<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Minta Pengusaha  Bereskan Masalah Stunting, Jangan Cuma Bicara Cuan</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta asosiasi pengusaha menekan kasus stunting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/320/2855138/jokowi-minta-pengusaha-bereskan-masalah-stunting-jangan-cuma-bicara-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/320/2855138/jokowi-minta-pengusaha-bereskan-masalah-stunting-jangan-cuma-bicara-cuan"/><item><title>Jokowi Minta Pengusaha  Bereskan Masalah Stunting, Jangan Cuma Bicara Cuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/320/2855138/jokowi-minta-pengusaha-bereskan-masalah-stunting-jangan-cuma-bicara-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/320/2855138/jokowi-minta-pengusaha-bereskan-masalah-stunting-jangan-cuma-bicara-cuan</guid><pubDate>Senin 31 Juli 2023 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/320/2855138/jokowi-minta-pengusaha-bereskan-masalah-stunting-jangan-cuma-bicara-cuan-iDTQQ8jf1H.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/320/2855138/jokowi-minta-pengusaha-bereskan-masalah-stunting-jangan-cuma-bicara-cuan-iDTQQ8jf1H.JPG</image><title>Pengusaha. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NS81L3g4ajVkNTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta asosiasi pengusaha, seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membantu Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menekan kasus stunting.



Dalam sambutannya saat menghadiri acara pengukuhan DPN Apindo, Jokowi mengapresiasi langkah Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani yang menekankan penurunan jumlah kasus stunting dalam program kerja unggulan asosiasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Investasi-Insentif Kendaraan Listrik, Jokowi Tak Ingin RI Kalah dari Thailand dan Malaysia


&quot;Biasanya kalau kita bicara di Apindo itu, bicaranya selalu untung dan rugi, profitnya berapa, cuannya berapa, tapi sore hari ini saya senang Apindo berbicara mengenai stunting dan saya harapkan nanti Kadin, HIPMI juga ikut, ikut berbicara dalam penanganan stunting,&quot; kata Presiden Jokowi seperti dilansir Antara, Senin (31/7/2023).



Presiden memuji Shinta Kamdani menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Umum Apindo yang sudah berdiri sejak 70 tahun lalu itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hilirisasi Lanjut Terus! Jokowi Pamer Harta Karun Rp510 Triliun Serap Ribuan Pekerja



Menurut Presiden, terpilihnya Shinta menjadi awal yang baik, mengingat hal pertama yang menjadi sambutannya adalah urusan stunting.

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa jumlah balita yang mengalami stunting atau tengkes sangat tinggi, yakni 37 persen pada 2015.




Hingga akhir 2022, jumlah balita stunting di Indonesia tercatat sudah turun menjadi 22%, dan ditargetkan menjadi 14% pada 2024.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Minta Pengusaha Dukung Hilirisasi, Indonesia Jadi Negara Maju!





Kepala Negara mengakui bahwa penurunan kasus stunting tidaklah mudah di lapangan.



Oleh karena itu, ia meminta partisipasi dari pengusaha, khususnya Apindo.



&quot;Saya yakin kesulitan dan ketidakmudahan itu akan bisa targetnya kita raih apabila ada partisipasi dan para pengusaha, dan saya mengapresiasi sekali lagi Apindo dalam hal urusan stunting ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NS81L3g4ajVkNTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta asosiasi pengusaha, seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membantu Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menekan kasus stunting.



Dalam sambutannya saat menghadiri acara pengukuhan DPN Apindo, Jokowi mengapresiasi langkah Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani yang menekankan penurunan jumlah kasus stunting dalam program kerja unggulan asosiasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bahas Investasi-Insentif Kendaraan Listrik, Jokowi Tak Ingin RI Kalah dari Thailand dan Malaysia


&quot;Biasanya kalau kita bicara di Apindo itu, bicaranya selalu untung dan rugi, profitnya berapa, cuannya berapa, tapi sore hari ini saya senang Apindo berbicara mengenai stunting dan saya harapkan nanti Kadin, HIPMI juga ikut, ikut berbicara dalam penanganan stunting,&quot; kata Presiden Jokowi seperti dilansir Antara, Senin (31/7/2023).



Presiden memuji Shinta Kamdani menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Umum Apindo yang sudah berdiri sejak 70 tahun lalu itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hilirisasi Lanjut Terus! Jokowi Pamer Harta Karun Rp510 Triliun Serap Ribuan Pekerja



Menurut Presiden, terpilihnya Shinta menjadi awal yang baik, mengingat hal pertama yang menjadi sambutannya adalah urusan stunting.

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa jumlah balita yang mengalami stunting atau tengkes sangat tinggi, yakni 37 persen pada 2015.




Hingga akhir 2022, jumlah balita stunting di Indonesia tercatat sudah turun menjadi 22%, dan ditargetkan menjadi 14% pada 2024.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Minta Pengusaha Dukung Hilirisasi, Indonesia Jadi Negara Maju!





Kepala Negara mengakui bahwa penurunan kasus stunting tidaklah mudah di lapangan.



Oleh karena itu, ia meminta partisipasi dari pengusaha, khususnya Apindo.



&quot;Saya yakin kesulitan dan ketidakmudahan itu akan bisa targetnya kita raih apabila ada partisipasi dan para pengusaha, dan saya mengapresiasi sekali lagi Apindo dalam hal urusan stunting ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
