<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Indika Energy (INDY) Turun 55% Jadi Rp1,36 Triliun di Semester I-2023</title><description>INDY meraup laba bersih sebesar USD89,80 juta atau Rp1,36 triliun di semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857720/laba-indika-energy-indy-turun-55-jadi-rp1-36-triliun-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857720/laba-indika-energy-indy-turun-55-jadi-rp1-36-triliun-di-semester-i-2023"/><item><title>Laba Indika Energy (INDY) Turun 55% Jadi Rp1,36 Triliun di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857720/laba-indika-energy-indy-turun-55-jadi-rp1-36-triliun-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857720/laba-indika-energy-indy-turun-55-jadi-rp1-36-triliun-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/04/278/2857720/laba-indika-energy-indy-turun-55-jadi-rp1-36-triliun-di-semester-i-2023-iXsVmSX9K2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham INDY (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/04/278/2857720/laba-indika-energy-indy-turun-55-jadi-rp1-36-triliun-di-semester-i-2023-iXsVmSX9K2.jpg</image><title>Saham INDY (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczNC81L3g4bjAxZzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Indika Energy Tbk (INDY) meraup laba bersih sebesar USD89,80 juta atau Rp1,36 triliun di semester I 2023. Angka itu turun 55,24% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD200,65 juta.
Seiring dengan laba, pendapatan INDY tercatat turun 13,07% menjadi USD1,67 miliar atau Rp25,39 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD1,93 miliar.

BACA JUGA:
BEI Beri Stempel E untuk Saham Indofarma (INAF), Kenapa?

Berdasarkan segmennya, pendapatan lini usaha kontrak dan jasa tercatat sebesar USD156,84 juta atau Rp2,38 triliun. Kemudian, lini usaha penjualan batu bara tercatat sebesar USD1,37 miliar atau Rp20,92 triliun, serta pendapatan dari perdagangan lainnya tercatat sebesar USD137,50 juta atau Rp2,08 triliun.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok kontrak dan penjualan INDY tercatat sebesar USD1,32 miliar atau Rp20,08 triliun, naik dari sebelumnya USD1,27 miliar. Adapun, beban penjualan, umum dan administrasi tercatat sebesar USD119,17 juta atau Rp1,80 triliun.

BACA JUGA:
Masih Bingung Cara Analisis Saham Syariah? Yuk Ikutan Webinar Live Demo: Sharia Technical Analysis bersama MNC Sekuritas

Hingga akhir Juni 2023, total nilai aset INDY turun 14,77% menjadi USD3,06 miliar atau Rp46,48 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD3,59 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar USD1,71 miliar dan ekuitas sebesar USD1,34 miliar.Perseroan saat ini tengah fokus menjalani bisnis di bidang energi baru dan terbarukan (EBT). Pada akhir September 2022 lalu, INDY melalui anak usahanya yakni, PT Mitra Motor Group (MMG) telah mendirikan perusahaan patungan atau joint venture dengan Foxteq Singapore Pte. Ltd yang diberi nama PT Foxconn Indika Motor (FIM).
Nantinya, FIM akan melakukan kegiatan manufaktur untuk kendaraan listrik komersial dan baterai elektrik, yang akan terefleksikan pada kegiatan usaha antara lain, melakukan kegiatan manufaktur kendaraan bermotor roda empat atau lebih, melakukan kegiatan manufaktur batu baterai, serta memberikan jasa konsultasi manajemen.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczNC81L3g4bjAxZzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Indika Energy Tbk (INDY) meraup laba bersih sebesar USD89,80 juta atau Rp1,36 triliun di semester I 2023. Angka itu turun 55,24% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD200,65 juta.
Seiring dengan laba, pendapatan INDY tercatat turun 13,07% menjadi USD1,67 miliar atau Rp25,39 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD1,93 miliar.

BACA JUGA:
BEI Beri Stempel E untuk Saham Indofarma (INAF), Kenapa?

Berdasarkan segmennya, pendapatan lini usaha kontrak dan jasa tercatat sebesar USD156,84 juta atau Rp2,38 triliun. Kemudian, lini usaha penjualan batu bara tercatat sebesar USD1,37 miliar atau Rp20,92 triliun, serta pendapatan dari perdagangan lainnya tercatat sebesar USD137,50 juta atau Rp2,08 triliun.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok kontrak dan penjualan INDY tercatat sebesar USD1,32 miliar atau Rp20,08 triliun, naik dari sebelumnya USD1,27 miliar. Adapun, beban penjualan, umum dan administrasi tercatat sebesar USD119,17 juta atau Rp1,80 triliun.

BACA JUGA:
Masih Bingung Cara Analisis Saham Syariah? Yuk Ikutan Webinar Live Demo: Sharia Technical Analysis bersama MNC Sekuritas

Hingga akhir Juni 2023, total nilai aset INDY turun 14,77% menjadi USD3,06 miliar atau Rp46,48 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD3,59 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar USD1,71 miliar dan ekuitas sebesar USD1,34 miliar.Perseroan saat ini tengah fokus menjalani bisnis di bidang energi baru dan terbarukan (EBT). Pada akhir September 2022 lalu, INDY melalui anak usahanya yakni, PT Mitra Motor Group (MMG) telah mendirikan perusahaan patungan atau joint venture dengan Foxteq Singapore Pte. Ltd yang diberi nama PT Foxconn Indika Motor (FIM).
Nantinya, FIM akan melakukan kegiatan manufaktur untuk kendaraan listrik komersial dan baterai elektrik, yang akan terefleksikan pada kegiatan usaha antara lain, melakukan kegiatan manufaktur kendaraan bermotor roda empat atau lebih, melakukan kegiatan manufaktur batu baterai, serta memberikan jasa konsultasi manajemen.</content:encoded></item></channel></rss>
