<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Bangkit Pasca Pandemi, Sri Mulyani: Tak Semua Negara Bisa</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tidak semua negara mampu  bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2856800/ekonomi-ri-bangkit-pasca-pandemi-sri-mulyani-tak-semua-negara-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2856800/ekonomi-ri-bangkit-pasca-pandemi-sri-mulyani-tak-semua-negara-bisa"/><item><title>Ekonomi RI Bangkit Pasca Pandemi, Sri Mulyani: Tak Semua Negara Bisa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2856800/ekonomi-ri-bangkit-pasca-pandemi-sri-mulyani-tak-semua-negara-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2856800/ekonomi-ri-bangkit-pasca-pandemi-sri-mulyani-tak-semua-negara-bisa</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2856800/ekonomi-ri-bangkit-pasca-pandemi-sri-mulyani-tak-semua-negara-bisa-EPrv4c0coM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani bersyukur ekonomi RI bisa bangkit (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2856800/ekonomi-ri-bangkit-pasca-pandemi-sri-mulyani-tak-semua-negara-bisa-EPrv4c0coM.jpg</image><title>Sri Mulyani bersyukur ekonomi RI bisa bangkit (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xMC8xNjgwNzMvNS94OG1pamxt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tidak semua negara mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi covid-19. Bersyukurnya, ekonomi Indonesia mampu bangkit dari resesi yang dialami saat pandemi.
&quot;Pandemi COVID-19 telah menurunkan PDB dan perekonomian, aktivitas ekonomi di semua negara. Tidak semua negara setelah tiga tahun kembali ke kondisi sebelum pandemi menerpa,&quot; ujar Sri dalam Opening Ceremony Temu Bisnis Tahap VI Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2023 di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

BACA JUGA:
Jadi Negara Maju, Kontribusi Ekonomi Indonesia Timur Ditarget 28,5%


Dia mengatakan, hingga kuartal II-2023, perekonomian Indonesia berada dalam situasi yang baik meskipun kegiatan ekspor dan impor masih mengalami penurunan.
&quot;Namun neraca perdagangan kita masih mencatatkan surplus hingga bulan Juni sebesar USD19,93 miliar. Ini artinya ekspor kita lebih tinggi dari impor kita,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Pengelolaan Blok Masela Bisa Gerakkan Roda Ekonomi Indonesia Timur


Tak hanya itu, dia mencatat APBN sebagai keuangan negara melalui belanja negara telah terserap Rp1.255,7 triliun atau 41% dari total pagu anggaran. &quot;Artinya dalam bulan Juli hingga Desember 2023, target angka belanja Rp3.000 triliun adalah angka yang sangat besar,&quot; tambah Sri.
Dia menyebut bahwa untuk melalui situasi global yang sedang sulit  akibat pelemahan dan berbagai tekanan, maka seperti kata Presiden Joko  Widodo (Jokowi), semua strategi harus dijalankan untuk memperkuat  ekonomi domestik.
Sri juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung berbagai  aktivitas dalam rangka memperkuat penggunaan produk-produk di dalam  negeri. Salah satunya pada hari ini, pihaknya  bersama Kemenkumham  melakukan acara temu bisnis yang ke-6.
&quot;Dan kali ini tujuannya adalah untuk meningkatkan komitmen di dalam  meningkatkan dan menggunakan realisasi belanja terutama dalam pengadaan  barang dan jasa pemerintah daerah dan BUMN,&quot; ungkap Sri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xMC8xNjgwNzMvNS94OG1pamxt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tidak semua negara mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi covid-19. Bersyukurnya, ekonomi Indonesia mampu bangkit dari resesi yang dialami saat pandemi.
&quot;Pandemi COVID-19 telah menurunkan PDB dan perekonomian, aktivitas ekonomi di semua negara. Tidak semua negara setelah tiga tahun kembali ke kondisi sebelum pandemi menerpa,&quot; ujar Sri dalam Opening Ceremony Temu Bisnis Tahap VI Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2023 di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

BACA JUGA:
Jadi Negara Maju, Kontribusi Ekonomi Indonesia Timur Ditarget 28,5%


Dia mengatakan, hingga kuartal II-2023, perekonomian Indonesia berada dalam situasi yang baik meskipun kegiatan ekspor dan impor masih mengalami penurunan.
&quot;Namun neraca perdagangan kita masih mencatatkan surplus hingga bulan Juni sebesar USD19,93 miliar. Ini artinya ekspor kita lebih tinggi dari impor kita,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Pengelolaan Blok Masela Bisa Gerakkan Roda Ekonomi Indonesia Timur


Tak hanya itu, dia mencatat APBN sebagai keuangan negara melalui belanja negara telah terserap Rp1.255,7 triliun atau 41% dari total pagu anggaran. &quot;Artinya dalam bulan Juli hingga Desember 2023, target angka belanja Rp3.000 triliun adalah angka yang sangat besar,&quot; tambah Sri.
Dia menyebut bahwa untuk melalui situasi global yang sedang sulit  akibat pelemahan dan berbagai tekanan, maka seperti kata Presiden Joko  Widodo (Jokowi), semua strategi harus dijalankan untuk memperkuat  ekonomi domestik.
Sri juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung berbagai  aktivitas dalam rangka memperkuat penggunaan produk-produk di dalam  negeri. Salah satunya pada hari ini, pihaknya  bersama Kemenkumham  melakukan acara temu bisnis yang ke-6.
&quot;Dan kali ini tujuannya adalah untuk meningkatkan komitmen di dalam  meningkatkan dan menggunakan realisasi belanja terutama dalam pengadaan  barang dan jasa pemerintah daerah dan BUMN,&quot; ungkap Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
