<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Inggris Perpanjang Program Kerja Sama Transisi Energi Rendah Karbon Sampai 2027</title><description>Indonesia dan Inggris memperpanjang program kerja sama transisi energi rendah karbon sampai 2027.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857651/ri-inggris-perpanjang-program-kerja-sama-transisi-energi-rendah-karbon-sampai-2027</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857651/ri-inggris-perpanjang-program-kerja-sama-transisi-energi-rendah-karbon-sampai-2027"/><item><title>RI-Inggris Perpanjang Program Kerja Sama Transisi Energi Rendah Karbon Sampai 2027</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857651/ri-inggris-perpanjang-program-kerja-sama-transisi-energi-rendah-karbon-sampai-2027</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857651/ri-inggris-perpanjang-program-kerja-sama-transisi-energi-rendah-karbon-sampai-2027</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/04/320/2857651/ri-inggris-perpanjang-program-kerja-sama-transisi-energi-rendah-karbon-sampai-2027-eZ7fch8YRD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia-Inggris memperpanjang kerjasama (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/04/320/2857651/ri-inggris-perpanjang-program-kerja-sama-transisi-energi-rendah-karbon-sampai-2027-eZ7fch8YRD.jpeg</image><title>Indonesia-Inggris memperpanjang kerjasama (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS84LzE2ODU1OS81L3g4bXdraHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Inggris memperpanjang program kerja sama transisi energi rendah karbon sampai 2027. Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris Graham Stuart meluncurkan Perpanjangan Kerja Sama Program Indonesia-Inggris Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (MENTARI).
Dalam pertemuan bilateral sebelum peluncuran, kedua Menteri sepakat untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin. Arifin menuturkan, Inggris berkomitmen akan meningkatkan dukungannya dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia. Awalnya, program MENTARI dijadwalkan akan berakhir pada 2024, namun sekarang akan diperpanjang hingga tahun 2027.

BACA JUGA:
Transisi Energi, Implementasi ESG untuk Keuntungan Jangka Panjang 


&quot;Inggris juga akan memberikan tambahan GBP6,5 juta atau setara Rp135 miliar untuk mempertahankan dan meningkatkan inisiatif program tersebut,&quot; jelasnya dalam konferensi pers usai peluncuran perpanjangan Program MENTARI di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (4/8/2023).
Dijelaskan Arifin, MENTARI telah menjadi mitra utama yang bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk meningkatkan perencanaan dan pengadaan energi terbarukan, baik untuk aplikasi on-grid maupun off-grid, mengedepankan kebijakan, rekomendasi dan kajian teknis.

BACA JUGA:
Transisi Energi, PLN Belajar Kelola Pembangkit Ramah Lingkungan ke Jepang


