu-triliun-bei-sinyal-positif-pasar-modal-indonesia-P00HlmmFA2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">kapitalisasi pasar BEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/278/2854933/kapitalisasi-bursa-tembus-rp10-ribu-triliun-bei-sinyal-positif-pasar-modal-indonesia-P00HlmmFA2.jpg</image><title>kapitalisasi pasar BEI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kapitalisasi pasar (market caps) Bursa Efek Indonesia (BEI) cetak rekor menembus level Rp10.000 triliun. Pencapaian ini merupakan rekor terbaru bursa, seiring masuknya emiten berkapitalisasi jumbo sepanjang tahun ini.
Kapitalisasi pasar merupakan nilai keseluruhan pasar bursa yang mencakup marketcaps perusahaan yang tercatat di BEI. Hingga sesi pertama Senin (31/7), BEI mencatat market caps sebesar Rp10.059,98 triliun. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,03% di 6.902,04.

BACA JUGA:
3 Sistem Pengawasan BEI untuk Surat Utang di Pasar Modal 


&quot;Ini merupakan sinyal positif atas optimisme bursa dan tentu optimisme pasar modal Indonesia,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan pasar modal, Jumat (28/7/2023).
Duo perbankan raksasa masih memimpin market caps terbesar bursa yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp1.121,8 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp856,31 miliar.

BACA JUGA:
BEI Ungkap Alasan Banyak Perusahaan Tunda IPO


Posisi ketiga ditempati oleh PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan market caps Rp656,67 triliun, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencapai Rp529,66 triliun. Raksasa tambang yang baru saja melantai pada awal Juli 2023, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati posisi ketujuh sebagai market caps terbesar.
Secara spesifik, BEI tidak membidik nilai market caps tertentu pada  tahun 2023, tetapi memproyeksikan 200 instrumen efek baru di bursa,  termasuk equity (saham), bond (surat utang), structured warrant, hingga  Kontrak Investasi Kolektif (KIK) baru yg mencatatkan DIRE, DINFRA, ETF,  EBA.
Namun, manajemen meyakini market caps BEI dapat tembus Rp13.500  triliun pada periode kepengurusan Direksi bursa yang baru, sebagaimana  pernah diungkapkan Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam rencana kerja  periode 2022-2026.
&quot;Bursa memberikan perhatian dan efforts kepada semua instrumen investasi,&quot; tandas Nyoman.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kapitalisasi pasar (market caps) Bursa Efek Indonesia (BEI) cetak rekor menembus level Rp10.000 triliun. Pencapaian ini merupakan rekor terbaru bursa, seiring masuknya emiten berkapitalisasi jumbo sepanjang tahun ini.
Kapitalisasi pasar merupakan nilai keseluruhan pasar bursa yang mencakup marketcaps perusahaan yang tercatat di BEI. Hingga sesi pertama Senin (31/7), BEI mencatat market caps sebesar Rp10.059,98 triliun. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,03% di 6.902,04.

BACA JUGA:
3 Sistem Pengawasan BEI untuk Surat Utang di Pasar Modal 


&quot;Ini merupakan sinyal positif atas optimisme bursa dan tentu optimisme pasar modal Indonesia,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan pasar modal, Jumat (28/7/2023).
Duo perbankan raksasa masih memimpin market caps terbesar bursa yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp1.121,8 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp856,31 miliar.

BACA JUGA:
BEI Ungkap Alasan Banyak Perusahaan Tunda IPO


Posisi ketiga ditempati oleh PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan market caps Rp656,67 triliun, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencapai Rp529,66 triliun. Raksasa tambang yang baru saja melantai pada awal Juli 2023, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati posisi ketujuh sebagai market caps terbesar.
Secara spesifik, BEI tidak membidik nilai market caps tertentu pada  tahun 2023, tetapi memproyeksikan 200 instrumen efek baru di bursa,  termasuk equity (saham), bond (surat utang), structured warrant, hingga  Kontrak Investasi Kolektif (KIK) baru yg mencatatkan DIRE, DINFRA, ETF,  EBA.
Namun, manajemen meyakini market caps BEI dapat tembus Rp13.500  triliun pada periode kepengurusan Direksi bursa yang baru, sebagaimana  pernah diungkapkan Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam rencana kerja  periode 2022-2026.
&quot;Bursa memberikan perhatian dan efforts kepada semua instrumen investasi,&quot; tandas Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
