<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Perancang Longspan LRT Jabodebek yang Dianggap Salah Desain</title><description>Lengkung bentang panjang (longspan) Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek disebut salah desain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857028/ternyata-ini-perancang-longspan-lrt-jabodebek-yang-dianggap-salah-desain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857028/ternyata-ini-perancang-longspan-lrt-jabodebek-yang-dianggap-salah-desain"/><item><title>Ternyata Ini Perancang Longspan LRT Jabodebek yang Dianggap Salah Desain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857028/ternyata-ini-perancang-longspan-lrt-jabodebek-yang-dianggap-salah-desain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857028/ternyata-ini-perancang-longspan-lrt-jabodebek-yang-dianggap-salah-desain</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2857028/ternyata-ini-perancang-longspan-lrt-jabodebek-yang-dianggap-salah-desain-bEEs1I7g2F.JPG" expression="full" type="image/jpeg">LRT Jabodebek. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/03/320/2857028/ternyata-ini-perancang-longspan-lrt-jabodebek-yang-dianggap-salah-desain-bEEs1I7g2F.JPG</image><title>LRT Jabodebek. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5MS81L3g4bWxucHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Lengkung bentang panjang (longspan) Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek disebut salah desain.

PT Adhi Karya Tbk, selaku kontraktor dinilai tidak melakukan pengecekan kemiringan rel, setelah longspan dibangun di ruas Kuningan, Jakarta Selatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Proyek LRT Masih Ada Kekurangan, Jokowi: Kalau Ada yang Dikoreksi Saya Kira Wajar

Akibatnya tikungan pada jembatan yang menghubungkan Gatot Subroto dan Kuningan menjadi kecil dan berdampak pada tingkat kecepatan kereta saat melintas. Seharusnya, tikungan rel dibuat lebih lebar agar kecepatan kereta tetap stabil.

Sebelumnya ada tiga konsultan yang terlibat dalam desain longspan LRT Jabodebek, di antaranya berasal dari Perancis, Systra.

Namun, mega proyek transportasi massal ini harus dipercepat, sehingga pemerintah memberikan kepercayaan kepada Arvila Delitriana, konsultan Indonesia lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jajal LRT Jabodebek Sampai Stasiun Dukuh Atas, Jokowi: Nyaman, Kalau ada Kekurangan Wajar

&amp;ldquo;Waktu saya masuk, LRT Jabodebek itu punya beberapa konsultan perencana. Ada dari Perancis, ITB dan ITS. Karena sudah ada tiga konsultan, namun karena proyek ini butuh percepatan, masuklah saya lewat Pak Ujang ini yang kebetulan Pimpinan proyek (Project Manager),&amp;rdquo; ujar Arvilla.

Lewat perusahaan konsultan PT Cipta Graha Abadi, Arvila mulai menangani perhitungan desain yang sudah tersedia dari Systra sebelumnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Longspan LRT Disebut Salah Desain, Jokowi: Jangan Senang Mencari-cari Kesalahan


Dari situ, sudah ada tiga opsi yang akan direncanakan dan semuanya memanfaatkan Pier atau tiang di tengah lengkungan.





Baca Selengkapnya: LRT Jabodebek Dibilang Salah Desain, Ini Sosok yang Buat


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5MS81L3g4bWxucHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Lengkung bentang panjang (longspan) Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek disebut salah desain.

PT Adhi Karya Tbk, selaku kontraktor dinilai tidak melakukan pengecekan kemiringan rel, setelah longspan dibangun di ruas Kuningan, Jakarta Selatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Proyek LRT Masih Ada Kekurangan, Jokowi: Kalau Ada yang Dikoreksi Saya Kira Wajar

Akibatnya tikungan pada jembatan yang menghubungkan Gatot Subroto dan Kuningan menjadi kecil dan berdampak pada tingkat kecepatan kereta saat melintas. Seharusnya, tikungan rel dibuat lebih lebar agar kecepatan kereta tetap stabil.

Sebelumnya ada tiga konsultan yang terlibat dalam desain longspan LRT Jabodebek, di antaranya berasal dari Perancis, Systra.

Namun, mega proyek transportasi massal ini harus dipercepat, sehingga pemerintah memberikan kepercayaan kepada Arvila Delitriana, konsultan Indonesia lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jajal LRT Jabodebek Sampai Stasiun Dukuh Atas, Jokowi: Nyaman, Kalau ada Kekurangan Wajar

&amp;ldquo;Waktu saya masuk, LRT Jabodebek itu punya beberapa konsultan perencana. Ada dari Perancis, ITB dan ITS. Karena sudah ada tiga konsultan, namun karena proyek ini butuh percepatan, masuklah saya lewat Pak Ujang ini yang kebetulan Pimpinan proyek (Project Manager),&amp;rdquo; ujar Arvilla.

Lewat perusahaan konsultan PT Cipta Graha Abadi, Arvila mulai menangani perhitungan desain yang sudah tersedia dari Systra sebelumnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Longspan LRT Disebut Salah Desain, Jokowi: Jangan Senang Mencari-cari Kesalahan


Dari situ, sudah ada tiga opsi yang akan direncanakan dan semuanya memanfaatkan Pier atau tiang di tengah lengkungan.





Baca Selengkapnya: LRT Jabodebek Dibilang Salah Desain, Ini Sosok yang Buat


</content:encoded></item></channel></rss>
