<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Beton (WSBP) Defisit Rp8,72 Triliun di Semester I-2023</title><description>PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menanggung defisit rugi sebesar Rp8,72 triliun pada semester I-2023.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857730/waskita-beton-wsbp-defisit-rp8-72-triliun-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857730/waskita-beton-wsbp-defisit-rp8-72-triliun-di-semester-i-2023"/><item><title>Waskita Beton (WSBP) Defisit Rp8,72 Triliun di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857730/waskita-beton-wsbp-defisit-rp8-72-triliun-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/278/2857730/waskita-beton-wsbp-defisit-rp8-72-triliun-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/04/278/2857730/waskita-beton-wsbp-defisit-rp8-72-triliun-di-semester-i-2023-DFDNlUel8d.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/04/278/2857730/waskita-beton-wsbp-defisit-rp8-72-triliun-di-semester-i-2023-DFDNlUel8d.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNS81L3g4bHNmNDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menanggung defisit rugi sebesar Rp8,72 triliun pada semester I-2023.

Kondisi ini tak terlepas dari realisasi rugi yang dicapai selama enam bulan pertama tahun 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waskita Karya Garap 7 Proyek IKN Rp7,2 Triliun

Menurut laporan keuangan (unaudited) per Juni 2023, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) itu mencetak rugi bersih senilai Rp263,76 miliar. Capaian itu berbalik dari laba yang dicapai sebesar Rp1,4 triliun pada paruh pertama tahun lalu.

Kerugian terjadi seiring pendapatan usaha yang melandai 13,72% secara tahunan (yoy). Produk readymix dan quarry masih menjadi kontributor utama pemasukan perseroan senilai Rp308,32 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garap Jalan Kawasan Inti IKN Nusantara, Waskita Karya Dapat Kontrak Baru Rp1,3 Triliun

Sedangkan produk precast berada di angka Rp195,95 miliar, lebih rendah dibandingkan penjualan precast pada paruh pertama 2022 seniilai Rp320,90 miliar. Adapun jasa konstruksi menyumbang pemasukan senilai Rp137,39 miliar, merosot secara tahunan (yoy) dari sebelumnya Rp261,82 miliar.

Pemberi kontrak kerja yang menyumbang pendapatan utama WSBP masih berasal dari sang induk WSKT senilai Rp343,84, disusul proyek dari PT Cimanggis Cibitung Tollways, dan KSO Adhi-Minarta. Sedangkan proyek dari pihak ketiga total mencapai Rp65,18 miliar, demikian mengutip laporan keuangan, Jumat (4/8/2023).

Dari sisi pengeluaran, secara umum beban pokok ikut tergerus mengikut penurunan pendapatan, demikian juga biaya penjualan hingga ongkos administrasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waskita Bangun Jalan Kawasan Inti Ibu Kota Nusantara Senilai Rp1,3 Triliun


Namun, terdapat peningkatan dari sisi beban non-contributing plant. Ini merupakan evaluasi perseroan atas jumlah pemborosan biaya produksi, yang meliputi jumlah yang tidak normal atas pemborosan bahan, tenaga kerja atau biaya produk lainnya yang mencapai Rp166,34 miliar.



Balance sheet WSBP selain menunjukkan defisit triliunan, nilai aset WSBP lebih rendah dari utang/kewajiban perseroan (liabilitas). Alhasil, perseroan mengalami defisiensi modal senilai Rp2,36 triliun.



Kas yang dipegang pada akhir Juni 2023 tersisa Rp64,59 miliar, merosot sekitar Rp174 miliar dari awal tahun disebabkan sejumlah pos pengeluaran untuk aktivitas operasional.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNS81L3g4bHNmNDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menanggung defisit rugi sebesar Rp8,72 triliun pada semester I-2023.

Kondisi ini tak terlepas dari realisasi rugi yang dicapai selama enam bulan pertama tahun 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waskita Karya Garap 7 Proyek IKN Rp7,2 Triliun

Menurut laporan keuangan (unaudited) per Juni 2023, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) itu mencetak rugi bersih senilai Rp263,76 miliar. Capaian itu berbalik dari laba yang dicapai sebesar Rp1,4 triliun pada paruh pertama tahun lalu.

Kerugian terjadi seiring pendapatan usaha yang melandai 13,72% secara tahunan (yoy). Produk readymix dan quarry masih menjadi kontributor utama pemasukan perseroan senilai Rp308,32 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garap Jalan Kawasan Inti IKN Nusantara, Waskita Karya Dapat Kontrak Baru Rp1,3 Triliun

Sedangkan produk precast berada di angka Rp195,95 miliar, lebih rendah dibandingkan penjualan precast pada paruh pertama 2022 seniilai Rp320,90 miliar. Adapun jasa konstruksi menyumbang pemasukan senilai Rp137,39 miliar, merosot secara tahunan (yoy) dari sebelumnya Rp261,82 miliar.

Pemberi kontrak kerja yang menyumbang pendapatan utama WSBP masih berasal dari sang induk WSKT senilai Rp343,84, disusul proyek dari PT Cimanggis Cibitung Tollways, dan KSO Adhi-Minarta. Sedangkan proyek dari pihak ketiga total mencapai Rp65,18 miliar, demikian mengutip laporan keuangan, Jumat (4/8/2023).

Dari sisi pengeluaran, secara umum beban pokok ikut tergerus mengikut penurunan pendapatan, demikian juga biaya penjualan hingga ongkos administrasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waskita Bangun Jalan Kawasan Inti Ibu Kota Nusantara Senilai Rp1,3 Triliun


Namun, terdapat peningkatan dari sisi beban non-contributing plant. Ini merupakan evaluasi perseroan atas jumlah pemborosan biaya produksi, yang meliputi jumlah yang tidak normal atas pemborosan bahan, tenaga kerja atau biaya produk lainnya yang mencapai Rp166,34 miliar.



Balance sheet WSBP selain menunjukkan defisit triliunan, nilai aset WSBP lebih rendah dari utang/kewajiban perseroan (liabilitas). Alhasil, perseroan mengalami defisiensi modal senilai Rp2,36 triliun.



Kas yang dipegang pada akhir Juni 2023 tersisa Rp64,59 miliar, merosot sekitar Rp174 miliar dari awal tahun disebabkan sejumlah pos pengeluaran untuk aktivitas operasional.</content:encoded></item></channel></rss>