&quot;Mereka juga telah menyiasati beberapa proyek energi rendah karbon dan melaksanakan proyek percontohan di bagian timur Indonesia,&quot; imbuhnya Arifin.
Selain program MENTARI, lanjutnya, Inggris juga aktif mendukung Indonesia melalui berbagai program, termasuk Just Energy Transitions Partnership (JETP) dan Joint Economic And Trade Committee (JETCO).
&quot;Kami proyeksikan bahwa kemitraan ini akan terus berkembang, mempromosikan kerja sama teknis, perdagangan berkelanjutan, dan investasi hijau antara kedua negara,&quot; tambahnya.
Arifin juga menyampaikan bahwa Indonesia mengundang lebih banyak  mitra internasional untuk mendukung transisi yang cepat dan efektif  menuju target energi bersih Indonesia. Indonesia membutuhkan investasi  hingga USD 1 Triliun pada tahun 2060 untuk pembangkit dan transmisi  energi terbarukan.
&quot;Kebutuhan akan dukungan finansial akan semakin meningkat karena kami  akan menerapkan pensiun dini pembangkit listrik berbahan bakar batubara  di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, kami membuka peluang  investasi dan kerjasama yang luas untuk mencapai target tersebut,&quot;  tuturnya.
Lebih lanjut, Arifin mengapresiasi para pemangku kepentingan program  MENTARI, baik dari unsur Pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas,  yang telah terlibat dalam proses perencanaan dan implementasi Program  MENTARI.
&quot;Dukungan berkelanjutan, kolaborasi, dan komitmen, akan memastikan  program MENTARI berada di jalur yang tepat dan memberikan manfaat yang  maksimal bagi masyarakat,&quot; ujar Arifin.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keamanan Energi dan Net Zero  Inggris Graham Stuart mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan utama  dalam transisi energi bersih Indonesia. Dengan bantuan keahlian dan  investasi dari Inggris, Indonesia tengah mempercepat transisi dari  batubara ke energi bersih.
&quot;Menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di  dunia dan potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, Indonesia  dapat berperan utama dalam transisi energi bersih di Asia Tenggara.  Dengan bantuan keahlian dan investasi Inggris, Indonesia tengah  mempercepat transisinya dari batu bara ke listrik bersih, serta bekerja  keras dalam mencapai net zero pada tahun 2060 atau lebih cepat,&quot; ujar  Stuart.
Selain itu, Stuart juga menyampaikan bahwa Program MENTARI  dilaksanakan untuk membantu Indonesia mewujudkan potensi energi  terbarukan.
&quot;Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan perpanjangan Kemitraan  Energi Rendah Karbon MENTARI UK-Indonesia. Program ini bekerja sama  dengan mitra-mitra kami di Indonesia untuk mempercepat investasi energi  terbarukan guna membantu transisi Indonesia menuju ekonomi hijau,  membantu negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara ini mewujudkan  potensi energi terbarukannya,&quot; pungkasnya.
Sebagai informasi, Program MENTARI dilaksanakan pada periode 2020 -  2024 dan merupakan tindak lanjut dari MoU antara KESDM dan the Foreign  and Commonwealth Office UK yaitu di bidang Kerja Sama Pengembangan  Energi Rendah Karbon (Low Carbon Energy Development / LCEP).
Waktu pelaksanaan Program MENTARI telah dilakukan addendum penambahan  3 tahun, dari semula periode 2020-2024 menjadi 2020-2027 serta  penambahan Dewan Pengarah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BPSDM) ESDM.
Adapun beberapa poin hasil program MENTARI antara lain:
1. Pada 24 Agustus 2022, telah diresmikan 2 PLTS di Sumba Tengah  untuk 200 rumah tangga, PLTS Terpusat 60 kWp di Desa Mata Redi Nusa  Tenggara Timur dan PLTS Terpusat 35 kWp di Desa Mata Woga. Program  MENTARI telah menetapkan Desa Mata Redi dan Desa Mata Woga di Kabupaten  Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai desa percontohan  pertama.
2. Pada 28 Maret 2023, MENTARI menandatangani kesepakatan dengan PT  Brantas Energi untuk mendukung proyek tiga PLTA milik PT Brantas Energi.  Skema inovatif ini memiliki total kapasitas 7 MW.
3. MENTARI juga membantu PT. SMI dalam pengembangan proyek energi  terbarukan dengan mengurangi risiko pendanaan dan meningkatkan  bankabilitas-nya. MENTARI akan mendorong PT. SMI untuk meningkatkan  portofolio proyek energi terbarukan PT. SMI dari 8,3% menjadi 15%. Skema  blended finance akan mencakup komponen hibah, yang jumlahnya bisa  mencapai 20% dari total belanja modal, dan fasilitas pinjaman dari PT.  SMI.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS84LzE2ODU1OS81L3g4bXdraHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Inggris memperpanjang program kerja sama transisi energi rendah karbon sampai 2027. Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris Graham Stuart meluncurkan Perpanjangan Kerja Sama Program Indonesia-Inggris Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (MENTARI).
Dalam pertemuan bilateral sebelum peluncuran, kedua Menteri sepakat untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin. Arifin menuturkan, Inggris berkomitmen akan meningkatkan dukungannya dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia. Awalnya, program MENTARI dijadwalkan akan berakhir pada 2024, namun sekarang akan diperpanjang hingga tahun 2027.

BACA JUGA:
Transisi Energi, Implementasi ESG untuk Keuntungan Jangka Panjang 


&quot;Inggris juga akan memberikan tambahan GBP6,5 juta atau setara Rp135 miliar untuk mempertahankan dan meningkatkan inisiatif program tersebut,&quot; jelasnya dalam konferensi pers usai peluncuran perpanjangan Program MENTARI di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (4/8/2023).
Dijelaskan Arifin, MENTARI telah menjadi mitra utama yang bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk meningkatkan perencanaan dan pengadaan energi terbarukan, baik untuk aplikasi on-grid maupun off-grid, mengedepankan kebijakan, rekomendasi dan kajian teknis.

