<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Daging (BEEF) Raup Laba Rp52 Miliar di Semester I-2023</title><description>Emiten daging PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) meraup laba Rp52 miliar di sepanjang semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855628/emiten-daging-beef-raup-laba-rp52-miliar-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855628/emiten-daging-beef-raup-laba-rp52-miliar-di-semester-i-2023"/><item><title>Emiten Daging (BEEF) Raup Laba Rp52 Miliar di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855628/emiten-daging-beef-raup-laba-rp52-miliar-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/278/2855628/emiten-daging-beef-raup-laba-rp52-miliar-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/278/2855628/emiten-daging-beef-raup-laba-rp52-miliar-di-semester-i-2023-iBwkBublk6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan BEEF alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/278/2855628/emiten-daging-beef-raup-laba-rp52-miliar-di-semester-i-2023-iBwkBublk6.jpg</image><title>Penjualan BEEF alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Emiten daging PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) meraup laba Rp52 miliar di sepanjang semester I 2023. Hingga 30 Juni 2023, BEEF mengantongi penjualan sebesar Rp301,7 miliar.
Angka penjualan BEEF meningkat dari Rp14,9 miliar pada semester kedua tahun 2022 atau tumbuh sebesar 1917%. Kontributor utama pada angka penjualan ini adalah penjualan daging dan distribusi yang sebesar 99% dari of total penjualan.

BACA JUGA:
Emiten Anthony Salim (ICBP) Raup Laba Rp5,72 Triliun di Semester I-2023


Penjualan daging dan distribusi pada semester ini tercatat sebesar Rp297,5 miliar atau tumbuh 77% dibandingkan pendapatan dari penjualan daging dan distribusi pada tahun sebelumnya sejumlah Rp3,2 miliar.
Direktur Utama Estika Tata Tiara, Imam Subowo mengatakan, meskipun masih berada di iklim usaha yang menantang karena pasca pandemi COVID-19 perseroan mampu untuk bertumbuh laba lebih baik lagi.

BACA JUGA:
Emiten Perkebunan Dharma Satya (DSNG) Raup Laba Rp360,01 Miliar


&amp;ldquo;Pencapaian ini karena masuknya Investor baru kami yaitu Asia Agri International Ltd, yang telah mengakuisi saham BEEF sebanyak 81%. Asia Agri International Ltd berfokus kepada usaha Perseroan, yaitu dalam periode 3 (tiga) tahun mendatang, mempunyai target proyeksi usaha dengan menjadikan Perseroan untuk lebih baik kedepannya dengan cara membantu perbaikan seluruh infrastruktur unit usaha yang telah lama terbengkalai sehingga menjadi lebih layak dan presentable, membesarkan aset biologis yaitu mengimpor sapi dari Australia atau negara penghasil sapi atau kerbau, dan membantu usaha Perseroan atas usaha utamanya yaitu menjalankan perdagangan daging dan produk olahan (turunannya) agar lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan luar Indonesia,&amp;rdquo; paparnya, Selasa (1/8/2023).
Sebagai bagian dari perbaikan kondisi keuangan usaha dari perseroan  dalam kuartal II ini, ekuitas Perseroan membaik yang disebabkan  terjadinya Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih  Dahulu (&amp;ldquo;PMTHMETD&amp;rdquo;) dengan mengeluarkan saham B sejumlah 5.147.058 .824  saham Seri B dalam bentuk konversi penyelesaian utang Perseroan menjadi  saham kepada Asia Agri International Ltd sebesar Rp350.000.000.000  menjadi 5 .147.058.824 saham Seri B.
Perseroan saat ini, sedang melaksanakan cicilan pembayaran kepada  seluruh kreditur Utang Dagang atas dasar Putusan Pengadilan Perkara  Niaga (&amp;ldquo;PKPU&amp;rdquo;) yang telah dijalankan semenjak bulan Maret 2023.  Perseroan juga mengaktifkan kembali izin impor untuk Sapi Hidup yang  mendapat kuota 12.000 ekor sapi hidup di tahun 2023 dan izin impor untuk  Daging Beku.
Semenjak bulan Desember 2022 hingga bulan Juni 2023, Perseroan sudah  mengimpor Sapi Hidup dari Australia sejumlah kurang lebih 3500 ekor  sapi. Sejak awal tahun 2023 ini, Perseroan kembali aktif dalam penjualan  Daging Beku dan Sapi Hidup, sehingga seluruh penjualan Perseroan  tercermin dalam Laporan Keuangan kuartal II.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Emiten daging PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) meraup laba Rp52 miliar di sepanjang semester I 2023. Hingga 30 Juni 2023, BEEF mengantongi penjualan sebesar Rp301,7 miliar.
Angka penjualan BEEF meningkat dari Rp14,9 miliar pada semester kedua tahun 2022 atau tumbuh sebesar 1917%. Kontributor utama pada angka penjualan ini adalah penjualan daging dan distribusi yang sebesar 99% dari of total penjualan.

