<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sorgum Belum Bisa Gantikan Gandum, Ternyata Ini Biang Keroknya</title><description>Sorgum belum bisa menjadi substitusi alias menggantikan tepung gandum.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/320/2856224/sorgum-belum-bisa-gantikan-gandum-ternyata-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/320/2856224/sorgum-belum-bisa-gantikan-gandum-ternyata-ini-biang-keroknya"/><item><title>Sorgum Belum Bisa Gantikan Gandum, Ternyata Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/320/2856224/sorgum-belum-bisa-gantikan-gandum-ternyata-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/02/320/2856224/sorgum-belum-bisa-gantikan-gandum-ternyata-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/320/2856224/sorgum-belum-bisa-gantikan-gandum-ternyata-ini-biang-keroknya-jrKB6DG60o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sorgum belum bisa gantikan gandum (Foto: Coolmagz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/320/2856224/sorgum-belum-bisa-gantikan-gandum-ternyata-ini-biang-keroknya-jrKB6DG60o.jpg</image><title>Sorgum belum bisa gantikan gandum (Foto: Coolmagz)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8zMC80LzE2MTczOC81L3g4ajZpNjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sorgum belum bisa menjadi substitusi alias menggantikan tepung gandum. Budidaya Sorgum disiapkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan komoditas yang saat ini masih didatangkan dari impor.
Namun sayangnya, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, Badan Pangan Nasional (NFA), I Gusti Ketut Astawa mengakui bahwa saat ini sorgum belum bisa dijadikan sebagai substitusi bahan pangan.

BACA JUGA:
Danlantamal IX Pelopori Panen Raya Sorgum di Maluku, Tingkatkan Perekonomian Petani


Hal itu dikarenakan biaya produksi sorgum masih jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan mengimpor langsung tepung gandum. Sehingga harga jual produknya pun juga praktis masih tinggi.
&quot;Pengembangan sorgum, saat ini belum bisa banyak karena dari sisi harga masih tinggi, namun demikian proses pengembangan untuk susbtitusi masih terus berjalan, sedang diupayakan oleh pemerintah,&quot; ujar Ketut dalam diskusi virtual bersama Pataka, Rabu (2/8/2023).

BACA JUGA:
Jadi Alternatif Pangan, Sorgum Ditanam di Lanud Sutan Sjahrir Padang


Ketut menambahkan pengembangan sorgum juga upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Mengingat adanya ancaman krisis iklim akan membuat produktivitas padi akan berkurang apabila ketersediaan air tengah menipis.
&quot;Sebenarnya substitusi pangan, penganekaragaman pangan, tetap kita  kolaborasi dengan teman-teman di Kementan, ada beberapa yang sudah  berjalan, sebagaimana kita ketahui, pengembangan sorgum tengah berjalan,  beberapa komoditas juga berjalan,&quot; sambungnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan  bahwa sorgum merupakan tanaman yang paling mudah tumbuh karena bisa  tahan terhadap panas dan tahan terhadap hujan. Sorgum juga tidak  memerlukan air banyak karena dengan sendirinya ia akan tumbuh dan mekar  secara baik.
&quot;Dia tahan panas, dia tahan hujan tidak perlu perawatan yang manja  seperti jagung dan padi. Sehingga begitu selesai ditanam Insha Allah  tinggal di jenguk-jenguk sedikit dia jadi. Dia tidak butuh air yang  banyak,&quot; kata Mentan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8zMC80LzE2MTczOC81L3g4ajZpNjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Sorgum belum bisa menjadi substitusi alias menggantikan tepung gandum. Budidaya Sorgum disiapkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan komoditas yang saat ini masih didatangkan dari impor.
Namun sayangnya, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, Badan Pangan Nasional (NFA), I Gusti Ketut Astawa mengakui bahwa saat ini sorgum belum bisa dijadikan sebagai substitusi bahan pangan.

BACA JUGA:
Danlantamal IX Pelopori Panen Raya Sorgum di Maluku, Tingkatkan Perekonomian Petani


Hal itu dikarenakan biaya produksi sorgum masih jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan mengimpor langsung tepung gandum. Sehingga harga jual produknya pun juga praktis masih tinggi.
&quot;Pengembangan sorgum, saat ini belum bisa banyak karena dari sisi harga masih tinggi, namun demikian proses pengembangan untuk susbtitusi masih terus berjalan, sedang diupayakan oleh pemerintah,&quot; ujar Ketut dalam diskusi virtual bersama Pataka, Rabu (2/8/2023).

BACA JUGA:
Jadi Alternatif Pangan, Sorgum Ditanam di Lanud Sutan Sjahrir Padang


Ketut menambahkan pengembangan sorgum juga upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Mengingat adanya ancaman krisis iklim akan membuat produktivitas padi akan berkurang apabila ketersediaan air tengah menipis.
&quot;Sebenarnya substitusi pangan, penganekaragaman pangan, tetap kita  kolaborasi dengan teman-teman di Kementan, ada beberapa yang sudah  berjalan, sebagaimana kita ketahui, pengembangan sorgum tengah berjalan,  beberapa komoditas juga berjalan,&quot; sambungnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan  bahwa sorgum merupakan tanaman yang paling mudah tumbuh karena bisa  tahan terhadap panas dan tahan terhadap hujan. Sorgum juga tidak  memerlukan air banyak karena dengan sendirinya ia akan tumbuh dan mekar  secara baik.
&quot;Dia tahan panas, dia tahan hujan tidak perlu perawatan yang manja  seperti jagung dan padi. Sehingga begitu selesai ditanam Insha Allah  tinggal di jenguk-jenguk sedikit dia jadi. Dia tidak butuh air yang  banyak,&quot; kata Mentan.</content:encoded></item></channel></rss>