BACA JUGA:
Transisi Energi, PLN Belajar Kelola Pembangkit Ramah Lingkungan ke Jepang


&quot;Mereka juga telah menyiasati beberapa proyek energi rendah karbon dan melaksanakan proyek percontohan di bagian timur Indonesia,&quot; imbuhnya Arifin.
Selain program MENTARI, lanjutnya, Inggris juga aktif mendukung Indonesia melalui berbagai program, termasuk Just Energy Transitions Partnership (JETP) dan Joint Economic And Trade Committee (JETCO).
&quot;Kami proyeksikan bahwa kemitraan ini akan terus berkembang, mempromosikan kerja sama teknis, perdagangan berkelanjutan, dan investasi hijau antara kedua negara,&quot; tambahnya.
Arifin juga menyampaikan bahwa Indonesia mengundang lebih banyak  mitra internasional untuk mendukung transisi yang cepat dan efektif  menuju target energi bersih Indonesia. Indonesia membutuhkan investasi  hingga USD 1 Triliun pada tahun 2060 untuk pembangkit dan transmisi  energi terbarukan.
&quot;Kebutuhan akan dukungan finansial akan semakin meningkat karena kami  akan menerapkan pensiun dini pembangkit listrik berbahan bakar batubara  di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, kami membuka peluang  investasi dan kerjasama yang luas untuk mencapai target tersebut,&quot;  tuturnya.
Lebih lanjut, Arifin mengapresiasi para pemangku kepentingan program  MENTARI, baik dari unsur Pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas,  yang telah terlibat dalam proses perencanaan dan implementasi Program  MENTARI.
&quot;Dukungan berkelanjutan, kolaborasi, dan komitmen, akan memastikan  program MENTARI berada di jalur yang tepat dan memberikan manfaat yang  maksimal bagi masyarakat,&quot; ujar Arifin.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keamanan Energi dan Net Zero  Inggris Graham Stuart mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan utama  dalam transisi energi bersih Indonesia. Dengan bantuan keahlian dan  investasi dari Inggris, Indonesia tengah mempercepat transisi dari  batubara ke energi bersih.
&quot;Menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di  dunia dan potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, Indonesia  dapat berperan utama dalam transisi energi bersih di Asia Tenggara.  Dengan bantuan keahlian dan investasi Inggris, Indonesia tengah  mempercepat transisinya dari batu bara ke listrik bersih, serta bekerja  keras dalam mencapai net zero pada tahun 2060 atau lebih cepat,&quot; ujar  Stuart.
Selain itu, Stuart juga menyampaikan bahwa Program MENTARI  dilaksanakan untuk membantu Indonesia mewujudkan potensi energi  terbarukan.
&quot;Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan perpanjangan Kemitraan  Energi Rendah Karbon MENTARI UK-Indonesia. Program ini bekerja sama  dengan mitra-mitra kami di Indonesia untuk mempercepat investasi energi  terbarukan guna membantu transisi Indonesia menuju ekonomi hijau,  membantu negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara ini mewujudkan  potensi energi terbarukannya,&quot; pungkasnya.
Sebagai informasi, Program MENTARI dilaksanakan pada periode 2020 -  2024 dan merupakan tindak lanjut dari MoU antara KESDM dan the Foreign  and Commonwealth Office UK yaitu di bidang Kerja Sama Pengembangan  Energi Rendah Karbon (Low Carbon Energy Development / LCEP).
Waktu pelaksanaan Program MENTARI telah dilakukan addendum penambahan  3 tahun, dari semula periode 2020-2024 menjadi 2020-2027 serta  penambahan Dewan Pengarah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BPSDM) ESDM.
Adapun beberapa poin hasil program MENTARI antara lain:
1. Pada 24 Agustus 2022, telah diresmikan 2 PLTS di Sumba Tengah  untuk 200 rumah tangga, PLTS Terpusat 60 kWp di Desa Mata Redi Nusa  Tenggara Timur dan PLTS Terpusat 35 kWp di Desa Mata Woga. Program  MENTARI telah menetapkan Desa Mata Redi dan Desa Mata Woga di Kabupaten  Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai desa percontohan  pertama.
2. Pada 28 Maret 2023, MENTARI menandatangani kesepakatan dengan PT  Brantas Energi untuk mendukung proyek tiga PLTA milik PT Brantas Energi.  Skema inovatif ini memiliki total kapasitas 7 MW.
3. MENTARI juga membantu PT. SMI dalam pengembangan proyek energi  terbarukan dengan mengurangi risiko pendanaan dan meningkatkan  bankabilitas-nya. MENTARI akan mendorong PT. SMI untuk meningkatkan  portofolio proyek energi terbarukan PT. SMI dari 8,3% menjadi 15%. Skema  blended finance akan mencakup komponen hibah, yang jumlahnya bisa  mencapai 20% dari total belanja modal, dan fasilitas pinjaman dari PT.  SMI.</content:encoded></item></channel></rss>
