<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih BTPN Turun 13% Jadi Rp1,46 Triliun di Semester I-2023</title><description>Laba bersih PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mengalami penurunan 13% (yoy) sepanjang semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855365/laba-bersih-btpn-turun-13-jadi-rp1-46-triliun-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855365/laba-bersih-btpn-turun-13-jadi-rp1-46-triliun-di-semester-i-2023"/><item><title>Laba Bersih BTPN Turun 13% Jadi Rp1,46 Triliun di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855365/laba-bersih-btpn-turun-13-jadi-rp1-46-triliun-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855365/laba-bersih-btpn-turun-13-jadi-rp1-46-triliun-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/278/2855365/laba-bersih-btpn-turun-13-jadi-rp1-46-triliun-di-semester-i-2023-XAj7vM2otP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba bersih BTPN turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/278/2855365/laba-bersih-btpn-turun-13-jadi-rp1-46-triliun-di-semester-i-2023-XAj7vM2otP.jpeg</image><title>Laba bersih BTPN turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba bersih PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mengalami penurunan 13% (yoy) sepanjang semester I 2023. Laba BTPN tercatat sebesar Rp1,46 triliun sepanjang Januari-Juni 2023.
Meski begitu, BTPN mencatat pertumbuhan positif pada Semester I 2023 dengan meningkatnya pendapatan bunga, pendapatan bunga bersih, dan pendapatan operasional.

BACA JUGA:
Uang Nasabah Rekening Jenius Hilang, BTPN Buka Suara


Direktur Utama Bank BTPN, Henoch mengatakan, pihaknya patut bersyukur Indonesia telah memasuki masa transisi endemi sehingga perekonomian mulai kembali bangkit.
&quot;Bank terus berupaya mendukung berbagai kebijakan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan dan antisipasi risiko kredit&amp;rdquo; kata Henoch dalam keterangan resminya, Selasa (1/8/2023).

BACA JUGA:
Direktur Bank BTPN Mengundurkan Diri, Ada Apa?


&amp;ldquo;Di luar itu, pulihnya perekonomian adalah angin segar yang ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak,&amp;rdquo; tambahnya.
Pendapatan bunga tumbuh sebesar 26%, sementara pendapatan bunga bersih tercatat di level Rp5,95 triliun, atau naik 4% year-on-year (yoy), di tengah kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, Bank BTPN juga mencatat peningkatan pendapatan  operasional (konsolidasi) sebesar 3% yoy, sementara Pre-Provision  Operating Profit (PPOP) berada di level Rp3,32 triliun. Net Interest  Margin (NIM) Bank terjaga di 6.3%.
Bank BTPN memutuskan untuk menambah pencadangan kredit pada kuartal  kedua tahun 2023 sebagai bagian dari antisipasi Bank terkait proses  restrukturisasi nasabah korporasi dan sebagai bagian dari upaya mitigasi  dari berakhirnya kebijakan stimulus COVID-19 dari pemerintah.
Dengan penambahan pencadangan ini, biaya kredit meningkat sebesar  Rp422 miliar, yang kemudian mempengaruhi laba bersih setelah pajak Bank  BTPN (konsolidasi). Laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada  pemilik entitas induk tercatat di level Rp1,46 triliun sepanjang  Januari-Juni 2023, lebih rendah 13% yoy.
Dari sisi pertumbuhan kredit, kredit di segmen Usaha Kecil dan  Menengah (UKM) dan syariah tercatat masing-masing meningkat sebesar 18%  yoy dan 8% yoy. Total kredit yang disalurkan oleh Bank BTPN per akhir  Juni 2023 turun 0,4% yoy ke posisi Rp148,71 triliun.
Bank BTPN senantiasa berkomitmen menjaga kualitas kredit. Rasio gross  non-performing loan (NPL) Bank terjaga di 1,39%, masih lebih rendah  dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 2,52% pada akhir Mei  2023.
Dana pihak ketiga Bank BTPN meningkat sebesar 4% yoy menjadi Rp107,35  triliun akhir Juni tahun ini, dari Rp103,17 triliun pada periode yang  sama tahun lalu. Bank BTPN berhasil menjaga rasio likuiditas dan  pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan Liquidity Coverage Ratio  (LCR) mencapai 223,3% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di 124,0% pada  posisi 30 Juni 2023. Perseroan mencatat rasio kecukupan modal (Capital  Adequacy Ratio/CAR) berada di level yang kuat yakni 29,8%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba bersih PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mengalami penurunan 13% (yoy) sepanjang semester I 2023. Laba BTPN tercatat sebesar Rp1,46 triliun sepanjang Januari-Juni 2023.
Meski begitu, BTPN mencatat pertumbuhan positif pada Semester I 2023 dengan meningkatnya pendapatan bunga, pendapatan bunga bersih, dan pendapatan operasional.

