<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget! Harga Makanan dan Minuman di RI Makin Mahal Mulai Akhir Tahun</title><description>Harga makanan dan minuman di Indonesia bakal makin mahal di akhir tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857682/jangan-kaget-harga-makanan-dan-minuman-di-ri-makin-mahal-mulai-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857682/jangan-kaget-harga-makanan-dan-minuman-di-ri-makin-mahal-mulai-akhir-tahun"/><item><title>Jangan Kaget! Harga Makanan dan Minuman di RI Makin Mahal Mulai Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857682/jangan-kaget-harga-makanan-dan-minuman-di-ri-makin-mahal-mulai-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/04/320/2857682/jangan-kaget-harga-makanan-dan-minuman-di-ri-makin-mahal-mulai-akhir-tahun</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2023 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/04/320/2857682/jangan-kaget-harga-makanan-dan-minuman-di-ri-makin-mahal-mulai-akhir-tahun-xRgJ9VN7jN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga makanan dan minuman mahal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/04/320/2857682/jangan-kaget-harga-makanan-dan-minuman-di-ri-makin-mahal-mulai-akhir-tahun-xRgJ9VN7jN.jpg</image><title>Harga makanan dan minuman mahal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS80LzE2MDU3OS81L3g4ajZtdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga makanan dan minuman di Indonesia bakal makin mahal di akhir tahun.  Saat ini para pelaku usaha dan sektor makanan dan minuman sudah berisap-siap untuk menaikkan harga jual produknya pada akhir tahun 2023.
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengungkapkan kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya harga bahan baku terutama untuk pemanis atau gula di pasar global. Sehingga para pelaku usaha juga akan melakukan penyesuaian terhadap harga jual produknya.

BACA JUGA:
Industri Mamin Ungkap Tantangan Mengerikan di Tahun Ini dan 2024 


&quot;Kita juga pasti akan mengevaluasi harga jual, biasanya pelaku usaha menengah besar itu mengevaluasi harganya di akhir tahun dan awal tahun, mudah-mudahan tidak terlalu tinggi,&quot; kata Adhi dalam Market Review IDXChannel, Jumat (4/8/2023).
Menurut Adhi untuk mengantisipasi kenaikan harga produk yang tidak terlalu tinggi, maka para pelaku usaha saat ini juga sudah mulai mencari alternatif pemanis selain gula. Harapannya ketergantungan terhadap gula tebu bisa dikurangi di tengah gejolak harga saat ini.

BACA JUGA:
Harga Gula Mahal, Produk Mamin Diprediksi Naik Akhir Tahun


&quot;Saya amati banyak pelaku usaha yang sudah mulai mencair alternatif gula, salah satunya dengan sumber pemanis lainnya, ini mereka sedang mencoba untuk menggantikan gula,&quot; lanjutnya.
Namun demikian, Adhi menjelaskan bahwa kenaikan harga produk Mamin itu kemungkinan tidak terlalu tinggi. Sebab pelaku usaha masih memperhitungkan daya beli market. Para pelaku usaha justru khawatir apabila market terkoreksi akibat adanya penyesuaian harga jual baru.
&quot;Karena biasanya kenaikan harga di konsumen itu biasanya tidak bisa  terlalu tinggi karena khawatir berpengaruh terhadap penjualan. Tapi  pasti banyak pelaku usaha yang melakukan evaluasi harga,&quot; kata Adhi.
Di  satu sisi, apabila tidak menaikkan harga jualnya, menurut Adhi  keuntungan pelaku usaha juga akan semakin menipis. Sebab di samping  adanya kenaikan harga bahan baku, saat ini juga terjadi kenaikan dari  sisi dari ongkos logistik maupun energi.
&quot;Dengan kenaikan harga energi logistik dan lain sebagainya, sementara  harga jual tidak bisa setinggi kenaikan itu, tentu akan berpengaruh  terhadap profit kita dan bottom line kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS80LzE2MDU3OS81L3g4ajZtdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga makanan dan minuman di Indonesia bakal makin mahal di akhir tahun.  Saat ini para pelaku usaha dan sektor makanan dan minuman sudah berisap-siap untuk menaikkan harga jual produknya pada akhir tahun 2023.
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengungkapkan kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya harga bahan baku terutama untuk pemanis atau gula di pasar global. Sehingga para pelaku usaha juga akan melakukan penyesuaian terhadap harga jual produknya.

BACA JUGA:
Industri Mamin Ungkap Tantangan Mengerikan di Tahun Ini dan 2024 


&quot;Kita juga pasti akan mengevaluasi harga jual, biasanya pelaku usaha menengah besar itu mengevaluasi harganya di akhir tahun dan awal tahun, mudah-mudahan tidak terlalu tinggi,&quot; kata Adhi dalam Market Review IDXChannel, Jumat (4/8/2023).
Menurut Adhi untuk mengantisipasi kenaikan harga produk yang tidak terlalu tinggi, maka para pelaku usaha saat ini juga sudah mulai mencari alternatif pemanis selain gula. Harapannya ketergantungan terhadap gula tebu bisa dikurangi di tengah gejolak harga saat ini.

BACA JUGA:
Harga Gula Mahal, Produk Mamin Diprediksi Naik Akhir Tahun


&quot;Saya amati banyak pelaku usaha yang sudah mulai mencair alternatif gula, salah satunya dengan sumber pemanis lainnya, ini mereka sedang mencoba untuk menggantikan gula,&quot; lanjutnya.
Namun demikian, Adhi menjelaskan bahwa kenaikan harga produk Mamin itu kemungkinan tidak terlalu tinggi. Sebab pelaku usaha masih memperhitungkan daya beli market. Para pelaku usaha justru khawatir apabila market terkoreksi akibat adanya penyesuaian harga jual baru.
&quot;Karena biasanya kenaikan harga di konsumen itu biasanya tidak bisa  terlalu tinggi karena khawatir berpengaruh terhadap penjualan. Tapi  pasti banyak pelaku usaha yang melakukan evaluasi harga,&quot; kata Adhi.
Di  satu sisi, apabila tidak menaikkan harga jualnya, menurut Adhi  keuntungan pelaku usaha juga akan semakin menipis. Sebab di samping  adanya kenaikan harga bahan baku, saat ini juga terjadi kenaikan dari  sisi dari ongkos logistik maupun energi.
&quot;Dengan kenaikan harga energi logistik dan lain sebagainya, sementara  harga jual tidak bisa setinggi kenaikan itu, tentu akan berpengaruh  terhadap profit kita dan bottom line kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
