<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri PUPR: Sodetan Kali Ciliwung Kurangi Area Banjir Jakarta 107 Ha</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono meresmikan sodetan kali Ciliwung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/470/2854907/menteri-pupr-sodetan-kali-ciliwung-kurangi-area-banjir-jakarta-107-ha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/470/2854907/menteri-pupr-sodetan-kali-ciliwung-kurangi-area-banjir-jakarta-107-ha"/><item><title>Menteri PUPR: Sodetan Kali Ciliwung Kurangi Area Banjir Jakarta 107 Ha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/470/2854907/menteri-pupr-sodetan-kali-ciliwung-kurangi-area-banjir-jakarta-107-ha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/31/470/2854907/menteri-pupr-sodetan-kali-ciliwung-kurangi-area-banjir-jakarta-107-ha</guid><pubDate>Senin 31 Juli 2023 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/470/2854907/menteri-pupr-sodetan-kali-ciliwung-kurangi-area-banjir-jakarta-107-ha-x4vifGoBdM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek sodetan kali ciliwung (Foto: Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/470/2854907/menteri-pupr-sodetan-kali-ciliwung-kurangi-area-banjir-jakarta-107-ha-x4vifGoBdM.jpg</image><title>Proyek sodetan kali ciliwung (Foto: Kementerian PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS80LzE2ODU0MS81L3g4bXc2aGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono meresmikan sodetan kali Ciliwung. Pembangunan sodetan kali Ciliwung ini dimulai awal sejak tahun 2013.
Proyek sodetan Kali Ciliwung merupakan strategi pemerintah dalam rangka mengatasi permasalahan banjir yang ada di Jakarta. Menurut Presiden Jokowi, pembangunan sodetan ini dapat mengatasi banjir di enam kelurahan.

BACA JUGA:
Pj Gubernur Heru: Sodetan Ciliwung Atasi Banjir di Jakarta Utara


Namun penanganan banjir di Jakarta masih belum belum cukup karena masih ada sungai-sungai lainnya yang juga perlu ditangani selain Sungai Ciliwung, seperti Sungai Krukut, Pesanggrahan, dan Mookervart.
&quot;Dengan selesainya Sodetan Ciliwung ditambah adanya Bendungan Ciawi dan Sukamahi, normalisasi Sungai Ciliwung, dan Kanal Banjir Timur bisa menyelesaikan sekiranya 62% permasalahan banjir di Jakarta. Masih ada 38% lagi yang harus dikerjakan bersama-sama oleh Kementerian PUPR dan Pemprov DKI,&quot; ujar Presiden Jokowi saat meresmikan Sodetan Kali Ciliwung.

BACA JUGA:
Proyek Sodetan Ciliwung Hampir 11 Tahun, Jokowi: Pembebasan Tanah Sempat Tak Diselesaikan Pemprov DKI


Pembangunan Sodetan Ciliwung berupa terowongan sepanjang 1.268 meter dengan 2 jalur pipa masing-masing berdiameter 3,5 meter, berfungsi mengalirkan 60 m3/detik debit banjir dari Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kali Cipinang. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (WIKA)- PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.
Menteri Basuki menjelaskan, Sodetan Ciliwung dapat mengalirkan debit Sungai Ciliwung sebesar 60 m3/detik ke Kanal Banjir Timur. Sehingga sodetan ini dapat mengurangi area terdampak banjir seluas 107 ha.
Namun menurut Menteri Basuki, nantinya dengan pompa air Sentiong dan  normalisasi Ciliwung, maka risiko kawasan yang tergenang banjir bisa  lebih berkurang lagi. Pompa tersebut ditargetkan beroperasi mulai bulan  Oktober mendatang.
&quot;Normalisasi Ciliwung sudah dikerjakan 16 km dari total 33 km,  sisanya sudah diprogramkan mulai 2023 dan bisa diselesaikan seiring  dengan program pembebasan lahannya. Pompa air Sentiong di bagian hilir  berkapasitas 50 m3/detik, perkiraan Oktober nanti bisa mulai  dioperasikan,&quot; ujar Menteri Basuki dalam keterangan resminya, Senin  (31/7/2023).
Proyek Sodetan Ciliwung mulai dikerjakan pada 2013. Pada tahun 2015,  pembangunan sodetan Sungai Ciliwung telah tuntas sepanjang 650 meter.  Kemudian dilanjutkan pada 2015-2017 dengan pembangunan permanen outlet  dan perkuatan tebing Kali Cipinang.
Setelah sempat terhenti, Kementerian PUPR melanjutkan pekerjaan  sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur pada tahun 2021 sepanjang  580 meter meliputi pembangunan terowongan ganda, bangunan permanen inlet  dan outlet sodetan serta lanjutan normalisasi Sungai Ciliwung dan  Sungai Cipinang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS80LzE2ODU0MS81L3g4bXc2aGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono meresmikan sodetan kali Ciliwung. Pembangunan sodetan kali Ciliwung ini dimulai awal sejak tahun 2013.
Proyek sodetan Kali Ciliwung merupakan strategi pemerintah dalam rangka mengatasi permasalahan banjir yang ada di Jakarta. Menurut Presiden Jokowi, pembangunan sodetan ini dapat mengatasi banjir di enam kelurahan.

