<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Perkebunan Dharma Satya (DSNG) Raup Laba Rp360,01 Miliar</title><description>Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba bersih sebesar Rp360,01 miliar di semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2855063/emiten-perkebunan-dharma-satya-dsng-raup-laba-rp360-01-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2855063/emiten-perkebunan-dharma-satya-dsng-raup-laba-rp360-01-miliar"/><item><title>Emiten Perkebunan Dharma Satya (DSNG) Raup Laba Rp360,01 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2855063/emiten-perkebunan-dharma-satya-dsng-raup-laba-rp360-01-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/278/2855063/emiten-perkebunan-dharma-satya-dsng-raup-laba-rp360-01-miliar</guid><pubDate>Senin 31 Juli 2023 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/278/2855063/emiten-perkebunan-dharma-satya-dsng-raup-laba-rp360-01-miliar-J6bKw2wy1P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba DSNG turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/278/2855063/emiten-perkebunan-dharma-satya-dsng-raup-laba-rp360-01-miliar-J6bKw2wy1P.jpg</image><title>Laba DSNG turun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba bersih sebesar Rp360,01 miliar di semester I 2023. Angka itu turun 22,9% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp467,03 miliar.
Penurunan laba bersih utamanya disebabkan oleh meningkatnya biaya pupuk dan kenaikan volume pembelian buah tandan buah segar (TBS) dari pihak eksternal untuk meningkatkan pendapatan perseroan.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 0,34% ke 6.923 di Akhir Juli


Di samping itu, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp1,04 triliun, mengalami penurunan 13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan margin EBITDA sebesar 24%, menurun dari 31,4% pada semester pertama tahun lalu.
Presiden Direktur DSNG, Andrianto Oetomo  mengungkapkan bahwa pada periode ini, produktivitas perkebunan dan volume penjualan mengalami kenaikan, walaupun harga CPO cenderung lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun, produksi Tandan Buah Segar (TBS) perseroan naik 14%.

BACA JUGA:
Naik 1 Poin, IHSG Ambil Jeda di Level 6.902


&amp;ldquo;Sedangkan volume penjualan CPO naik signifikan sekitar 41% seiring pembelian TBS eksternal yang lebih banyak,&amp;rdquo; kata Andrianto dalam keterangan resminya, Senin (31/7/2023).
Sementara itu, pendapatan DSNG tercatat sebesar Rp4,35 triliun, naik 15,1% dari periode yang sama sebelumnya yang sebesar Rp3,78 triliun. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan di tengah tren pelemahan harga crude palm oil (CPO).
&amp;ldquo;Segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan, menyumbang 88% dari total pendapatan yaitu sebesar Rp3,9 triliun,&amp;rdquo; ujar Adrianto.
Hingga Juni 2023, total nilai aset DSNG tercatat mengalami  pertumbuhan sebesar 4% menjadi Rp16 triliun, yang dikontribusikan oleh  penambahan aset tetap dan persediaan. Sementara total liabilitas  tercatat naik 8% menjadi Rp7,8 triliun, dan total ekuitas naik 0,5%  menjadi Rp8,2 triliun.
Lebih lanjut, Adrianto mengatakan, kinerja segmen produk kayu masih  kurang menggembirakan setelah mengalami sentimen pasar bullish pada  tahun sebelumnya. Volume penjualan produk panel lebih rendah dari tahun  sebelumnya karena kondisi pasar Jepang yang cenderung overstock,  sementara pasar Amerika Serikat, Kanada, Eropa juga masih terdampak pada  faktor inflasi yang relatif tinggi.
&amp;ldquo;Akibatnya, segmen produk kayu hanya mencatatkan pendapatan sebesar  Rp505 miliar atau mengalami penurunan sebesar 36% secara tahunan,&amp;rdquo; kata  Adrianto.
Namun demikian, pada kuartal kedua ini segmen produk kayu ini  mencatatkan perbaikan volume penjualan dibandingkan kuartal pertama, di  mana produk panel meningkat 7,8% dan produk engineered flooring naik  13,9% secara kuartal atau quarter on quarter (QoQ).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba bersih sebesar Rp360,01 miliar di semester I 2023. Angka itu turun 22,9% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp467,03 miliar.
Penurunan laba bersih utamanya disebabkan oleh meningkatnya biaya pupuk dan kenaikan volume pembelian buah tandan buah segar (TBS) dari pihak eksternal untuk meningkatkan pendapatan perseroan.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 0,34% ke 6.923 di Akhir Juli


Di samping itu, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp1,04 triliun, mengalami penurunan 13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan margin EBITDA sebesar 24%, menurun dari 31,4% pada semester pertama tahun lalu.
Presiden Direktur DSNG, Andrianto Oetomo  mengungkapkan bahwa pada periode ini, produktivitas perkebunan dan volume penjualan mengalami kenaikan, walaupun harga CPO cenderung lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun, produksi Tandan Buah Segar (TBS) perseroan naik 14%.

BACA JUGA:
Naik 1 Poin, IHSG Ambil Jeda di Level 6.902


&amp;ldquo;Sedangkan volume penjualan CPO naik signifikan sekitar 41% seiring pembelian TBS eksternal yang lebih banyak,&amp;rdquo; kata Andrianto dalam keterangan resminya, Senin (31/7/2023).
Sementara itu, pendapatan DSNG tercatat sebesar Rp4,35 triliun, naik 15,1% dari periode yang sama sebelumnya yang sebesar Rp3,78 triliun. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan di tengah tren pelemahan harga crude palm oil (CPO).
&amp;ldquo;Segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan, menyumbang 88% dari total pendapatan yaitu sebesar Rp3,9 triliun,&amp;rdquo; ujar Adrianto.
Hingga Juni 2023, total nilai aset DSNG tercatat mengalami  pertumbuhan sebesar 4% menjadi Rp16 triliun, yang dikontribusikan oleh  penambahan aset tetap dan persediaan. Sementara total liabilitas  tercatat naik 8% menjadi Rp7,8 triliun, dan total ekuitas naik 0,5%  menjadi Rp8,2 triliun.
Lebih lanjut, Adrianto mengatakan, kinerja segmen produk kayu masih  kurang menggembirakan setelah mengalami sentimen pasar bullish pada  tahun sebelumnya. Volume penjualan produk panel lebih rendah dari tahun  sebelumnya karena kondisi pasar Jepang yang cenderung overstock,  sementara pasar Amerika Serikat, Kanada, Eropa juga masih terdampak pada  faktor inflasi yang relatif tinggi.
&amp;ldquo;Akibatnya, segmen produk kayu hanya mencatatkan pendapatan sebesar  Rp505 miliar atau mengalami penurunan sebesar 36% secara tahunan,&amp;rdquo; kata  Adrianto.
Namun demikian, pada kuartal kedua ini segmen produk kayu ini  mencatatkan perbaikan volume penjualan dibandingkan kuartal pertama, di  mana produk panel meningkat 7,8% dan produk engineered flooring naik  13,9% secara kuartal atau quarter on quarter (QoQ).</content:encoded></item></channel></rss>
