<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Proyek Rupiah Digital, Begini Kata Gubernur BI</title><description>Bank Indonesia (BI) menyampaikan kabar terbaru dari proyek Rupiah Digital yang merupakan Central Bank Digital Currency (CBDC).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855775/update-proyek-rupiah-digital-begini-kata-gubernur-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855775/update-proyek-rupiah-digital-begini-kata-gubernur-bi"/><item><title>Update Proyek Rupiah Digital, Begini Kata Gubernur BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855775/update-proyek-rupiah-digital-begini-kata-gubernur-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/320/2855775/update-proyek-rupiah-digital-begini-kata-gubernur-bi</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/320/2855775/update-proyek-rupiah-digital-begini-kata-gubernur-bi-Jqg5DyizIw.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/320/2855775/update-proyek-rupiah-digital-begini-kata-gubernur-bi-Jqg5DyizIw.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan kabar terbaru dari proyek Rupiah Digital yang merupakan Central Bank Digital Currency (CBDC).

Gubernur BI, Pery Warjiyo menyebut bahwa CBDC ini masih dalam masa penggodokan oleh BI dan instansi maupun pemegang kepentingan lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dolar AS Perkasa, Rupiah Tertekan ke Rp15.105/USD

&quot;Konsep CBDC memang sedang dalam pematangan. kita baru menerima masukan dari kawan-kawan di industri di akhir Juni kemarin. Kawan BI masih menggodoknya,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK di Jakarta, Selasa (1/8/2023).

Dalam pematangan rencananya, dia menyebut bahwa ada tiga pertimbangan penting. Yang pertama, konsep sangat penting demi kesiapan ke depannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Lebih Kuat Dibanding Peso hingga Rupee, Ini Buktinya

&quot;Tentu saja kami perlu mempertimbangkan kesiapan industri. Makanya dari bulan Juli kemarin, kami sudah menerima masukan dari pihak industri, baik kesiapan teknologinya, bahasa komunikasinya, maupun implikasinya,&quot; tambah Perry.

Pertimbangan kedua adalah mengenai kompatibilitas atau kesesuaian dengan teknologi digital yang ada di global. &quot;Ini CBDC kan ga hanya di dalam negeri, dia juga luar negeri (cross border),&quot; ungkap Perry.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Sore Ini Tak Bergerak di Rp15.027/USD


Dia mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan EIS karena di sana sedang dikembangkan teknologi digital untuk CBDC dan yang lainnya.

Sementara itu, yang ketiga, dia menyebut pihaknya perlu mempersiapkan rencana pengembangannya ke depan, dimana konsep mencakup struktur model bisnis sampai teknologinya.



&quot;Tiga hal ini sedang kami persiapkan, ada waktunya nanti kami jelaskan,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan kabar terbaru dari proyek Rupiah Digital yang merupakan Central Bank Digital Currency (CBDC).

Gubernur BI, Pery Warjiyo menyebut bahwa CBDC ini masih dalam masa penggodokan oleh BI dan instansi maupun pemegang kepentingan lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dolar AS Perkasa, Rupiah Tertekan ke Rp15.105/USD

&quot;Konsep CBDC memang sedang dalam pematangan. kita baru menerima masukan dari kawan-kawan di industri di akhir Juni kemarin. Kawan BI masih menggodoknya,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK di Jakarta, Selasa (1/8/2023).

Dalam pematangan rencananya, dia menyebut bahwa ada tiga pertimbangan penting. Yang pertama, konsep sangat penting demi kesiapan ke depannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Lebih Kuat Dibanding Peso hingga Rupee, Ini Buktinya

&quot;Tentu saja kami perlu mempertimbangkan kesiapan industri. Makanya dari bulan Juli kemarin, kami sudah menerima masukan dari pihak industri, baik kesiapan teknologinya, bahasa komunikasinya, maupun implikasinya,&quot; tambah Perry.

Pertimbangan kedua adalah mengenai kompatibilitas atau kesesuaian dengan teknologi digital yang ada di global. &quot;Ini CBDC kan ga hanya di dalam negeri, dia juga luar negeri (cross border),&quot; ungkap Perry.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Sore Ini Tak Bergerak di Rp15.027/USD


Dia mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan EIS karena di sana sedang dikembangkan teknologi digital untuk CBDC dan yang lainnya.

Sementara itu, yang ketiga, dia menyebut pihaknya perlu mempersiapkan rencana pengembangannya ke depan, dimana konsep mencakup struktur model bisnis sampai teknologinya.



&quot;Tiga hal ini sedang kami persiapkan, ada waktunya nanti kami jelaskan,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