BACA JUGA:
Emiten Anthony Salim (ICBP) Raup Laba Rp5,72 Triliun di Semester I-2023


Penjualan daging dan distribusi pada semester ini tercatat sebesar Rp297,5 miliar atau tumbuh 77% dibandingkan pendapatan dari penjualan daging dan distribusi pada tahun sebelumnya sejumlah Rp3,2 miliar.
Direktur Utama Estika Tata Tiara, Imam Subowo mengatakan, meskipun masih berada di iklim usaha yang menantang karena pasca pandemi COVID-19 perseroan mampu untuk bertumbuh laba lebih baik lagi.

BACA JUGA:
Emiten Perkebunan Dharma Satya (DSNG) Raup Laba Rp360,01 Miliar


&amp;ldquo;Pencapaian ini karena masuknya Investor baru kami yaitu Asia Agri International Ltd, yang telah mengakuisi saham BEEF sebanyak 81%. Asia Agri International Ltd berfokus kepada usaha Perseroan, yaitu dalam periode 3 (tiga) tahun mendatang, mempunyai target proyeksi usaha dengan menjadikan Perseroan untuk lebih baik kedepannya dengan cara membantu perbaikan seluruh infrastruktur unit usaha yang telah lama terbengkalai sehingga menjadi lebih layak dan presentable, membesarkan aset biologis yaitu mengimpor sapi dari Australia atau negara penghasil sapi atau kerbau, dan membantu usaha Perseroan atas usaha utamanya yaitu menjalankan perdagangan daging dan produk olahan (turunannya) agar lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan luar Indonesia,&amp;rdquo; paparnya, Selasa (1/8/2023).
Sebagai bagian dari perbaikan kondisi keuangan usaha dari perseroan  dalam kuartal II ini, ekuitas Perseroan membaik yang disebabkan  terjadinya Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih  Dahulu (&amp;ldquo;PMTHMETD&amp;rdquo;) dengan mengeluarkan saham B sejumlah 5.147.058 .824  saham Seri B dalam bentuk konversi penyelesaian utang Perseroan menjadi  saham kepada Asia Agri International Ltd sebesar Rp350.000.000.000  menjadi 5 .147.058.824 saham Seri B.
Perseroan saat ini, sedang melaksanakan cicilan pembayaran kepada  seluruh kreditur Utang Dagang atas dasar Putusan Pengadilan Perkara  Niaga (&amp;ldquo;PKPU&amp;rdquo;) yang telah dijalankan semenjak bulan Maret 2023.  Perseroan juga mengaktifkan kembali izin impor untuk Sapi Hidup yang  mendapat kuota 12.000 ekor sapi hidup di tahun 2023 dan izin impor untuk  Daging Beku.
Semenjak bulan Desember 2022 hingga bulan Juni 2023, Perseroan sudah  mengimpor Sapi Hidup dari Australia sejumlah kurang lebih 3500 ekor  sapi. Sejak awal tahun 2023 ini, Perseroan kembali aktif dalam penjualan  Daging Beku dan Sapi Hidup, sehingga seluruh penjualan Perseroan  tercermin dalam Laporan Keuangan kuartal II.</content:encoded></item></channel></rss>
