<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Emiten Sawit (SIMP) Anjlok 70,8% Gegara Omzet Turun</title><description>Laba emiten sawit PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) anjlok 70,89% dari  laba periode yang sama tahun 2022 lalu yang sebesar Rp441 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856009/laba-emiten-sawit-simp-anjlok-70-8-gegara-omzet-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856009/laba-emiten-sawit-simp-anjlok-70-8-gegara-omzet-turun"/><item><title>Laba Emiten Sawit (SIMP) Anjlok 70,8% Gegara Omzet Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856009/laba-emiten-sawit-simp-anjlok-70-8-gegara-omzet-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856009/laba-emiten-sawit-simp-anjlok-70-8-gegara-omzet-turun</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/278/2856009/laba-emiten-sawit-simp-anjlok-70-8-gegara-omzet-turun-SiIHEHN589.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba SIMP anjlok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/278/2856009/laba-emiten-sawit-simp-anjlok-70-8-gegara-omzet-turun-SiIHEHN589.jpeg</image><title>Laba SIMP anjlok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba emiten sawit PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) anjlok 70,89% dari laba periode yang sama tahun 2022 lalu yang sebesar Rp441 miliar. Pada semester I 2023, SIMP membukukan laba bersih sebesar Rp128,36 miliar.
Penurunan laba bersih juga sejalan dengan pendapatan perseroan yang juga susut 5,75% menjadi Rp7,60 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp8,07 triliun. Adapun, penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh turunnya harga jual rata-rata produk sawit dan produk minyak dan lemak nabati (EOF).

BACA JUGA:
Emiten Daging (BEEF) Raup Laba Rp52 Miliar di Semester I-2023


&amp;ldquo;Yang sebagian diimbangi oleh kenaikan volume penjualan produk sawit dan produk EOF,&amp;rdquo; kata Direktur Utama SIMP, Mark Wakeford dalam keterangan resminya, Selasa (1/8/2023).
Berdasarkan produknya, penjualan minyak kelapa sawit (MKS) tercatat sebesar Rp3,57 triliun, produk inti sawit dan produk terkait mencatatkan penjualan sebesar Rp464,68 miliar, sementara minyak goreng dan lemak nabati tidak mencatatkan pendapatan, serta penjualan lainnya tercatat sebesar Rp641,28 miliar.

BACA JUGA:
Emiten Anthony Salim (ICBP) Raup Laba Rp5,72 Triliun di Semester I-2023


Secara geografis, penjualan domestik tercatat turun menjadi sebesar Rp6,66 triliun, dari sebelumnya Rp7,71 triliun. Sementara itu, penjualan ekspor tercatat naik menjadi sebesar Rp943,25 miliar, dari sebelumnya Rp359,76 miliar.
Dari sisi produksi, produksi tandan buah segar (TBS) inti turun 5% secara tahunan menjadi 1,21 juta ton. Seiring dengan turunnya produksi TBS, produksi CPO turun 5% secara tahunan menjadi 309 ribu ton.&amp;ldquo;Pada semester pertama tahun 2023, produksi TBS inti kami dipengaruhi  oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta kegiatan peremajaan  kelapa sawit,&amp;rdquo; ujar Mark.
Lebih lanjut, Mark menuturkan bahwa tantangan pada sektor agribisnis  masih berlanjut, terutama seiring dampak cuaca dan volatilitas harga  komoditas. Ke depan, SIMP tetap fokus pada peningkatan pengendalian  biaya dan efisiensi, peningkatan produktivitas, serta pengelolaan  kegiatan operasi secara berkelanjutan.
Per Juni 2023, total nilai aset SIMP tercatat sebesar Rp35,69  triliun, turun 1,14% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar  Rp36,11 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp14,78  triliun dan ekuitas sebesar Rp20,91 triliun.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba emiten sawit PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) anjlok 70,89% dari laba periode yang sama tahun 2022 lalu yang sebesar Rp441 miliar. Pada semester I 2023, SIMP membukukan laba bersih sebesar Rp128,36 miliar.
Penurunan laba bersih juga sejalan dengan pendapatan perseroan yang juga susut 5,75% menjadi Rp7,60 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp8,07 triliun. Adapun, penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh turunnya harga jual rata-rata produk sawit dan produk minyak dan lemak nabati (EOF).

BACA JUGA:
Emiten Daging (BEEF) Raup Laba Rp52 Miliar di Semester I-2023


&amp;ldquo;Yang sebagian diimbangi oleh kenaikan volume penjualan produk sawit dan produk EOF,&amp;rdquo; kata Direktur Utama SIMP, Mark Wakeford dalam keterangan resminya, Selasa (1/8/2023).
Berdasarkan produknya, penjualan minyak kelapa sawit (MKS) tercatat sebesar Rp3,57 triliun, produk inti sawit dan produk terkait mencatatkan penjualan sebesar Rp464,68 miliar, sementara minyak goreng dan lemak nabati tidak mencatatkan pendapatan, serta penjualan lainnya tercatat sebesar Rp641,28 miliar.

BACA JUGA:
Emiten Anthony Salim (ICBP) Raup Laba Rp5,72 Triliun di Semester I-2023


Secara geografis, penjualan domestik tercatat turun menjadi sebesar Rp6,66 triliun, dari sebelumnya Rp7,71 triliun. Sementara itu, penjualan ekspor tercatat naik menjadi sebesar Rp943,25 miliar, dari sebelumnya Rp359,76 miliar.
Dari sisi produksi, produksi tandan buah segar (TBS) inti turun 5% secara tahunan menjadi 1,21 juta ton. Seiring dengan turunnya produksi TBS, produksi CPO turun 5% secara tahunan menjadi 309 ribu ton.&amp;ldquo;Pada semester pertama tahun 2023, produksi TBS inti kami dipengaruhi  oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta kegiatan peremajaan  kelapa sawit,&amp;rdquo; ujar Mark.
Lebih lanjut, Mark menuturkan bahwa tantangan pada sektor agribisnis  masih berlanjut, terutama seiring dampak cuaca dan volatilitas harga  komoditas. Ke depan, SIMP tetap fokus pada peningkatan pengendalian  biaya dan efisiensi, peningkatan produktivitas, serta pengelolaan  kegiatan operasi secara berkelanjutan.
Per Juni 2023, total nilai aset SIMP tercatat sebesar Rp35,69  triliun, turun 1,14% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar  Rp36,11 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp14,78  triliun dan ekuitas sebesar Rp20,91 triliun.
</content:encoded></item></channel></rss>
