<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Jurus Menhub Naikkan Level Kompetitif Industri Logistik RI</title><description>Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah masalah transportasi barang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855554/7-jurus-menhub-naikkan-level-kompetitif-industri-logistik-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855554/7-jurus-menhub-naikkan-level-kompetitif-industri-logistik-ri"/><item><title>7 Jurus Menhub Naikkan Level Kompetitif Industri Logistik RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855554/7-jurus-menhub-naikkan-level-kompetitif-industri-logistik-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855554/7-jurus-menhub-naikkan-level-kompetitif-industri-logistik-ri</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/320/2855554/7-jurus-menhub-naikkan-level-kompetitif-industri-logistik-ri-2BjMof6Gu0.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/320/2855554/7-jurus-menhub-naikkan-level-kompetitif-industri-logistik-ri-2BjMof6Gu0.JPG</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNS8xLzE2NTI1OS81L3g4azNzc3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah masalah terkait dengan penataan transportasi barang.

Menhub menjelaskan kalau angkutan barang yang menggunakan jalan darat masih mendominasi dengan 87%, disusul oleh angkutan laut sebesar 12,6%, kereta api 0,26%, dan sisanya diangkut melalui moda transportasi udara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kembali Uji Coba LRT Jabodebek, Menhub: Jika Ada Kelemahan Segera Diperbaiki

Sehingga permasalahan yang timbul di sektor transportasi barang yakni tingginya kecelakaan, kemacetan, kendaraan over dimension over load [ODOL], kerusakan infrastruktur jalan.

Menhub mengatakan bahwa permasalahan tersebut berdampak terhadap tingginya biaya logistik di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tingkatkan Konektivitas Penerbangan, Menhub: Safety Harga Mati

Dia mengatakan berdasarkan data Kementerian Keuangan pada tahun 2021 biaya logistik Indonesia mencapai 23,5% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan biaya logistik negara kawasan Asean seperti, Malaysia yang hanya hanya 13% dari PDB.

Dia juga menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat terakhir dibanding negara tetangga seperti Singapura yang menduduki tingkat pertama, kemudian Vietnam dalam performa Indonesia dalam Logistics Performance Index (LPI) 2023.

&quot;Dengan kondisi itu berdampak pada penurunan level kompetitif industri logistik dari bangsa bangsa lain,&quot; kata Menhub melalui tayangan virtual, Selasa (1/8/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BUMN Incar Sektor Pertambangan dan Logistik di Afrika


Menghadapi masalah, Menhub menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menyiapkan 7 strategi diantarnya yakni pertama meningkatkan implementasi perizinan berbasis online.



Kedua mewajibkan penerapan manajemen keselamatan angkutan umum khusunya angkutan barang.



Ketiga, melakukan pembangunan dan peningkatan fasilitas penimbangan kendaraan motor.



Keempat mendorong menggunakan terminal umum.



Kelima ,mendorong integrasi multimoda untuk mengurangi beban jalan.



Keenam, mendukung program tol laut melalui angkutan perintis.



&quot;Ketuju, pengembangan sistem dan aplikasi perizinan Spionam untuk mempersingkat proses pelayanan perizinan angkutan barang, khususnya berbahaya,&quot; katanya.



Adapun dia mengatakan bahwa implementasi tersebut perlu adanya kolaborasi dari seluruh pihak dalam mewujudkan transportasi barang selamat, teratur dan efisien.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNS8xLzE2NTI1OS81L3g4azNzc3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah masalah terkait dengan penataan transportasi barang.

Menhub menjelaskan kalau angkutan barang yang menggunakan jalan darat masih mendominasi dengan 87%, disusul oleh angkutan laut sebesar 12,6%, kereta api 0,26%, dan sisanya diangkut melalui moda transportasi udara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kembali Uji Coba LRT Jabodebek, Menhub: Jika Ada Kelemahan Segera Diperbaiki

Sehingga permasalahan yang timbul di sektor transportasi barang yakni tingginya kecelakaan, kemacetan, kendaraan over dimension over load [ODOL], kerusakan infrastruktur jalan.

Menhub mengatakan bahwa permasalahan tersebut berdampak terhadap tingginya biaya logistik di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tingkatkan Konektivitas Penerbangan, Menhub: Safety Harga Mati

Dia mengatakan berdasarkan data Kementerian Keuangan pada tahun 2021 biaya logistik Indonesia mencapai 23,5% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan biaya logistik negara kawasan Asean seperti, Malaysia yang hanya hanya 13% dari PDB.

Dia juga menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat terakhir dibanding negara tetangga seperti Singapura yang menduduki tingkat pertama, kemudian Vietnam dalam performa Indonesia dalam Logistics Performance Index (LPI) 2023.

&quot;Dengan kondisi itu berdampak pada penurunan level kompetitif industri logistik dari bangsa bangsa lain,&quot; kata Menhub melalui tayangan virtual, Selasa (1/8/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BUMN Incar Sektor Pertambangan dan Logistik di Afrika


Menghadapi masalah, Menhub menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menyiapkan 7 strategi diantarnya yakni pertama meningkatkan implementasi perizinan berbasis online.



Kedua mewajibkan penerapan manajemen keselamatan angkutan umum khusunya angkutan barang.



Ketiga, melakukan pembangunan dan peningkatan fasilitas penimbangan kendaraan motor.



Keempat mendorong menggunakan terminal umum.



Kelima ,mendorong integrasi multimoda untuk mengurangi beban jalan.



Keenam, mendukung program tol laut melalui angkutan perintis.



&quot;Ketuju, pengembangan sistem dan aplikasi perizinan Spionam untuk mempersingkat proses pelayanan perizinan angkutan barang, khususnya berbahaya,&quot; katanya.



Adapun dia mengatakan bahwa implementasi tersebut perlu adanya kolaborasi dari seluruh pihak dalam mewujudkan transportasi barang selamat, teratur dan efisien.</content:encoded></item></channel></rss>
