<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Punya Bandara Tahan Gempa dan Tsunami Pertama di ASEAN</title><description>YIA di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi  bandara dengan konstruksi tahan gempa dan tsunami pertama di ASEAN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/470/2855729/indonesia-punya-bandara-tahan-gempa-dan-tsunami-pertama-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/470/2855729/indonesia-punya-bandara-tahan-gempa-dan-tsunami-pertama-di-asean"/><item><title>Indonesia Punya Bandara Tahan Gempa dan Tsunami Pertama di ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/470/2855729/indonesia-punya-bandara-tahan-gempa-dan-tsunami-pertama-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/01/470/2855729/indonesia-punya-bandara-tahan-gempa-dan-tsunami-pertama-di-asean</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2023 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/470/2855729/indonesia-punya-bandara-tahan-gempa-dan-tsunami-pertama-di-asean-bWdNcKMEJo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">YIA bandara tahan gempa dan tsunami (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/470/2855729/indonesia-punya-bandara-tahan-gempa-dan-tsunami-pertama-di-asean-bWdNcKMEJo.jpg</image><title>YIA bandara tahan gempa dan tsunami (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Mi81L3g4bW9kMzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi bandara dengan konstruksi tahan gempa dan tsunami pertama di ASEAN. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.
&quot;Satu-satunya bandara di ASEAN yang telah disiapkan untuk tahan gempa kekuatan 8,5 dan tsunami sampai ketinggian 10 meter,&quot; kata Dwikorita dilansir dari Antara, Selasa (1/8/2023).

BACA JUGA:
 Gempa M3,3 Guncang Wilayah Bolaang Uki Sulut 


Dengan kondisi bangunan yang telah didesain tahan gempa dan tsunami, dia berharap saat menghadapi bencana itu masyarakat yang berada di bandara YIA tidak perlu berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Menurut Dwikorita, lantai dua dan lantai mezzanine di Gedung YIA telah didesain sebagai tempat evakuasi paling aman manakala terjadi gempa dan tsunami hingga ketinggian 10 meter.

BACA JUGA:
Kenapa Kalimantan Jarang Terjadi Gempa? Simak Penjelasannya


&quot;Jadi jangan malah kocar kacir lari keluar. Itu malah tidak aman karena tsunaminya bisa 10 meter,&quot; kata mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Gedung YIA, kata dia, memiliki kapasitas bangunan yang mampu  menampung 10 ribu orang, termasuk bagi masyarakat yang berada di luar  kawasan bandara. &quot;Yang tidak ada tempat aman untuk evakuasi justru  diarahkan ke bandara,&quot; ujar dia.
Dalam kesempatan itu Dwikorita mengapresiasi Pemda DIY dan BNPB yang  dinilai cukup maju dalam memberikan edukasi mitigasi bencana bagi  masyarakat setempat, terutama mengantisipasi gempa bumi di sekitar  patahan Opak-Oyo.
&quot;Karena gempa terakhir yang berada di selatan Bantul magnitudonya  cukup tinggi 6, kalau di kabupaten provinsi lain kekuatan sekian dan  kedalaman kurang lebih sama itu rusaknya masif, tapi kemarin hanya  ringan dan sangat ringan,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Mi81L3g4bW9kMzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi bandara dengan konstruksi tahan gempa dan tsunami pertama di ASEAN. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.
&quot;Satu-satunya bandara di ASEAN yang telah disiapkan untuk tahan gempa kekuatan 8,5 dan tsunami sampai ketinggian 10 meter,&quot; kata Dwikorita dilansir dari Antara, Selasa (1/8/2023).

BACA JUGA:
 Gempa M3,3 Guncang Wilayah Bolaang Uki Sulut 


Dengan kondisi bangunan yang telah didesain tahan gempa dan tsunami, dia berharap saat menghadapi bencana itu masyarakat yang berada di bandara YIA tidak perlu berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Menurut Dwikorita, lantai dua dan lantai mezzanine di Gedung YIA telah didesain sebagai tempat evakuasi paling aman manakala terjadi gempa dan tsunami hingga ketinggian 10 meter.

BACA JUGA:
Kenapa Kalimantan Jarang Terjadi Gempa? Simak Penjelasannya


&quot;Jadi jangan malah kocar kacir lari keluar. Itu malah tidak aman karena tsunaminya bisa 10 meter,&quot; kata mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Gedung YIA, kata dia, memiliki kapasitas bangunan yang mampu  menampung 10 ribu orang, termasuk bagi masyarakat yang berada di luar  kawasan bandara. &quot;Yang tidak ada tempat aman untuk evakuasi justru  diarahkan ke bandara,&quot; ujar dia.
Dalam kesempatan itu Dwikorita mengapresiasi Pemda DIY dan BNPB yang  dinilai cukup maju dalam memberikan edukasi mitigasi bencana bagi  masyarakat setempat, terutama mengantisipasi gempa bumi di sekitar  patahan Opak-Oyo.
&quot;Karena gempa terakhir yang berada di selatan Bantul magnitudonya  cukup tinggi 6, kalau di kabupaten provinsi lain kekuatan sekian dan  kedalaman kurang lebih sama itu rusaknya masif, tapi kemarin hanya  ringan dan sangat ringan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
