<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Tembus Rp6.656 Triliun pada Juni 2023</title><description>Kredit perbankan tercatat tumbuh 7,76% menjadi Rp6.656 triliun pada Juni 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857263/kredit-perbankan-tembus-rp6-656-triliun-pada-juni-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857263/kredit-perbankan-tembus-rp6-656-triliun-pada-juni-2023"/><item><title>Kredit Perbankan Tembus Rp6.656 Triliun pada Juni 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857263/kredit-perbankan-tembus-rp6-656-triliun-pada-juni-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/03/320/2857263/kredit-perbankan-tembus-rp6-656-triliun-pada-juni-2023</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 20:58 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2857263/kredit-perbankan-tembus-rp6-656-triliun-pada-juni-2023-XWyDHeTiLf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit Perbankan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2857263/kredit-perbankan-tembus-rp6-656-triliun-pada-juni-2023-XWyDHeTiLf.jpg</image><title>Kredit Perbankan (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Kredit perbankan tercatat tumbuh 7,76% menjadi Rp6.656 triliun pada Juni 2023. Adapun, pertumbuhan kredit tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 9,60% secara tahunan. Per jenis kepemilikan, pertumbuhan kredit Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh tertinggi yaitu sebesar 8,30% secara tahunan.
Adapun, secara tahunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juni 2023 tumbuh 5,79% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi sebesar Rp8.042 triliun, dengan pertumbuhan terendah pada tabungan di level 2,97% secara tahunan.

BACA JUGA:
Cabut Izin, OJK Ungkap Proses Likuidasi Wanaartha Life

&amp;ldquo;OJK mendorong kinerja intermediasi dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan terjaganya likuiditas,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (3/8/2023).
Ogi memaparkan, likuiditas industri perbankan pada Juni 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) turun masing-masing menjadi 119,05% dan 26,73%, atau tetap jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
OJK Tolak Tim Likuidasi Usulan Kresna Life, Ternyata Ini Alasannya

Di samping itu, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL net perbankan stabil di level 0,77% dan NPL gross turun menjadi 2,44%. Sementara, lanjut Dian, pemulihan yang terus berlanjut di sektor riil mendorong penurunan kredit restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp11,03 triliun menjadi Rp361,04 triliun, dengan jumlah nasabah turun 70 ribu menjadi 1,57 juta nasabah.&amp;ldquo;Adapun jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 yang bersifat targeted seperti segmen, sektor, industri dan daerah tertentu yang memerlukan periode restrukturisasi kredit atau pembiayaan tambahan selama satu tahun sampai 31 Maret 2024 adalah 45,2% dari total porsi kredit restrukturisasi Covid-19 atau sebesar Rp163,3 triliun,&amp;rdquo; ungkap Dian.
Lebih lanjut, risiko pasar juga relatif rendah ditinjau dari Posisi Devisa Neto (PDN) tercatat stabil rendah sebesar 1,50%. Angka itu jauh di bawah threshold 20%. Selanjutnya, risiko yang terkait dengan suku bunga juga melandai seiring dengan mulai melandainya yield Surat Berharga Negara (SBN), karena semakin terbatasnya ruang kenaikan Fed Fund Rate (FFR) di Amerika Serikat (AS).
&amp;ldquo;Untuk mengantisipasi potensi risiko yang mungkin timbul ke depan, kondisi industri perbankan tercatat cukup resilien dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) industri Perbankan sebesar 25,41%,&amp;rdquo; pungkas Dian.</description><content:encoded>


JAKARTA - Kredit perbankan tercatat tumbuh 7,76% menjadi Rp6.656 triliun pada Juni 2023. Adapun, pertumbuhan kredit tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 9,60% secara tahunan. Per jenis kepemilikan, pertumbuhan kredit Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh tertinggi yaitu sebesar 8,30% secara tahunan.
Adapun, secara tahunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juni 2023 tumbuh 5,79% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi sebesar Rp8.042 triliun, dengan pertumbuhan terendah pada tabungan di level 2,97% secara tahunan.

BACA JUGA:
Cabut Izin, OJK Ungkap Proses Likuidasi Wanaartha Life

&amp;ldquo;OJK mendorong kinerja intermediasi dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan terjaganya likuiditas,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (3/8/2023).
Ogi memaparkan, likuiditas industri perbankan pada Juni 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) turun masing-masing menjadi 119,05% dan 26,73%, atau tetap jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

BACA JUGA:
OJK Tolak Tim Likuidasi Usulan Kresna Life, Ternyata Ini Alasannya

Di samping itu, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL net perbankan stabil di level 0,77% dan NPL gross turun menjadi 2,44%. Sementara, lanjut Dian, pemulihan yang terus berlanjut di sektor riil mendorong penurunan kredit restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp11,03 triliun menjadi Rp361,04 triliun, dengan jumlah nasabah turun 70 ribu menjadi 1,57 juta nasabah.&amp;ldquo;Adapun jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 yang bersifat targeted seperti segmen, sektor, industri dan daerah tertentu yang memerlukan periode restrukturisasi kredit atau pembiayaan tambahan selama satu tahun sampai 31 Maret 2024 adalah 45,2% dari total porsi kredit restrukturisasi Covid-19 atau sebesar Rp163,3 triliun,&amp;rdquo; ungkap Dian.
Lebih lanjut, risiko pasar juga relatif rendah ditinjau dari Posisi Devisa Neto (PDN) tercatat stabil rendah sebesar 1,50%. Angka itu jauh di bawah threshold 20%. Selanjutnya, risiko yang terkait dengan suku bunga juga melandai seiring dengan mulai melandainya yield Surat Berharga Negara (SBN), karena semakin terbatasnya ruang kenaikan Fed Fund Rate (FFR) di Amerika Serikat (AS).
&amp;ldquo;Untuk mengantisipasi potensi risiko yang mungkin timbul ke depan, kondisi industri perbankan tercatat cukup resilien dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) industri Perbankan sebesar 25,41%,&amp;rdquo; pungkas Dian.</content:encoded></item></channel></rss>