BACA JUGA:
Pj Gubernur Heru: Sodetan Ciliwung Atasi Banjir di Jakarta Utara


Namun penanganan banjir di Jakarta masih belum belum cukup karena masih ada sungai-sungai lainnya yang juga perlu ditangani selain Sungai Ciliwung, seperti Sungai Krukut, Pesanggrahan, dan Mookervart.
&quot;Dengan selesainya Sodetan Ciliwung ditambah adanya Bendungan Ciawi dan Sukamahi, normalisasi Sungai Ciliwung, dan Kanal Banjir Timur bisa menyelesaikan sekiranya 62% permasalahan banjir di Jakarta. Masih ada 38% lagi yang harus dikerjakan bersama-sama oleh Kementerian PUPR dan Pemprov DKI,&quot; ujar Presiden Jokowi saat meresmikan Sodetan Kali Ciliwung.

BACA JUGA:
Proyek Sodetan Ciliwung Hampir 11 Tahun, Jokowi: Pembebasan Tanah Sempat Tak Diselesaikan Pemprov DKI


Pembangunan Sodetan Ciliwung berupa terowongan sepanjang 1.268 meter dengan 2 jalur pipa masing-masing berdiameter 3,5 meter, berfungsi mengalirkan 60 m3/detik debit banjir dari Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kali Cipinang. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (WIKA)- PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.
Menteri Basuki menjelaskan, Sodetan Ciliwung dapat mengalirkan debit Sungai Ciliwung sebesar 60 m3/detik ke Kanal Banjir Timur. Sehingga sodetan ini dapat mengurangi area terdampak banjir seluas 107 ha.
Namun menurut Menteri Basuki, nantinya dengan pompa air Sentiong dan  normalisasi Ciliwung, maka risiko kawasan yang tergenang banjir bisa  lebih berkurang lagi. Pompa tersebut ditargetkan beroperasi mulai bulan  Oktober mendatang.
&quot;Normalisasi Ciliwung sudah dikerjakan 16 km dari total 33 km,  sisanya sudah diprogramkan mulai 2023 dan bisa diselesaikan seiring  dengan program pembebasan lahannya. Pompa air Sentiong di bagian hilir  berkapasitas 50 m3/detik, perkiraan Oktober nanti bisa mulai  dioperasikan,&quot; ujar Menteri Basuki dalam keterangan resminya, Senin  (31/7/2023).
Proyek Sodetan Ciliwung mulai dikerjakan pada 2013. Pada tahun 2015,  pembangunan sodetan Sungai Ciliwung telah tuntas sepanjang 650 meter.  Kemudian dilanjutkan pada 2015-2017 dengan pembangunan permanen outlet  dan perkuatan tebing Kali Cipinang.
Setelah sempat terhenti, Kementerian PUPR melanjutkan pekerjaan  sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur pada tahun 2021 sepanjang  580 meter meliputi pembangunan terowongan ganda, bangunan permanen inlet  dan outlet sodetan serta lanjutan normalisasi Sungai Ciliwung dan  Sungai Cipinang.</content:encoded></item></channel></rss>
