<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Soroti Pintu Kereta LRT dan Akses Belum Sinkron</title><description>Erick Thohir mengungkapkan perlunya perbaikan pada Light Rail Trainset atau Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859362/erick-thohir-soroti-pintu-kereta-lrt-dan-akses-belum-sinkron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859362/erick-thohir-soroti-pintu-kereta-lrt-dan-akses-belum-sinkron"/><item><title>Erick Thohir Soroti Pintu Kereta LRT dan Akses Belum Sinkron</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859362/erick-thohir-soroti-pintu-kereta-lrt-dan-akses-belum-sinkron</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859362/erick-thohir-soroti-pintu-kereta-lrt-dan-akses-belum-sinkron</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/320/2859362/erick-thohir-soroti-pintu-kereta-lrt-dan-akses-belum-sinkron-drIoQ3ADqE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir Ungkap Perlunya Perbaikan LRT Jabodebek. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/320/2859362/erick-thohir-soroti-pintu-kereta-lrt-dan-akses-belum-sinkron-drIoQ3ADqE.jpg</image><title>Erick Thohir Ungkap Perlunya Perbaikan LRT Jabodebek. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODY4NC81L3g4bXluYms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan perlunya perbaikan pada Light Rail Trainset atau Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek. Salah satunya melakukan sinkronisasi sistem LRT Jabodebek.
Sinkronisasi ini untuk menyambungkan pintu kereta dan pintu akses. Pasalnya saat ini kedua aspek teknis KRL tersebut belum terintegrasi.

BACA JUGA:
Longspan LRT Jabodebek Salah Desain? Pak Bas: Konstruksinya Sudah Oke

&quot;Ada perlu perbaikan tadi antara pintu kereta dengan pintu akses, belum nyambung. Karena ini perlu sinkronisasi sistem, sementara ini siemens yang membangun, itu pun masih pak Menhub mengevaluasi memakai konsultan Inggris, saya nggak tahu namanya, ya ini proses,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Senin (7/8/2023).

Dia memaklumi jika ada aspek KRL Jabodebek yang harus dievaluasi, sebelum diresmikan pemerintah pada Agustus 2023. Pasalnya, pertama kalinya Indonesia membangun moda transportasi massal dengan menggunakan teknologi canggih.

BACA JUGA:
7 Fakta LRT Jabodebek Dinilai Salah Desain, Kok Bisa?

Hasil evaluasi pun akan menjadi pelajaran untuk pemerintah untuk terus memaksimalkan pengembangan KRL Jabodebek kedepannya.
&quot;Pak Presiden menekankan yang namanya pembangunan MRT, LRT, kereta cepat itu kan pertama, jadi kalo yang pertama itu ada proses pembelajaran, tanpa yang Presiden bilang saling menyalahkan,&quot; tuturnya.&quot;Isu-isu yang ada saya rasa itu isu pembelajaran yang harus disampaikan ketika kita rapat internal, di mana pembelajarannya itu bukan berarti melempar hal ini ke sebelumnya, tetapi pembangunan ini terus berjalan,&quot; ungkap dia melanjutkan.
Di luar kendala teknis, Erick memastikan perjalanan kereta begitu halus dan tanpa bising. Dia sendiri sudah mengikuti proses uji coba beberapa waktu lalu.
&quot;Pak Presiden kemarin mengajak saya dan Menteri Perhubungan, Gubernur DKI dan Jawa Barat untuk merasakan, saya baru pertama kali, Pak Presiden sudah tiga kali, saya secara objektif bagus karena perjalanannya halus, suaranya tidak bising,&quot; Erick menegaskan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODY4NC81L3g4bXluYms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan perlunya perbaikan pada Light Rail Trainset atau Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek. Salah satunya melakukan sinkronisasi sistem LRT Jabodebek.
Sinkronisasi ini untuk menyambungkan pintu kereta dan pintu akses. Pasalnya saat ini kedua aspek teknis KRL tersebut belum terintegrasi.

BACA JUGA:
Longspan LRT Jabodebek Salah Desain? Pak Bas: Konstruksinya Sudah Oke

&quot;Ada perlu perbaikan tadi antara pintu kereta dengan pintu akses, belum nyambung. Karena ini perlu sinkronisasi sistem, sementara ini siemens yang membangun, itu pun masih pak Menhub mengevaluasi memakai konsultan Inggris, saya nggak tahu namanya, ya ini proses,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Senin (7/8/2023).

Dia memaklumi jika ada aspek KRL Jabodebek yang harus dievaluasi, sebelum diresmikan pemerintah pada Agustus 2023. Pasalnya, pertama kalinya Indonesia membangun moda transportasi massal dengan menggunakan teknologi canggih.

BACA JUGA:
7 Fakta LRT Jabodebek Dinilai Salah Desain, Kok Bisa?

Hasil evaluasi pun akan menjadi pelajaran untuk pemerintah untuk terus memaksimalkan pengembangan KRL Jabodebek kedepannya.
&quot;Pak Presiden menekankan yang namanya pembangunan MRT, LRT, kereta cepat itu kan pertama, jadi kalo yang pertama itu ada proses pembelajaran, tanpa yang Presiden bilang saling menyalahkan,&quot; tuturnya.&quot;Isu-isu yang ada saya rasa itu isu pembelajaran yang harus disampaikan ketika kita rapat internal, di mana pembelajarannya itu bukan berarti melempar hal ini ke sebelumnya, tetapi pembangunan ini terus berjalan,&quot; ungkap dia melanjutkan.
Di luar kendala teknis, Erick memastikan perjalanan kereta begitu halus dan tanpa bising. Dia sendiri sudah mengikuti proses uji coba beberapa waktu lalu.
&quot;Pak Presiden kemarin mengajak saya dan Menteri Perhubungan, Gubernur DKI dan Jawa Barat untuk merasakan, saya baru pertama kali, Pak Presiden sudah tiga kali, saya secara objektif bagus karena perjalanannya halus, suaranya tidak bising,&quot; Erick menegaskan.</content:encoded></item></channel></rss>
