<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Orang Kaya Beralih dari LPG Non Subsidi ke Gas Elpiji 3 Kg</title><description>Tutuka Ariadji menyatakan bahwa pengguna LPG 3 kilogram (kg) atau gas subsidi terus mengalami kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857229/banyak-orang-kaya-beralih-dari-lpg-non-subsidi-ke-gas-elpiji-3-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857229/banyak-orang-kaya-beralih-dari-lpg-non-subsidi-ke-gas-elpiji-3-kg"/><item><title>Banyak Orang Kaya Beralih dari LPG Non Subsidi ke Gas Elpiji 3 Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857229/banyak-orang-kaya-beralih-dari-lpg-non-subsidi-ke-gas-elpiji-3-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857229/banyak-orang-kaya-beralih-dari-lpg-non-subsidi-ke-gas-elpiji-3-kg</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2857229/banyak-orang-kaya-beralih-dari-lpg-non-subsidi-ke-gas-elpiji-3-kg-SayHs6KHJA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gas LPG 3 kg. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2857229/banyak-orang-kaya-beralih-dari-lpg-non-subsidi-ke-gas-elpiji-3-kg-SayHs6KHJA.jpg</image><title>Gas LPG 3 kg. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODY4NC81L3g4bXluYms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyatakan bahwa pengguna LPG 3 kilogram (kg) atau gas subsidi terus mengalami kenaikan.
Bahkan, ia mencatat ada kenaikan 4% hingga 5% konsumen gas melon yang masuk sebagai produk public service obligation (PSO).

BACA JUGA:
Pertamina Sidak Pangkalan, Masyarakat Jangan Khawatir dengan Ketersediaan LPG 3 Kg

&quot;Jadi PSO (LPG 3 kg) itu kebutuhannya selalu naik dari tahun ke tahun, pertumbuhannya kurang lebih 4 sampai 5%. Di lain pihak yang non PSO turun 10% tahun kemarin. Ini jadi perhatian kami. Apa yang terjadi di lapangan, non PSO turun apakah terjadi switch ke PSO,&quot; ujarnya dalam konferensi pers hari ini, Kamis (3/8/2023).
Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemetaan konsumen mana yang berhak mendapatkan elpiji subsidi itu melalui sosialisasi program transformasi pendistribusian gas melon tersebut.

BACA JUGA:
Gas LPG 3 Kg Langka, Dirut Pertamina Sidak Pangkalan di Palembang

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Maompang Harahap mengungkapkan, berdasarkan laporkan yang pihaknya peroleh, rata-rata realisasi volume penyaluran LPG 3 kg periode 2019-2022 meningkat sebesar 4,5 persen per tahun sehingga mencapai 7,8 juta metric ton di tahun 2022.&quot;Sedangkan rata-rata penurunan realisasi volume penyaluran LPG nonsubsidi tahun 2019 sampai dengan 2022 itu sebesar 10,9% per tahun sehingga menjadi 0,46 juta metric ton di tahun 2022,&quot; jelas Maompang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODY4NC81L3g4bXluYms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyatakan bahwa pengguna LPG 3 kilogram (kg) atau gas subsidi terus mengalami kenaikan.
Bahkan, ia mencatat ada kenaikan 4% hingga 5% konsumen gas melon yang masuk sebagai produk public service obligation (PSO).

BACA JUGA:
Pertamina Sidak Pangkalan, Masyarakat Jangan Khawatir dengan Ketersediaan LPG 3 Kg

&quot;Jadi PSO (LPG 3 kg) itu kebutuhannya selalu naik dari tahun ke tahun, pertumbuhannya kurang lebih 4 sampai 5%. Di lain pihak yang non PSO turun 10% tahun kemarin. Ini jadi perhatian kami. Apa yang terjadi di lapangan, non PSO turun apakah terjadi switch ke PSO,&quot; ujarnya dalam konferensi pers hari ini, Kamis (3/8/2023).
Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemetaan konsumen mana yang berhak mendapatkan elpiji subsidi itu melalui sosialisasi program transformasi pendistribusian gas melon tersebut.

BACA JUGA:
Gas LPG 3 Kg Langka, Dirut Pertamina Sidak Pangkalan di Palembang

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Maompang Harahap mengungkapkan, berdasarkan laporkan yang pihaknya peroleh, rata-rata realisasi volume penyaluran LPG 3 kg periode 2019-2022 meningkat sebesar 4,5 persen per tahun sehingga mencapai 7,8 juta metric ton di tahun 2022.&quot;Sedangkan rata-rata penurunan realisasi volume penyaluran LPG nonsubsidi tahun 2019 sampai dengan 2022 itu sebesar 10,9% per tahun sehingga menjadi 0,46 juta metric ton di tahun 2022,&quot; jelas Maompang.</content:encoded></item></channel></rss>
