<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,17% di Kuartal II-2023, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,17% (yoy) di kuartal II-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859230/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-di-kuartal-ii-2023-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859230/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-di-kuartal-ii-2023-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang"/><item><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,17% di Kuartal II-2023, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859230/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-di-kuartal-ii-2023-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859230/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-di-kuartal-ii-2023-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/320/2859230/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-di-kuartal-ii-2023-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang-fWfHD1PiOH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/320/2859230/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-di-kuartal-ii-2023-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang-fWfHD1PiOH.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS80LzE2Mjc0MC81L3g4ajVnMnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,17% (yoy) di kuartal II-2023. BPS mencatat dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 2,77%.
&quot;Angka ini diikuti oleh komponen PMTB sebesar 1,39% dari 5,17%, serta konsumsi pemerintah sebesar 0,73% dari 5,17%,&quot; ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (7/8/2023).

BACA JUGA:
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh Konsisten di Atas 5% meski Melambat


Sementara itu, komponen lainnya menyumbang sekitar 0,32% dan komponen ekspor kontraksi sebesar -0,04% dari 5,17%.
&quot;Konsumsi rumah tangga terus tumbuh positif, didorong oleh perayaan hari besar keagamaan seperti Bulan Ramadhan, Perayaan Idul Fitri, dan Idul Adha, juga pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13,&quot; tambah Edy.

BACA JUGA:
Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,17% di Kuartal II-2023


Dia menyebut, dorongan konsumsi rumah tangga tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur hari besar keagamaan dan libur sekolah.
&quot;Kelompok konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi antara lain di sektor transportasi dan komunikasi, pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya, serta restoran dan hotel,&quot; ucap Edy.
PMTB, sebut dia, tumbuh positif pada seluruh kelompok barang modal  kecuali peralatan lainnya. PMTB fisik mengalami pertumbuhan positif  utamanya untuk pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan yang dilakukan  oleh pemerintah.
&quot;Pertumbuhan PMTB didorong oleh impor barang-barang modal, dan  belanja modal pemerintah tumbuh positif dibanding triwulan II-2022,&quot;  ujar Edy.
Sementara itu, ekspor mengalami kontraksi pada dua sisi. Di ekspor  barang non migas pada komoditas utama non migas seperti bahan bakar  mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja serta nikel.  Ekspor barang migas pada beberapa komoditas juga mengalami kontraksi  seperti gas alam, hasil minyak, dan minyak mentah.
&quot;Ekspor jasa tumbuh positif, seiring peningkatan jumlah wisman dan devisa masuk dari luar negeri,&quot; pungkas Edy.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS80LzE2Mjc0MC81L3g4ajVnMnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,17% (yoy) di kuartal II-2023. BPS mencatat dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 2,77%.
&quot;Angka ini diikuti oleh komponen PMTB sebesar 1,39% dari 5,17%, serta konsumsi pemerintah sebesar 0,73% dari 5,17%,&quot; ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (7/8/2023).

BACA JUGA:
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh Konsisten di Atas 5% meski Melambat


Sementara itu, komponen lainnya menyumbang sekitar 0,32% dan komponen ekspor kontraksi sebesar -0,04% dari 5,17%.
&quot;Konsumsi rumah tangga terus tumbuh positif, didorong oleh perayaan hari besar keagamaan seperti Bulan Ramadhan, Perayaan Idul Fitri, dan Idul Adha, juga pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13,&quot; tambah Edy.

BACA JUGA:
Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,17% di Kuartal II-2023


Dia menyebut, dorongan konsumsi rumah tangga tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur hari besar keagamaan dan libur sekolah.
&quot;Kelompok konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi antara lain di sektor transportasi dan komunikasi, pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya, serta restoran dan hotel,&quot; ucap Edy.
PMTB, sebut dia, tumbuh positif pada seluruh kelompok barang modal  kecuali peralatan lainnya. PMTB fisik mengalami pertumbuhan positif  utamanya untuk pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan yang dilakukan  oleh pemerintah.
&quot;Pertumbuhan PMTB didorong oleh impor barang-barang modal, dan  belanja modal pemerintah tumbuh positif dibanding triwulan II-2022,&quot;  ujar Edy.
Sementara itu, ekspor mengalami kontraksi pada dua sisi. Di ekspor  barang non migas pada komoditas utama non migas seperti bahan bakar  mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja serta nikel.  Ekspor barang migas pada beberapa komoditas juga mengalami kontraksi  seperti gas alam, hasil minyak, dan minyak mentah.
&quot;Ekspor jasa tumbuh positif, seiring peningkatan jumlah wisman dan devisa masuk dari luar negeri,&quot; pungkas Edy.</content:encoded></item></channel></rss>
