<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai IPO, Cinema XXI (CNMA) Bakal Bagikan Dividen 35%</title><description>PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856313/usai-ipo-cinema-xxi-cnma-bakal-bagikan-dividen-35</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856313/usai-ipo-cinema-xxi-cnma-bakal-bagikan-dividen-35"/><item><title>Usai IPO, Cinema XXI (CNMA) Bakal Bagikan Dividen 35%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856313/usai-ipo-cinema-xxi-cnma-bakal-bagikan-dividen-35</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/278/2856313/usai-ipo-cinema-xxi-cnma-bakal-bagikan-dividen-35</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/278/2856313/usai-ipo-cinema-xxi-cnma-bakal-bagikan-dividen-35-zK1kOv6Lgo.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/278/2856313/usai-ipo-cinema-xxi-cnma-bakal-bagikan-dividen-35-zK1kOv6Lgo.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai perusahaan terbuka, pembagian dividen menjadi salah satu hal yang diperhatikan para pemegang saham perseroan nantinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelni Cetak Laba Bersih Rp113 Miliar pada Semester I-2023, Angkut 2,6 Juta Penumpang

Dalam hal ini, Sekretaris Perusahaan CNMA, Tri Rudy Anitio mengatakan bahwa, perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen sebesar 35% dari laba bersih.

Adapun, kebijakan dividen ini mulai berlaku untuk laba bersih perseroan setelah pajak untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, yang akan dibagikan pada tahun 2024.

&amp;ldquo;Kami memberikan janji kepada investor minimal 35% akan kami bagikan. Kami akan lihat lagi, kalau memungkinan lebih dari itu kami akan bagi lebih dari pada itu,&amp;rdquo; ujar pria yang akrab disapa Aan itu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (2/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Transaksi Nego Saham Cinema XXI (CNMA) Rp5,06 Triliun, Siapa di Baliknya?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa CNMA akan mengumumkan dan mendistribusikan dividen, serta direksi memiliki wewenang untuk menyesuaikan kebijakan dividen perseroan setiap saat, untuk memastikan dividen dibayarkan secara seimbang sehingga perseroan dapat terus bertumbuh.

Lebih lanjut, dividen yang akan dibayarkan di masa depan, jika ada, akan tergantung pada laba ditahan di masa depan, kondisi keuangan, arus kas, kebutuhan modal kerja, serta belanja modal, komitmen kontraktual, dan biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pelaksanaan strategi bisnis Cinema XXI.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bioskop Cinema XXI Tetapkan Harga IPO Rp270/Saham Bakal Raup Rp2,2 Triliun


Sementara itu, jika perseroan tidak dapat menghasilkan laba yang memadai atau jika Perseroan memutuskan bahwa hal tersebut diperlukan, perseroan mungkin tidak membayar dividen di masa depan.



Sebagai akibatnya, apresiasi investasi, jika ada, dari saham perseroan mungkin menjadi satu-satunya sumber keuntungan bagi pemegang saham.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai perusahaan terbuka, pembagian dividen menjadi salah satu hal yang diperhatikan para pemegang saham perseroan nantinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelni Cetak Laba Bersih Rp113 Miliar pada Semester I-2023, Angkut 2,6 Juta Penumpang

Dalam hal ini, Sekretaris Perusahaan CNMA, Tri Rudy Anitio mengatakan bahwa, perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen sebesar 35% dari laba bersih.

Adapun, kebijakan dividen ini mulai berlaku untuk laba bersih perseroan setelah pajak untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, yang akan dibagikan pada tahun 2024.

&amp;ldquo;Kami memberikan janji kepada investor minimal 35% akan kami bagikan. Kami akan lihat lagi, kalau memungkinan lebih dari itu kami akan bagi lebih dari pada itu,&amp;rdquo; ujar pria yang akrab disapa Aan itu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (2/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada Transaksi Nego Saham Cinema XXI (CNMA) Rp5,06 Triliun, Siapa di Baliknya?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa CNMA akan mengumumkan dan mendistribusikan dividen, serta direksi memiliki wewenang untuk menyesuaikan kebijakan dividen perseroan setiap saat, untuk memastikan dividen dibayarkan secara seimbang sehingga perseroan dapat terus bertumbuh.

Lebih lanjut, dividen yang akan dibayarkan di masa depan, jika ada, akan tergantung pada laba ditahan di masa depan, kondisi keuangan, arus kas, kebutuhan modal kerja, serta belanja modal, komitmen kontraktual, dan biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pelaksanaan strategi bisnis Cinema XXI.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bioskop Cinema XXI Tetapkan Harga IPO Rp270/Saham Bakal Raup Rp2,2 Triliun


Sementara itu, jika perseroan tidak dapat menghasilkan laba yang memadai atau jika Perseroan memutuskan bahwa hal tersebut diperlukan, perseroan mungkin tidak membayar dividen di masa depan.



Sebagai akibatnya, apresiasi investasi, jika ada, dari saham perseroan mungkin menjadi satu-satunya sumber keuntungan bagi pemegang saham.</content:encoded></item></channel></rss>
