<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Dunia Tahun Ini Masih Gelap Gulita</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dunia akan gelap gulita tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855068/ekonomi-dunia-tahun-ini-masih-gelap-gulita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855068/ekonomi-dunia-tahun-ini-masih-gelap-gulita"/><item><title>Ekonomi Dunia Tahun Ini Masih Gelap Gulita</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855068/ekonomi-dunia-tahun-ini-masih-gelap-gulita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855068/ekonomi-dunia-tahun-ini-masih-gelap-gulita</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 03:07 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/31/320/2855068/ekonomi-dunia-tahun-ini-masih-gelap-gulita-vphwOi0BUo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi dunia gelap gulita (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/31/320/2855068/ekonomi-dunia-tahun-ini-masih-gelap-gulita-vphwOi0BUo.jpg</image><title>Ekonomi dunia gelap gulita (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xMC8xNjgwNzMvNS94OG1pamxt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dunia akan gelap gulita tahun ini. Kondisi ekonomi dunia menggambarkan akan mempengaruhi kondisi perekonomian di dalam negeri, termasuk dalam hal ini adalah inflasi.
&quot;Walaupun kondisi ekonomi global ini, dunia akan gelap gulita pada tahun 2023 ini karena pertumbuhan dunia diramal hanya 2,1%. Ini turun drastis dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang 6,3%,&quot; ujar Sri dalam Penyerahan Insentif Fiskal Kategori Kinerja Pengendalian Inflasi di Daerah Periode I 2023 di Jakarta, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
IMF Prediksi Ekonomi Dunia Melambat hingga 3% di 2023 dan 2024


Maka dari itu, diperkirakan banyak negara akan mengalami resesi. Sekarang, situasi sudah di pertengahan tahun, dan kondisinya ternyata agak lebih baik dari yang semula diperkirakan.
&quot;Namun kalau kita lihat, pertumbuhan perdagangan dunia ini at the lowest point, paling rendah hanya 2,0%. Tahun 2021 pertumbuhan perdagangan global mencapai 10,7%,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pulang dari Paris Bawa Kabar Buruk: Ekonomi Dunia Tak Pasti!


Dia mengatakan, kalau dunia tidak saling berdagang, pasti ada bagian dunia yang membutuhkan barang atau jasa tapi tidak mendapatkannya, dan kemudian akan mendorong harga-harga menjadi naik. Inilah alasan disrupsi yang terjadi baik dari sisi supply maupun perdagangan serta dari sisi distribusi akan sangat menentukan inflasi.
&quot;Inflasi tertinggi terjadi di tahun 2022, seluruh dunia mengalami kenaikan yang sangat tinggi, inflasinya di 8,7% dari yang tadinya 0%, atau mendekati 0. Negara maju, bahkan beberapa di antaranya mengalami deflasi namun kemudian melonjak menjadi 7,3%,&quot; tambah Sri.
Hal ini menggerus daya beli, dan berdampak pada permintaan yang  menurun, kegiatan produksi pun juga akan mulai menurun. Indikator PMI  Manufaktur di Juni 2023, mayoritas sebesar 61,9% dari negara G20 dan  ASEAN-6 mengalami kontraksi, di antaranya adalah AS, Eropa, Jerman,  Prancis, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Italia,  Brazil, Afrika Selatan, dan Singapura.
Sebanyak 23,8% yang ekspansinya melambat, antara lain China,  Thailand, Filipina, India, dan Rusia. Kemudian hanya 14,3% yang  mengalami ekspansi dan akselerasi, yaitu Indonesia, Turki, dan Meksiko.
&quot;Ini yang kontraksi negara-negara besar, bahkan negara tetangga kita  Malaysia dan Vietnam juga kontraktif, ini yang menggambarkan bahwa  dampak pelemahan ekonomi global akibat termasuk salah satunya inflasi  yang menggerus daya beli itu sangat besar,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Bawa Kabar Buruk! Sri Mulyani: Dunia Akan Gelap Gulita Tahun Ini</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xMC8xNjgwNzMvNS94OG1pamxt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dunia akan gelap gulita tahun ini. Kondisi ekonomi dunia menggambarkan akan mempengaruhi kondisi perekonomian di dalam negeri, termasuk dalam hal ini adalah inflasi.
&quot;Walaupun kondisi ekonomi global ini, dunia akan gelap gulita pada tahun 2023 ini karena pertumbuhan dunia diramal hanya 2,1%. Ini turun drastis dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang 6,3%,&quot; ujar Sri dalam Penyerahan Insentif Fiskal Kategori Kinerja Pengendalian Inflasi di Daerah Periode I 2023 di Jakarta, Senin (31/7/2023).

BACA JUGA:
IMF Prediksi Ekonomi Dunia Melambat hingga 3% di 2023 dan 2024


Maka dari itu, diperkirakan banyak negara akan mengalami resesi. Sekarang, situasi sudah di pertengahan tahun, dan kondisinya ternyata agak lebih baik dari yang semula diperkirakan.
&quot;Namun kalau kita lihat, pertumbuhan perdagangan dunia ini at the lowest point, paling rendah hanya 2,0%. Tahun 2021 pertumbuhan perdagangan global mencapai 10,7%,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pulang dari Paris Bawa Kabar Buruk: Ekonomi Dunia Tak Pasti!


Dia mengatakan, kalau dunia tidak saling berdagang, pasti ada bagian dunia yang membutuhkan barang atau jasa tapi tidak mendapatkannya, dan kemudian akan mendorong harga-harga menjadi naik. Inilah alasan disrupsi yang terjadi baik dari sisi supply maupun perdagangan serta dari sisi distribusi akan sangat menentukan inflasi.
&quot;Inflasi tertinggi terjadi di tahun 2022, seluruh dunia mengalami kenaikan yang sangat tinggi, inflasinya di 8,7% dari yang tadinya 0%, atau mendekati 0. Negara maju, bahkan beberapa di antaranya mengalami deflasi namun kemudian melonjak menjadi 7,3%,&quot; tambah Sri.
Hal ini menggerus daya beli, dan berdampak pada permintaan yang  menurun, kegiatan produksi pun juga akan mulai menurun. Indikator PMI  Manufaktur di Juni 2023, mayoritas sebesar 61,9% dari negara G20 dan  ASEAN-6 mengalami kontraksi, di antaranya adalah AS, Eropa, Jerman,  Prancis, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Italia,  Brazil, Afrika Selatan, dan Singapura.
Sebanyak 23,8% yang ekspansinya melambat, antara lain China,  Thailand, Filipina, India, dan Rusia. Kemudian hanya 14,3% yang  mengalami ekspansi dan akselerasi, yaitu Indonesia, Turki, dan Meksiko.
&quot;Ini yang kontraksi negara-negara besar, bahkan negara tetangga kita  Malaysia dan Vietnam juga kontraktif, ini yang menggambarkan bahwa  dampak pelemahan ekonomi global akibat termasuk salah satunya inflasi  yang menggerus daya beli itu sangat besar,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Bawa Kabar Buruk! Sri Mulyani: Dunia Akan Gelap Gulita Tahun Ini</content:encoded></item></channel></rss>