BACA JUGA:
Uang Nasabah Rekening Jenius Hilang, BTPN Buka Suara


Direktur Utama Bank BTPN, Henoch mengatakan, pihaknya patut bersyukur Indonesia telah memasuki masa transisi endemi sehingga perekonomian mulai kembali bangkit.
&quot;Bank terus berupaya mendukung berbagai kebijakan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan dan antisipasi risiko kredit&amp;rdquo; kata Henoch dalam keterangan resminya, Selasa (1/8/2023).

BACA JUGA:
Direktur Bank BTPN Mengundurkan Diri, Ada Apa?


&amp;ldquo;Di luar itu, pulihnya perekonomian adalah angin segar yang ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak,&amp;rdquo; tambahnya.
Pendapatan bunga tumbuh sebesar 26%, sementara pendapatan bunga bersih tercatat di level Rp5,95 triliun, atau naik 4% year-on-year (yoy), di tengah kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, Bank BTPN juga mencatat peningkatan pendapatan  operasional (konsolidasi) sebesar 3% yoy, sementara Pre-Provision  Operating Profit (PPOP) berada di level Rp3,32 triliun. Net Interest  Margin (NIM) Bank terjaga di 6.3%.
Bank BTPN memutuskan untuk menambah pencadangan kredit pada kuartal  kedua tahun 2023 sebagai bagian dari antisipasi Bank terkait proses  restrukturisasi nasabah korporasi dan sebagai bagian dari upaya mitigasi  dari berakhirnya kebijakan stimulus COVID-19 dari pemerintah.
Dengan penambahan pencadangan ini, biaya kredit meningkat sebesar  Rp422 miliar, yang kemudian mempengaruhi laba bersih setelah pajak Bank  BTPN (konsolidasi). Laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada  pemilik entitas induk tercatat di level Rp1,46 triliun sepanjang  Januari-Juni 2023, lebih rendah 13% yoy.
Dari sisi pertumbuhan kredit, kredit di segmen Usaha Kecil dan  Menengah (UKM) dan syariah tercatat masing-masing meningkat sebesar 18%  yoy dan 8% yoy. Total kredit yang disalurkan oleh Bank BTPN per akhir  Juni 2023 turun 0,4% yoy ke posisi Rp148,71 triliun.
Bank BTPN senantiasa berkomitmen menjaga kualitas kredit. Rasio gross  non-performing loan (NPL) Bank terjaga di 1,39%, masih lebih rendah  dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 2,52% pada akhir Mei  2023.
Dana pihak ketiga Bank BTPN meningkat sebesar 4% yoy menjadi Rp107,35  triliun akhir Juni tahun ini, dari Rp103,17 triliun pada periode yang  sama tahun lalu. Bank BTPN berhasil menjaga rasio likuiditas dan  pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan Liquidity Coverage Ratio  (LCR) mencapai 223,3% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di 124,0% pada  posisi 30 Juni 2023. Perseroan mencatat rasio kecukupan modal (Capital  Adequacy Ratio/CAR) berada di level yang kuat yakni 29,8%.</content:encoded></item></channel></rss>
